
lima hari kemudian, tes dilaksanakan! aku dengan sebuah kereta kuda meluncur menuju akademi. letak akademi ini sebenarnya cukup jauh. mungkin sekitar sepuluh kilometer dari ibukota. ya jika pakai motor atau mobil mungkin bisa sampai dalam waktu 15-20 menit. tapi hei! transportasi di dunia ini yang paling mewah hanya kereta kuda. itupun kondisi jalannya sangat tragis!
jadi bisa lebih dari tiga jam perjalanan dari ibu kota. melelahkan. semoga tim riset dan pengembangan La-Sa guild telah menemukan solusi untuk ini. atau gaji mereka akan ku turunkan!
setelah kurang lebih tiga jam perjalanan, akhirnya aku sampai di akademi. ini sudah petang. jadi aku memberikan 60 koin perak kepada kusir untuk menyewa penginapan dan makan di luar akademi. yah dia terlihat senang. untuk menyewa penginapan standar biasanya hanya butuh paling banyak 15 tembaga. dengan uang segitu dia bisa menyewa penginapan yang agak mewah selama beberapa hari. itupun masih sisa banyak.
kusir berterimakasih kepadaku dan membantu menurunkan barang milik ku. yah jumlah barang ku tidak banyak sih. hanya satu tas ukuran sedang saja. isinya adalah baju untuk dua hari dan buku catatan.
benar juga, tes sebenarnya akan dimulai besok, tapi asrama untuk para calon siswa telah dibuka sejak tiga hari yang lalu. wajar saja, ini karena orang yang akan mengikuti tes datang dari penjuru kerajaan. jadi sudah banyak orang yang datang untuk menunggu ujian dimulai.
tentu saja kita akan dikenai biaya yang cukup mahal jika menginap di asrama. biasanya calon siswa dari kalangan bawah menyewa penginapan yang ada di sekitar akademi degan harga yang cukup murah.
haruskah aku mendeskripsikan seperti apa akademi?
simpelnya, Akademi berdiri di atas sebuah tanah yang cukup luas. mungkin luasnya setara dengan distrik Commoner di ibukota. dikelilingi oleh tembok setinggi tujuh meter yang terbuat dari batu alam yang cukup kuat dan dilapisi oleh semen kuno.
jika di ibukota istana berdiri sebagai pusat, maka di kota ini, Akademi Stanford menjadi pusat bagi kota ini. disekeliling akademi adalah kota yang berisi penginapan, rumah makan, toko senjata, pandai besi, pasar, dan penyedia jasa lainnya yang ikut menopang kebutuhan akademi.
untuk akademi itu sendiri, adalah arena yang luas. akan sulit untuk ku menggambarkannya. yang jelas, ada sepuluh gedung asrama yang terpisah antara bangsawan dan rakyat biasa dan sepuluh gedung kelas. satu perpustakaan dengan ukuran yang sangat besar. mungkin dapat menampung seluruh murid akademi. ditambah lagi ada sebuah arena pertandingan dan beberapa lapangan lebar yang dipakai untuk praktik.
mungkin penjelasan soal akademi tidak memuaskan, tapi kalian sudah punya bayangan soal akademi ala isekai kan? mungkin saja.
aku berjalan menuju asrama calon siswa. letaknya agak jauh dari pintu gerbang akademi tapi cukup dekat dengan gedung kelas. menurut petugas akademi, inilah yang akan menjadi asrama bagi murid tahun pertama. begitupun kelas yang ada didekat gedung asrama.
hehhh, aku semakin tidak sabar saja. baiklah, aku akan pergi ke asrama calon murid lalu segera beristirahat. aku rasa besok akan menjadi hari yang menyenangkan...sekaligus melelahkan.
__ADS_1
*****
pagi harinya, Issac telah bangun lebih awal dari siapapun. ini adalah kebiasaan yang bahkan tetap terbawa setelah dia bereinkarnasi. di dunia sebelumnya dia selalu bangun ketika matahari belum terbit. itu adalah rutinitasnya bahkan sebelum masuk ke dinas militer.
setelah menyegarkan diri dengan mencuci wajahnya, Issac membuka portal menuju ruang spasial nya.
tentu saja untuk latihan. ini adalah rutinitas yang tidak pernah dia tinggalkan sesibuk apapun kegiatannya. walaupun durasi latihannya sering berubah. biasanya dia menghabiskan waktu selama lima jam di ruang itu, yang artinya lima menit di dunia nyata. tapi karena hari ini dia akan menjalankan tes, tiga jam saja cukup. dia harus menyimpan sedikit tenaganya untuk nanti.
setelah selesai, dia keluar dari ruang itu dan mulai bersiap untuk mengikuti tes. dia tidak perlu khawatir soal ruangan spasialnya. toh dia sendirian di kamar ini. tapi sebagai tindakan berjaga dia memasang barrier yang sangat kuat sehingga aktivitasnya di kamar tidak terbaca oleh siapapun. dia tidak cukup naif untuk membiarkan kamarnya tanpa penjagaan.
setelah mandi dan sarapan dia melihat jam. sekarang jam enam pagi sementara ujian akan dimulai jam delapan pagi. masih ada waktu dua jam untuk berkeliling sekitar akademi yang akan menjadi area tahun pertama. jalanan masih sepi. paling-paling hanya tukang bersih-bersih saja yang menyapu daun yang berguguran.
akhirnya dia sampai ke area ujian. ini adalah tempat yang biasa dipakai untuk praktek pelajaran. tempat ini sudah disulap untuk ujian. baiklah, Issac memutuskan untuk diam disini. menunggu waktu ujian tiba.
****
"BAIKLAH DENGAR KAN SEMUANYA!!" seorang pria yang terlihat berusia 30-an berteriak menggunakan sihir yang berfungsi mirip sebagai Toa. Berisik hei!
"LIMA BELAS MENIT LAGI UJIAN AKAN SEGERA DIMULAI!! KAMI AKAN MEMISAHKAN UJIAN ANTARA BANGSAWAN DAN RAKYAT BIASA. KEPADA PESERTA UJIAN DARI RAKYAT BIASA SILAHKAN IKUTI ORANG YANG BERADA DI SEBELAH SAYA. SEMENTARA PARA BANGSAWAN SILAHKAN IKUTI SAYA!!"
Oi bukankah kau terlalu berisik!!
biarlah. aku bersama dengan para bangsawan lainnya mengikuti pria tadi ke ruang kelas. ternyata gedung kelas yang akan ditempati cukup besar dan megah. hmm beginilah seharusnya akademi kerajaan yang bergengsi!
akhirnya aku sampai di kelasku, bersama dengan empat puluh calon murid lainnya. sepertinya ujian tulis terlebih dahulu. kami segera duduk di kursi masing-masing dan soal ujian dibagikan.
__ADS_1
jumlahnya seratus soal. semuanya mudah jadi aku sama sekali tidak kesulitan menyelesaikan soalnya. walaupun begitu entah kenapa peserta ujian lainnya terlihat kesulitan. ayolah ini soal yang mudah lohhh. tidak mungkin kan kalian tidak mempelajari ini sebelumnya?
100 menit akhirnya terlewati. para peserta ujian lainnya pergi dengan kepala tertunduk lesu. sementara aku? yah karena soalnya mudah jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan bukan?
Akhirnya kita masuk ke fase terakhir ujian. yaitu praktek sihir! yah karena para bangsawan memiliki kapasitas mana yang besar jadi mereka cukup percaya diri akan kemampuan sihir mereka. atau itulah yang mereka pikirkan.
sesaat sebelum ujian dimulai para peserta diukur terlebih dahulu kapasitas mana mereka menggunakan sebuah kristal. termasuk aku. kurang lebih ada tiga indikasi. jika kristal menunjukkan warna hijau maka kapasitas mana mereka dibawah rata-rata. jika merah berarti rata-rata. terakhir jika Kristal berwarna keemasan berarti kapasitas mereka di atas rata-rata. sepertinya kedua kakak perempuan ku berwarna keemasan.
dan yah seperti yang kalian tebak, mayoritas para peserta ujian memiliki warna merah di kristal mereka. tidak sehebat yang mereka bayangkan.
sementara aku? yah aku tidak yakin akan berwarna apa. kapasitas mana milik ku tidak terbatas jadi ku rasa akan ada warna diluar indikator.
apapun itu aku tidak terlalu peduli. akhirnya giliran ku. aku meletakan tanganku di atas kristal itu dan....entah kenapa warna kristal itu berwarna hitam pekat. para penguji kebingungan. sepertinya ini baru pertama kalinya sepanjang sejarah akademi. duh aku terlalu mencolok!
tapi sepertinya para penguji tetap membiarkan ku untuk ikut ujian praktek. huhh leganya....
aku akhirnya memasuki arena ujian praktek sihir. sepertinya target sasaran baru dipasang oleh penguji saat kita sedang melaksanakan ujian tulis. oke, aku hanya harus menunggu giliran ku sekarang.
sambil menunggu, aku menonton dengan asyik sihir para bangsawan. ada yang menggunakan sihir api, angin, air, intinya sihir yang memiliki afinitas terbaik pada diri mereka. lumayan. setidaknya mereka bisa menang jika melawan 10 rakyat biasa. yah seperti yang ku katakan, mereka tidak sekuat yang mereka pikirkan.
baik, akhirnya giliranku. di depan ada beberapa opsi jarak. dekat, menengah, dan jauh. semakin jauh target yang kau sasar akan semakin bagus nilai mu. tentu saja aku memilih yang terjauh. hmm seperti nya sihir api akan lebih baik. okee.
****
Issac mulai menyusun enkripsi sihirnya. itu sihir sederhana. sebuah api seukuran bola tenis muncul di atas telapak tangannya. Issac dengan presisi melemparkan bola api itu dan tepat sasaran. selesai. itulah yang Issac bayangkan. namun harapannya meleset. tidak hanya tepat sasaran tapi juga meledakkan target itu.
__ADS_1
para penguji tercengang. begitupun calon murid lainnya. hei, itu bahkan lebih tebal daripada target yang terpasang di Arena latihan Duke Balzaac!
terjadi kehebohan di Arena latihan. para penguji langsung menenangkan para calon murid dan Issac langsung ditarik oleh para penguji langsung menarik Issac ke ruang khusus. nah sekarang, Kau harus menjelaskan kekacauan yang dibuat oleh Mu sendiri kawan!