Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Maria, Gadis Yang (Tidak) Sempurna


__ADS_3

Setelah kekalahan Duchess Petersburg, tentara kerajaan Heinz menawan para tentara mereka dan terus maju hingga wilayah Baron Lostov dengan 60.000 pasukan.


Hari itu juga, begitu dirinya mendapatkan kabar bahwa Duchess Petersburg telah dikalahkan oleh kerajaan dan 60.000 tentara kerajaan telah mengepung wilayahnya, Baron Lostov langsung mendatangi kemah tentara kerajaan Heinz untuk menyerah.


"Jika aku memaksakan pertempuran ini, aku tidak akan menang. Sebaliknya, akan banyak darah yang tertumpah dan itu tidak diperlukan. Bagaimana pun, aku punya satu syarat. Tolong jangan rampas harta dan properti milik warga."


Tentu kerajaan Heinz setuju karena itu niat mereka sejak awal. Pada akhirnya, tentara kerajaan Heinz berparade memasuki wilayah Lostov tanpa satupun perlwanan. Baron Lovtov sendiri dijadikan tahanan rumah oleh kerajaan Heinz dan haknya tetap terpenuhi.


Maria Petersburg sendiri yang pada saat itu berada di Medan perang telah ditangkap dan dibawa ke mansion Savoy dan dijadikan tahanan rumah. Tentara wanita telah dikerahkan oleh Issac untuk menjaga keamanan Maria.


Sementara itu, para bangsawan yang sebelumnya bersekutu dengan Lostov telah melarikan diri ke wilayah mereka masing-masing. Tujuan mereka adalah menghimpun ulang kekuatan mereka dan mengahadapi kerajaan dalam serangan frontal.


Mereka menganggap bahwa Baron Lostov adalah pengecut karena menyerah begitu cepat tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. Tetapi Lostov tidak mendengarkan mereka dan lebih peduli dengan nasib dirinya dan penduduknya.


Seperti yang telah disepakati, kerajaan tidak melakukan penjarahan ataupun hal-hal buruk lainnya. Setelah kemanan penduduk dijamin dan harta serta properti mereka tidak akan dirampas secara paksa, mereka bersyukur atas hal ini. Pada akhirnya, tentara kerajaan dan penduduk berbaur dan bergaul satu sama lain.


Malam tiba ketika Issac berjalan memasuki mansion Savoy. Ada 150 tentara wanita yang berjaga di sana. Semuanya memberikan hormat pada Issac dan memberikan jalan untuknya.


Seorang pelayan yang bertanggung jawab untuk mengurus kebutuhan Maria mengantarkan Issac menuju kamar yang diisi oleh Maria. Setelah sampai di depan kamar, pelayan itu membukakan pintu dan menunduk, mempersilahkan Issac untuk masuk ke dalam.


Maria sedang membaca sebuah buku ditemani dengan secangkir teh hangat dan sepiring biskuit kering. Begitu menyadari kehadiran Issac, Maria meletakan bukunya dan tersenyum pada Issac.

__ADS_1


"Kau terlihat menikmati ya, Maria. Padahal kau ini tahanan perang."


"Ternyata ini jauh lebih santai daripada yang aku pikirkan. Tidak ada dokumen yang menumpuk, tidak ada bangsawan yang menjilat, dan tidak ada hal yang merepotkan lainnya."


Issac tersenyum kecut. mengambil salah satu kursi kosong, ia duduk di depan Maria.


"Well, apa kau mau selamanya seperti ini? Aku pikir jangan. Bakatmu akan sia-sia jika dirimu menjadi tawanan perang seumur hidup."


"Hei, tetapi itu tidak terlalu buruk kan? Maksudku, sejujurnya, aku menginginkan kehidupan yang tenang. Tidak masalah dengan betapa banyaknya pekerjaanku, aku hanya tidak ingin melihat orang-orang menjijikan itu lagi."


Menjijikan huh? Yang Maria maksud jelas adalah para bangsawan yang selama ini mengincar dirinya. Maria sendiri telah membatalkan pertunangannya dengan Ark Savoy yang kini sedang sibuk memberantas pemberontakan di bagian Utara kekaisaran Moskov.


Dalam pandangan mereka, Maria adalah wanita yang sempurna. Cantik, kaya, cerdas, dan berkharisma. Adalah hal yang asing pada era ini untuk melihat seorang wanita seperti dirinya.


Bahkan pangeran Nicholas, sang penerus tahta kaisar, juga berusaha untuk melamarnya meskipun ditolak berkali-kali oleh Maria. Bagaimana pun, Maria tidak bisa mempercayai mereka sama sekali. Dia tidak berniat untuk menjadikan lintah darat ataupun babi pemalas sebagai rekan sehidup sematinya.


"Terserah. Tapi yang jelas aku tidak berniat untuk menjadikan dirimu sebagai tawanan perang seumur hidup."


Dari balik jas yang biasa ia pakai, Issac mengeluarkan sesuatu. Dilihat sekilas, itu adalah surat yang entah isinya apa.


"Baca ini sekarang. Ada informasi yang harus kau ketahui sebagai seorang kepala keluarga Petersburg."

__ADS_1


Maria membaca surat yang dibawa Issac. Dia terlihat sedikit kaget, tapi hanya itu. Tentu saja itu membuat Issac penasaran. Seharusnya informasi yang ada di surat itu membuatnya terkejut kan?


"Kau mungkin berpikir kalau aku terkejut. Memang benar. Tapi aku tidak terlalu kaget. Cepat atau lambat, hal seperti ini pasti akan terjadi. Sejujurnya, kebanyakan yang mereka inginkan hanyalah asetku.


"Lagipula dalam banyak hal, aku juga menjadi sandungan bagi keluarga kaisar. Aku menentang perang ini secara tidak langsung, enggan mengeluarkan biaya peperangan, dan lain-lain.


"Hanya tinggal menunggu waktu untuk menyingkirkanku. Dan bagi mereka, sekarang adalah waktu yang tepat."


Sebagai informasi, apa yang tertulis dalam surat itu adalah perintah langsung dari kaisar kepada para bangsawan selatan Kekaisaran untuk 'menusuk' punggung Maria dari belakang.


Para bangsawan itu cukup ceroboh untuk tidak memusnahkan surat perintah itu dan malah menyimpannya dengan rapih. Mungkin karena surat itu berasal dari kaisar. Alhasil, intelejen kerajaan berhasil mencuri surat itu dari mereka.


Well, mereka gagal. Fakta bahwa para bangsawan itu melarikan diri ke wilayah mereka masing-masing itu berarti posisi mereka juga sangat terdesak.


Maria memasang wajah sedih. Mungkin tanpa ia sadari. Dia berdiri sendiri di kekaisaran Moskov tanpa ada backing. Dia tidak memiliki pendukung kecuali para bawahannya dan rakyatnya.


Issac menyentuh dagu Maria dan membuat wajah gadis itu menghadap ke arahnya. Seperti yang ia pikirkan, Maria mulai menangis.


Mereka saling berpandangan. Issac menghela nafas dan berdiri, ia lalu memeluk Maria yang mulai terisak. Setelah beberapa saat, Maria mulai tenang kembali. Untuk pertama kalinya, Maria mencium Issac.


Tentu saja malam itu tidak hanya selesai dengan ciuman. Seperti biasa, Issac mengambil keperawanan seorang gadis lagi malam itu.

__ADS_1


__ADS_2