Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Berwisata Di Distrik Komersial Reichstaag


__ADS_3

kalau ada yang bilang para pelajar asing dari kerajaan Heinz itu sebagai pembuat onar dan tukang cari masalah, itu memang bukan isapan jempol belaka. seminggu yang lalu, dia menghabiskan semalaman untuk mengobrol dengan Margareth. Issac jadi mengetahui banyak hal yang terjadi di kekaisaran berkat dia.


dia tidak mengerti kenapa mereka suka sekali memancing keributan. mungkin jika mereka mencari masalah dengan rakyat biasa, Issac tidak akan kesusahan untuk menyelesaikannya. selama dia memberikan kompensasi dengan harga yang pantas, masalah itu bisa diselesaikan karena mereka tidak punya niat politis.


akan lain cerita jika yang dia hadapi adalah seorang bangsawan, ksatria, atau orang penting lainnya. kompensasi berupa uang saja tidak cukup. mereka akan meminta banyak persyaratan yang memberatkan lawan mereka. nuansa politik benar-benar terasa.


dia bersyukur Margareth mencatat semua masalah yang ditimbulkan oleh mereka. ini memudahkan Issac bernegosiasi dengan para 'korban' untuk resolusi penyelesaian masalah. sekesal apapun dia dengan kerajaan, dia tidak suka jika korban keributan memeras sesuatu dari kerajaan. Aurellia pasti akan kewalahan mengurusnya.


sebenarnya masalah ini bukan murni kesalahan anak-anak Heinz. geng bangsawan kekaisaran seringkali memancing keributan yang tidak-tidak sehingga para pelajar dari kerajaan terpancing emosinya. dia juga tidak mengerti kenapa mereka sangat emosional. tapi Issac punya beberapa petunjuk.


mereka yang dikirim kekaisaran adalah anak-anak bangsawan yang tidak memiliki hak untuk mewariskan nama keluarga mereka. jadi mereka berpikir kalau orang tua mereka membuang anak-anaknya dengan kedok menyekolahkan mereka ke luar negeri.


"Jadi, apa yang sekarang ingin kamu lakukan, Issac? kamu kesini untuk membereskan kekacauan yang mereka semua buat kan? aku mengerti ini berat untukmu. jadi jangan ragu meminta bantuanku, oke?"


Issac sekarang berada di kelas. karena jam istirahat, kelas sedang kosong. murid yang lain sedang makan siang di kafetaria akademi. Issac dan Margareth membawa makan siang yang dibuat oleh nyonya Heid jadi mereka tidak pergi ke sana untuk makan siang.


"Untuk sekarang, aku akan terus memantau perkembangan kasus ini. sekalian, aku ingin mencari bukti yang memberatkan kalau semua kekacauan yang dilakukan oleh pelajar dari negeri kita bukan murni kesalahan mereka."


jika dia memiliki bukti itu, dia bisa menyelesaikan semua kasus ini dengan biaya yang kecil. Margareth sepertinya setuju dengan tindakan yang Issac yang dipertimbangkan matang-matang. dia tahu kalau Issac dikirim oleh raja dan para pejabat sebagai duta untuk kekaisaran dan Margareth telah diminta ayahnya untuk membantu Issac.


"ngomong-ngomong Margareth. apa kau mau menemaniku berkeliling di Reichstaag Minggu ini? kau sudah mengenal Reichstaag jauh lebih lama dibandingkan dengan diriku."


Margareth terlihat mempertimbangkan sesuatu. tetapi sepuluh detik kemudian, dia mengangguk.


"tenang saja! aku pasti akan menemanimu berkeliling ibukota. tapi pastikan kamu menyiapkan stamina yang cukup! Reichstaag jauh lebih besar daripada Venz!"


baiklah, kegiatan di hari minggu ini sudah ditentukan! ada banyak hal yang ingin Issac lihat selama dia berada disini.


****


"Hei, kalian tahu. tahun ini akademi kedatangan murid pindahan yang unik. dia berhasil masuk ke kelas S hanya dengan sekali coba!"


"Maksudmu murid pindahan dari kerajaan yang lemah itu? cih, paling-paling dia tidak berbeda jauh dari yang lain! dia hanya sedikit lebih cerdas saja dari para monyet itu!"


akademi kekaisaran memiliki banyak gedung dan ruang kosong. sama seperti di Heinz, gerombolan elit yang manja dari kekaisaran ini menggunakan salah satu ruangan itu sebagai tempat mereka berkumpul. kalau Issac melihat gerombolan ini, dia hanya akan berpikir kalau mereka tidak lebih dari anak manja yang kebetulan lahir dari keluarga kaya.


"Kalau begitu, apakah kita akan melakukan sesuatu padanya? seperti yang biasa kita lakukan pada berandalan itu?"


"Tentu saja kan? kita hanya melempar umpan dan biarkan dia mengambilnya! setelah itu, kita akan mendapatkan banyak mangsa!"


sama seperti Issac. sepertinya kegiatan mereka juga sudah ditentukan.

__ADS_1


****


waktu itu, Issac hanya lewat saja di distrik komersial. tapi dia benar-benar tidak menyangka kalau area perbelanjaan di Reichstaag akan seluas dan seramai ini!


meskipun lebih ramai dan padat, tata letaknya lebih rapih dan tertib. jalannya lebih rapih dan lebar. berbagai karavan dagang dan orang-orang silih berganti melintasi jalanan ini. Issac tidak bisa membayangkan seberapa besar uang yang berputar disini.


Margareth terlihat sangat cantik hari ini. dia menggunakan gaun Maxi lengan panjang berwarna merah muda. serasi dengan warna rambutnya. mata Heterochromianya lebih bersinar daripada biasanya.


"maaf menunggu lama, Issac."


"Tidak apa-apa. aku sengaja datang lebih awal karena ingin menikmati suasana disini lebih lama. tapi Margareth....kenapa kau membawa mereka berdua?"


Margareth tidak sendirian. Angelica sengaja diajak oleh Margareth. oke, dia masih bisa mengerti hal itu. tapi Agatha?


"Jangan salah paham. aku kesini hanya untuk memastikan kalau kau tidak melakukan sesuatu yang aneh seperti kawan-kawanmu yang lain."


Tsundere...dia benar-benar Tsundere! oke, lupakan tentang itu. Mereka berdua juga memiliki penampilan yang sama cantiknya dengan Margareth. Angelica misalnya. dia menggunakan gaun Maxi lengan panjang berwarna krem.


tapi penampilan paling eksotis adalah penampilan Agatha. dia mengharapkan gaun Maxi juga tapi tanpa lengan. gaun itu juga tidak menyentuh mata kakinya. tetapi berhenti di lutut. gaun hitam benar-benar cocok dengan dirinya.


Issac memulai tournya dengan ketiga gadis itu. mereka mengajak Issac berkeliling dan menjelajahi berbagai sudut yang ada di distrik komersial. mereka juga mengajaknya untuk jajan di berbagai kios dan gerobak yang menggelar lapaknya di sana. awalnya mereka ingin bayar masing-masing. tapi sebagai bentuk terimakasih, Issac mentraktir mereka semua.


selain jajan di kios pinggir jalan, Issac juga diajak untuk mampir ke sebuah toko yang sangat menarik minatnya, toko buku. saat dia masuk, berbagai jenis buku dipajang disana. mulai dari novel romans picisan sampai buku yang memiliki nilai sangat tinggi.


"hahhh...kamu terlalu banyak berterimakasih ya, Issac. tapi kalau kamu bilang itu kenapa enggak? aku akan pilih semua yang kusuka!"


Angelica paling antusias jika sudah berbicara tentang buku. Margareth dan Agatha juga tertarik dengan beberapa buku. mereka akhirnya menyusuri seluruh toko buku.


"hei tuan penjual, apakah ini seluruh buku yang kamu miliki?"


tuan penjual yang baru saja menulis catatan keuangan di mejanya menatap Issac. dari penampilannya, dia benar-benar pelanggan yang potensial!


"Sebenarnya kami masih memiliki banyak koleksi yang menarik! jika tuan pelanggan mau, saya akan ajak anda ke dalam! mari, ikuti saya!"


Issac mengikuti tuan penjual masuk lebih dalam ke tokonya. tempatnya agak gelap dan suram. mungkin karena jarang orang yang tertarik dengan buku-buku yang ada disini.


di dunia ini, buku menjadi komoditas yang mahal. selain karena harga kertas yang mahal karena teknologi produksinya belum semaju dunia modern seperti di kehidupan Issac yang sebelumnya, mesin cetak juga tersedia secara terbatas dan sedikit. jadi kebanyakan penulis menggunakan tangan untuk menulis karya mereka. hanya keluarga bangsawan yang memiliki mesin cetak atau keluarga kaisar. orang biasa jelas-jelas lebih memikirkan uang untuk makan esok hari daripada membeli sebuah buku.


seperti yang dikatakan tuan penjual, koleksi buku disini lebih beragam. ada buku tentang teknik penempaan besi, ilmu tentang pertanian dan peternakan, dan teknik sipil yang mencakup pembuatan kanal, benteng, saluran irigasi, jembatan, dan jalan raya. ada juga catatan petualangan seorang pengembara. ini semua adalah harta benda yang berharga!


"darimana kau mendapatkan seluruh buku ini, tuan penjual?"

__ADS_1


"macam-macam. tapi kebanyakan seseorang menjual buku-buku ini karena mereka sedang membutuhkan uang. mereka menjual semua ini kepadaku dengan harga yang sangat murah!"


ah, ini dia! inilah yang Issac cari selama ini!


"tuan, bagaimana jika kita membuat kesepakatan."


"hmmm? kesepakatan macam apa itu?"


"aku akan membeli sebagian besar buku yang ada disini. aku tidak butuh diskon. tapi sebagai gantinya, kirimkan aku nama dan alamat orang-orang yang menjual buku ini. sepakat?"


"kau benar-benar ingin membeli sebagian besar buku ini?! untuk itu, kau harus mengeluarkan beberapa koin platinum karena ini adalah barang yang berharga!"


Issac mengeluarkan sepuluh koin platinum kekaisaran dari sakunya. sebenarnya itu berasal dari sihir spasialnya tapi mari kita lewatkan detailnya.


"apakah ini cukup?"


"Tidak!! itu terlalu...."


kalau begitu akan aku tambah."


Issac mengeluarkan Lima koin platinum lagi dari sakunya. tuan penjual kelihatannya sangat shock dengan hal itu.


"Tunggu!! aku belum selesai bicara! itu terlalu berlebihan! tiga koin platinum saja sudah cukup!!"


Issac hanya mengangkat bahunya dan menyisakan Lima koin platinum di tangannya. dia punya lebih dari lima juta koin kekaisaran. Lima koin ini hanya recehan saja.


"Ini, aku lebihkan dua koin. anggap saja sebagai bentuk persahabatan. sana, buatkan aku daftar nama dan alamat orang-orang yang menjual buku ini padamu. aku membutuhkannya sekarang juga."


"siap bos! laksanakan!"


begitu tuan penjual itu keluar dari ruangan ini, Issac mengaktifkan sihir spasialnya dan memasukkan sebagian besar buku yang ada disini ke dalamnya. untuk mencegah kebocoran, dia akan melemparkan sihir yang menyebabkan tuan penjual tidak pernah memikirkan tentang sihirnya.


Issac keluar setelah memasukkan semua bukunya, Issac berjalan keluar. ternyata tuan penjual sudah selesai membuat daftar yang dia butuhkan. para gadis juga telah memilih buku mereka sendiri.


"semua ini jadi berapa paman?"


Angelica bertanya pada tuan penjual. sepertinya dia dan lainnya telah memutuskan untuk membayar belanjaan mereka sendiri.


"Tidak, tidak, tidak! hari ini aku sedang mengadakan diskon khusus! semua buku yang kalian pilih sudah dibayar oleh tuan ini! terimakasih tuan! datang kembali!!"


Angelica, Agatha, dan Margareth sama-sama bingung. diskon? sejak kapan paman yang pelit itu memberikan sensei diskon?

__ADS_1


"Issac, apa yang kau lakukan?!"


Agatha menatap Issac dengan tajam. sementara Issac hanya mengangkat bahunya dengan santai. entahlah. dia tidak melakukan apapun. yang penting, dia punya rencana baru untuk kedepannya.


__ADS_2