
"Jadi Is. kau diam-diam pergi bersama Aurellia dari akademi dan menikmati waktu bersama!?"
W-wah, Seram! Kak Sasha tersenyum tetapi aku dapat melihat iblis berdiri di belakangnya! se-seperti yang diharapkan dari kak Sasha, energi sihirnya yang kuat bocor! aku yakin jika ada orang yang lewat dibelakang kami, mereka pasti akan merasa tercekik.
ketika tahu Aurellia telah menghilang dari akademi, seperti yang aku duga, semuanya menjadi heboh. termasuk kedua kakakku dan Lili. mereka langsung menebak bahwa dalang di balik hilangnya Aurellia adalah aku. itu... benar-benar mengerikan.
dan kenapa namaku langsung muncul di kepala kalian!?
sekarang disinilah aku. sedang berada di Arena pertarungan. yah, aku sedang disidang oleh kak Sasha, Kak Misha, dan Lili. aku rasa mereka berdua tidak terlalu mempermasalahkan tindakan ku. mereka sudah tahu sifat ku sih dan yang terpenting sudah menerimanya.
tetapi yang menjadi masalah tentu saja kak Sasha. dia tahu sifat ku dan karena itulah dia khawatir dengan keselamatan ku. ayolah, bukannya kau sudah tahu kekuatanku? tetapi sekali lagi, aku senang jika kak Sasha mengkhawatirkan ku.
oke, aku menyerah. sepertinya jalan terbaik untuk menenangkan kak Sasha adalah dengan mengakui bahwa itu semua salahku. aku membungkukkan badanku dengan penuh penyesalan dan akhirnya meminta maaf kepada kak Sasha. kemarahan kak Sasha mereda sih, tapi sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu sebelum akhirnya dihentikan oleh kak Misha.
"Bukankah itu sudah cukup Sasha? fufufu...kau selalu seperti itu ketika mengkhawatirkan Is ya. yahh, aku sadar kau sangat ingin melindungi adik tercinta ku ini, tetapi overprotektif itu tidak baik tahu."
"hmmm 'Adik ku' Kau bilang? hei! dia juga adikku tahu!"
Tapi kak Misha dengan santai mengabaikan Kak Sasha. pandangannya kini ter-arah pada ku.
"Is juga. aku tahu kalau kamu adalah lelaki yang aktif dan suka bertindak semaunya. aku pikir wajar saja jika kamu bermain dan pergi sesuka hati. tetapi lain kali, tolong kabari kita jika kau ingin pergi ke suatu tempat oke. jangan buat kami khawatir."
uhhh...aku merasakan sedikit nada kemarahan, tetapi rasa khawatir lebih dominan dalam perkataan kak Misha. aku benar-benar minta maaf!
"Ya sudahlah, Misha benar Is. maaf karena aku terlalu protektif terhadap mu padahal aku sadar kalau kamu jauh lebih kuat daripada kita berdua. tetapi tolong jangan membuat ku gelisah."
aku mengangguk. emosi kak Sasha sudah reda. ketegangan akhirnya hilang.
"Oke, aku tahu kalau kalian khawatir dengan kak Is, tetapi seharusnya kita disini untuk latih tanding kan? kalau ditunda lagi kita akan kehabisan waktu lho."
Gawat! Kenapa kami bisa melupakan tujuan kami yang sebenarnya!? dan kenapa juga keberadaan Lili hanya seperti angin!? y-yah, aku minta maaf Lili. aku akan meluangkan waktu untuk bercengkrama bersama mu lain kali.
Kak Sasha dan Kak Misha juga sepertinya lupa dengan tujuan kami yang sebenarnya. mereka hanya menggaruk kepala mereka sambutan nyengir. astaga orang-orang ini. innocent sekali mereka.
setelah kami berganti pakaian, kami langsung memasuki mode tempur. hanya mereka sih sebenarnya. aku hanya menjadi wasit disini. ini adalah pertandingan antara Kak Misha dan Lili. sekalian, Lili bilang dia ingin memenangkan turnamen musim gugur yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi. ini akan menjadi ajang persiapan untuknya.
Kak Misha mulai bersiap-siap. dia sudah memasang kuda-kudanya. pedagangnya telah teracung ke depan. dia siap menyerang kapanpun. begitu juga Lili. dia memutuskan untuk memperkuat skill berpedangnya.
kalau dibandingkan dengan Kak Misha, Lili memang punya keunggulan mutlak jika berbicara tentang kemampuan sihirnya. bahkan kapasitas mana nya lebih besar jika dibandingkan dengan kak Sasha sekalipun.
aku tidak begitu yakin jika kita berbicara tentang pertarungan jarak dekat, tapi yang jelas, bakat kak Misha sangat luar biasa dalam hal ini. meskipun begitu kelihatannya Lili juga sudah berlatih keras sebelum masuk ke akademi. ini akan menjadi pertandingan yang menarik.
"Bersiap.... Mulai!!"
begitu pertandingan di mulai Lili langsung menyerang Kak Misha secara Frontal. dia cepat! tetapi tusukan yang mengarah ke leher itu dengan mudah dihindari oleh kak Misha. tidak hanya itu, dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata, Kak Misha melancarkan serangan balasan kepada Lili.
itu serangan bertubi-tubi. Lili berusaha untuk menangkis dan menghindari semua serangan itu. bahkan dia sampai memakai jurus yang waktu itu menjadi truf miliki Via, Bishamonten.
itu adalah sihir penguat. tidak hanya penguatan anggota tubuh seperti tangan dan kaki. Indra mu juga akan diperkuat oleh Bishamonten. itu adalah sihir non elemental dengan tingkat konsumsi mana yang tinggi. mengingat kapasitas mana Lili yang besar, dia bisa menggunakan jurus itu dalam jangka waktu yang cukup lama.
__ADS_1
tapi bahkan dengan menggunakan itu, dia masih kesulitan untuk mengimbangi kemampuan berpedang Kak Misha. setiap Lili mengarahkan serangannya ke titik buta, Kak Misha telah melangkah lebih dulu sehingga serangan Lili menjadi mandul. kalau orang lain yang melihat kemampuan kak Misha, mereka akan berpikir kalau dia bisa melihat masa depan!
tentu saja dia tidak mempunyai kemampuan yang seperti itu. aku pikir itu semua berhubungan dengan bakatnya yang sangat luar biasa dalam berpedang sekaligus latihan yang sangat keras dari Ibu.
berkat itu, Kak Misha dapat dengan tepat melihat seluruh gerakan lawannya dengan jelas dan membaca seluruh pola serangan mereka. dalam batas tertentu, ia juga dapat meniru teknik yang digunakan oleh lawannya. termasuk gerakan yang digunakan oleh Lili sekarang.
hasilnya sudah jelas. itu kemenangan yang telak bagi Kak Misha. Lili terlihat agak sedih saat dia kalah, tetapi Kak Misha segera menghiburnya dan mengevaluasi hasil pertandingan tadi.
"teknik yang kau gunakan sangat hebat Lili. tetapi banyak gerakan mu yang sia-sia. cobalah untuk terus berlatih agar gerakan mu semakin tajam dan efisien. ngomong-ngomong sihir penguatmu tadi luar biasa. aku sampai kerepotan menghadapinya."
Lili mengangguk senang. jadi setelah itu dia meminta Kak misha untuk melatihnya. tentu saja kak Misha dengan senang hati menerima itu.
"Baiklah Is dan Sasha, sekarang giliran kalian!"
oh benar. ini adalah giliran ku dan kak Sasha. kali ini adalah pertandingan sihir. Kak Sasha sudah tahu aku kuat jadi dia merasa tidak perlu menahan diri ketika menghadapi ku. tidak masalah sih, toh aku juga ingin tahu sejauh mana perkembangan kak Sasha. karena itulah aku akan menyesuaikan kekuatan ku. sedikit di atasnya.
"Baiklah.... Bersiap...Mulai!!"
setelah mendengar aba-aba, Kak Sasha langsung mengeluarkan Sihirnya. dari kepalan kedua tangannya, bola sihir seukuran kelereng berwana emas muncul.
"Serang dia, GOLDEN BOLD!"
Itu elemen petir! tetapi kenapa bentuknya bola kecil? teknik bola kecil seperti ini digunakan oleh pengguna elemen api dan tanah karena damage mereka lebih besar. itu seperti kau tertembak oleh sebuah peluru.
aku berusaha menghindar tetapi sial, Aku terkecoh! diam-diam Kak Sasha telah merapalkan sihir paralyze! cih, tubuhku tidak bisa digerakkan!
begitu, Kak Sasha dapat merapalkan sihir ganda. seperti yang diharapkan darinya, dia sudah berkembang sejauh ini.
seketika cahaya keemasan menyinari arena pertandingan.
****
BUUUMMMM!!! Suara ledakan terdengar di Arena itu. kepulan asap terlihat di tempat Issac berdiri. Sasha senang! Sihirnya berhasil! itu mengenai Issac dengan telak.
melihat ini, Misha dengan marah membentak Sasha.
"Apa yang kau lakukan Sasha Bodoh!? itu berlebihan! Is pasti terluka karena serangan mu! sadarlah Sasha!"
Mendengar itu Sasha langsung sadar. dia melihat ke arah kepulan asap itu. lalu air mata keluar mengalir ke pipinya. dia benar-benar telah berlebihan. bahkan Issac sekalipun akan terluka parah jika serangan sebesar itu mengenai dirinya secara langsung.
"Eh, Sepertinya tidak seperti itu. lihat kesana."
Liliannei yang sadar bahwa ada yang tidak beres langsung menunjuk ke arah kepulan asap. itu sudah mulai menghilang. dari baliknya, muncul Issac dengan pakaiannya yang sudah compang-camping. tapi dia terlihat baik-baik saja.
"Aku Kalah kak Sasha, jadi mari hentikan pertandingan ini." Issac berkata seperti itu sambil mengangkat kedua tangannya. yah, sepertinya dia menyerah. pada akhirnya, pertandingan berakhir dengan anti *******.
melihat Issac yang selamat dari serangan itu hanya dengan luka kecil, Misha berlari ke arahnya dan memeluk Issac. Lilianne juga. hanya Sasha yang tidak seperti itu. dia terlihat murung dan langsung pergi dari arena latihan tanpa mengatakan sepatah kata pun.
****
__ADS_1
Malam harinya, di lingkungan asrama perempuan tahun keempat, seorang gadis dengan rambut berwarna keperakan berkepang dua sedang menatapi bulan di sebuah taman yang ada di dekat gedung asrama.
dia hanya diam. untungnya tidak ada seseorang pun yang melihat dia sehingga ia bisa dengan bebas melakukan apapun yang dia inginkan. gadis itu adalah Sasha, Kakak Issac.
dirinya masih menyesali perbuatan yang dia lakukan tadi siang. itu jelas, mau dipandang dari sisi manapun dia yang salah. dia termakan emosi. bukan, ini bukan soal Issac yang diam-diam pergi bersama Aurellia. meskipun dia marah, toh, Issac sudah minta maaf.
ini adalah masalah lain. dan ini sangat menggores harga dirinya. itu adalah fakta bahwa Issac, adik tercintanya yang sangat ingin dia lindungi semenjak mereka masih kecil, ternyata lebih kuat daripada dirinya.
Sasha merasa bahwa latihan keras yang selama ini dia lewati menjadi sia-sia. kenapa justru dia yang Issac selamatkan pada saat tragedi penyerangan di kemah musim panas?
berbagai pertanyaan, kekesalan, dan kemarahan berkumpul menjadi satu. itu perasaan yang sangat sulit untuk dijelaskan. dia tidak bisa membenci Issac. tetapi tetap saja, dia merasa dirinya tidak berguna.
"Halo Kak Sasha! sepertinya kau sedang banyak pikiran ya?"
Sasha, yang pikirannya sedang kemana-mana, terlihat tetap cuek dan menjawab sekenanya.
"Ohh, Is kah? yah begitu...EH!? KENAPA KAU BERADA DISINI!?" tentu saja dia kaget. kenapa bisa adiknya yang sedang berada dalam pikirannya, kini berada di sampingnya!
"Yahh, anggap saja itu Feeling seorang adik." Issac dengan santai menanggapi kekagetan kakaknya.
Sasha ingin pergi pada saat itu karena merasa sangat malu. tetapi Issac yang sudah duduk di sebelahnya langsung menahan Sasha agar dia tidak pergi. ada banyak hal yang ingin Issac dengar dari kakaknya.
"Maafkan aku atas kejadian tadi siang. aku sangat berlebihan karena terbawa emosi." Sasha meminta maaf atas kejadian tadi.
Issac menggeleng. baginya Sasha sama sekali tidak salah. yang ada sebenarnya Issac yang lengah karena dia salah mengukur kekuatan Kakaknya. yah, bagi Issa, Sasha sudah berkembang sedemikian rupa. setingkat dengan Grade satu.
"Kau tahu, aku selalu ingin melindungi mu semenjak kita masih kecil. kesadaran itu tumbuh begitu saja. dan semakin hari semakin besar ketika kami berdua, Aku dan Misha, selalu berhasil mengalahkannya mu dalam latih tanding.
tetapi seperti yang kau lihat, aku terlalu naif. aku tidak tahu latihan seberat apa yang kau lakukan sehingga kau menjadi begitu hebat. tetapi yang jelas, ketika aku diselamatkan oleh mu, aku senang. tetapi di saat yang sama, aku juga sedih karena orang yang seharusnya ku lindungi malah datang menyelamatkan kami dari bahaya."
Issac tersenyum. dia senang kakaknya mengeluarkan kekhawatirannya yang telah dia simpan selama ini. Sasha memang pemalu. katakanlah Tsundere. tetapi jika kau sedikit peka, maka kau dapat memahami bahwa dia adalah orang yang sangat baik lewat tindakannya.
ini cukup berbeda dari Misha. dia orang yang tenang dan cukup Cheerful. tetapi niat nya akan sulit untuk dibaca.
Issac dengan tenang mengelus rambut Sasha yang indah dan membawa Kakaknya dalam pelukannya, yang membuat Sasha nge-Blush.
"Kak Sasha, tahukah kau bahwa aku senang sekali hari ini. fakta bahwa kak Sasha terus berlatih keras selama ini demi menjadi perisai bagiku adalah penghargaan terbesar dalam hidupku. aku jadi merasa bahwa hidup ku ternyata memiliki harga. hahaha"
nah, sepertinya candaan Issac soal harga hidupnya garing, jadi dia berdeham dan memperbaiki posisi duduknya.
"Jadi mari kita berlatih dengan keras untuk saling melindungi satu sama lain. jika tiba saatnya kita bertarung bersama, aku sangat terbantu jika ada seseorang yang bisa aku percayakan punggung ku padanya."
mendengar itu, Sasha tersenyum. saling melindungi ya? itu sama sekali tidak buruk! kemurungannya hilang tanpa jejak. sekarang, moodnya sudah membaik. Issac yang menyadari itu akhirnya bersyukur. dengan begini, Sasha bisa terus berlatih dan berkembang tanpa harus mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu.
Issac juga senang melihat kakak tercintanya yang bahagia.
tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi. Sasha menarik kerah Issac dan...CHUU! Bibir merah Sasha yang kecil, indah, dan lembut menyentuh bibirnya! ini jelas-jelas ciuman!
"Ini adalah rasa terimakasih ku Is. terimakasih karena telah datang malam ini. sampai bertemu besok!"
__ADS_1
Sasha dengan riang mengucapkan selamat tinggal pada Issac dan pergi ke asrama nya. sementara itu Issac...masih tidak percaya bahwa ciuman tadi adalah sesuatu yang nyata. kakaknya sangat mengerikan!!