Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 50: Suka Cita Sasha


__ADS_3

"tch, kenapa bisa anak itu gagal!"


Di ruang VIP, Gustave Conrad menjadi sangat frustasi ketika melihat kekalahan Frans terjadi di depan matanya. mungkin baik-baik saja jika Frans kalah dengan orang yang Gustave anggap kuat.


tapi dia kalah dengan si Starfall, orang yang paling lemah dari keluarga Randall! kenapa bisa begitu?! ini tidak lucu! baginya Issac adalah sampah yang mengganggu kemilau cahaya para bangsawan. seluruh tindakannya sama sekali tidak menggambarkan bagaimana seorang bangsawan yang seharusnya.


itulah kenapa dia menganggap bahwa Issac adalah iregularitas yang harus disingkirkan.


Gustave melemparkan pandangannya ke arah Geitz yang belum pulih total dari kekalahannya tadi. baik mental atau fisiknya sama-sama terluka. tapi mana mungkin Gustave menyadari hal itu.


"Geitz, bukankah kau mengatakan bahwa bakat anak itu sama sekali tidak mencolok!? Kalau benar begitu kenapa Frans bisa kalah dari anak itu?!"


Geitz yang masih marah atas kekalahannya ingin sekali meninju wajah Gustave. tapi tidak jadi. jika dia benar-benar melakukan itu, posisinya akan hilang di fraksinya.


"Bahkan jika anda bertanya, saya juga tidak tahu. ketika saya masih di wilayah Randall, dia selalu kalah ketika latih tanding dengan kedua kakaknya. sepertinya dia sedikit bertambah kuat."


Gustave lagi-lagi mengklik lidahnya. dia jelas tidak puas dengan jawaban Geitz.


"Tapi ini agak menarik. bukankah dia mendapatkan gelar Baron dari raja setelah berhasil menyelamatkan tuan putri dari sergapan para monster? setidaknya itu membuktikan bahwa dia cukup kuat untuk melindungi seorang putri."


Di samping Gustave, Bernard Rutsell, pewaris keluarga Earl Rutsell berusaha memberikan pendapatnya. Geitz yang menggelengkan kepalanya.


"Ceritanya tidak seperti itu. yang membantu Putri Aurellia adalah para petualang senior dan ketua Guild Romeon yang berinisiatif untuk menyusul mereka ketika membaca pergerakan monster yang tidak wajar. Kurasa Bocah bajingan itu hanya ikut untuk membuat tenar namanya sendiri."


Bernard dengan santai menyenderkan punggungnya ke kursi lalu meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya. masuk mode santai.


"Begitukah? yah tidak masalah juga sih. aku hanya penasaran apakah bocah berumur 13 tahun akan terpikirkan untuk melakukan hal itu."


sambil menenggak anggurnya, Bernard melanjutkan,


"Baiklah begini saja, mari kita awasi pergerakan dia terus menerus sembari mengukur seberapa kuat dan mengancam dirinya. mau bagaimana-pun, dia masih termasuk keluarga Randall bahkan seorang Baron. dia juga punya citra baik di mata Raja. rencana setengah matang untuk menyingkirkannya hanya akan mendatangkan bencana untuk kita."


Gustave langsung menerima proposal itu.


"Sepertinya itu lebih baik. Bernard, akan ku serahkan pengawasan bocah itu padamu. kau boleh mengambil tindakan apapun yang berkaitan dengan pengawasannya."

__ADS_1


Bernard mengangguk mendengar instruksi Gustave. "Dipahami, tuan."


setelah itu mereka langsung melanjutkan pesta sambil menonton pertandingan lainnya.


****


aku akhirnya berhasil mengalahkan Frans dalam pertandingan pertama ku. sejujurnya Frans itu kuat. mungkin setara dengan Misha nee-san dalam ranah ilmu berpedang. sepertinya dia menghabiskan banyak waktunya untuk terus mengasah kemampuannya.


aku tidak tahu perasaan Frans. apakah dia marah ataupun sedih pada saat aku kalahkan. tapi entah kenapa aku melihat kelebat eskpresi puas di wajahnya.


yah kurasa teman ku akan bertambah satu nanti.


aku langsung kembali menuju tempat duduk penonton. mata para murid dan guru tertuju ke arahku. nah, jangan menatapku seolah aku adalah alien oke!


"Hei, Is! sejak kapan kau menjadi begitu kuat?! kamu bahkan dapat menghindari semua serangan si Albatros itu dengan tenang."


aku hanya tersenyum kecut saja mendengar itu dari Misha.


"Percayalah, aku tidak setenang itu saat mengatasi serangan tadi. salah satu langkah, dan aku akan babak belur oleh serangannya."


"Kalau itu Misha, pasti akan bisa mengalahkannya lebih cepat dari ku." uuuhh wajah Misha nee-san Memerah! lucunya!! mungkin jika sendirian aku akan langsung mendorong nya ke kasur!


sementara itu Sasha agak cemberut. eh kenapa ya? nah jika kau Menang akan ku beri tepukan di kepala oke?


akhirnya pertandingan berlanjut. kali ini Sasha akan melawan Keyn Hill. dia adalah anak yang akan mewarisi keluarga Hill, salah satu dari tiga keluarga Ksatria yang berpengaruh di kerajaan.


yah aku tidak suka sifatnya. dia seperti anak bangsawan lainnya. dia memang kuat. tapi bahkan masih banyak yang lebih kuat daripada dirinya. ketika dia kalah, dia akan langsung memanggil ayahnya dengan alasan 'membalaskan dendam' karena telah menghina dia.


sampah seperti itu ternyata tetap ada meskipun ini Isekai.


mari kita lihat apa yang akan lakukan pada Hill itu.


****


"Hoi Sasha, mari kita bertaruh. jika aku menang, tidurlah malam ini bersama ku." begitu kata Keyn Hill ketika dia dan Sasha sudah saling berhadapan.

__ADS_1


wajah Sasha menunjukkan ekspresi jijik.


"Maaf, tapi aku sudah punya pria yang ku sukai. lagipula kau sama sekali bukan tipeku."


"Oh ya? apakah aku boleh tahu siapa pria yang kau suka itu?" Keyn tetap berusaha tenang tapi amarah berkobar dalam dadanya.


Jangan bercanda! siapa pria yang disukainya itu?! dia sudah menunggu selama tiga tahun untuk mendapatkannya tapi ditolak mentah-mentah? bahkan ekspresi jijik muncul di wajah gadis itu!


"Maaf tapi itu bukan urusanmu. kau tidak perlu tahu seluk-beluk kehidupan pribadi ku."


Kali ini Keyn Hill tidak bisa lagi menyembunyikan rasa marahnya. wajahnya memerah. urat muncul di dahinya.


"Tetapi bertaruh dengan mu tidak buruk. baiklah jika aku yang menang kau harus merangkak di tanah sambil menggonggong layaknya anjing selama 10 menit. bagaimana?"


"HAHAHA! BAIKLAH JIKA ITU MAU MU. AKU TIDAK SABAR MELIHAT WAJAH MU DI TEMPAT TIDUR KU MALAM INI!"


Tawa menjijikkan keluar dari mulut Keyn Hill sementara Misha hanya menatapnya dengan wajah dingin.


Wasit memberi mereka aba-aba. keduanya bersiap. saat hitungan selesai, Keyn Hill langsung mengeluarkan sebuah bola api yang berukuran sangat besar dan melesat menuju ke arah Sasha.


Bola api itu menabrak Sasha dan...ledakan yang cukup besar muncul dari bola api itu. Keyn tertawa. dia sudah menang! jika terkena bola api dan ledakan sebesar itu bahkan seorang mage yang handal pun tidak akan bisa lolos tanpa luka. apalagi jika seorang anak berusia 15 tahun yang terkena itu. dia tidak akan bisa bertarung lagi!


atau setidaknya itulah yang ada di pikirannya ketika dia melihat ternyata Sasha dalam keadaan baik-baik saja. bahkan tidak ada satupun goresan yang dia miliki.


"Hohhh, sepertinya kau tercengang ya. baiklah mari ku jelaskan. sihir mu memang besar. daya ledaknya juga kuat. tapi barrier yang ku pasang bahkan jauh lebih kuat dari itu. nah mari sudahi obrolan ini. sekarang giliran ku."


Sasha merapal sihirnya. rapalan itu sangat cepat. tiba-tiba disekelilingnya muncul lingkaran sihir kecil yang berjumlah lima lingkaran. dari lingkaran itu kemudian muncul api yang berbentuk seperti burung Pipit.


saat Sasha menunjuk ke arah Keyn, kelima burung itu melesat menuju Keyn. sesaat dia ingin meremehkan tapi alarm yang ada di kepalanya seolah berbunyi. serangan itu jauh lebih berbahaya daripada sihir miliknya.


dia ingin memasang perisai tapi terlambat. kelima burung itu mengenai tubuh Keyn dan membuat dirinya tertelan dalam ledakan yang besar.


saat api padam, Keyn Hill sudah tidak bisa bergerak lagi. seluruh tubuhnya terkena luka bakar yang cukup parah tetapi masih bisa disembuhkan. dia sudah tidak bisa bertarung lagi.


pemenangnya sudah diputuskan. Sasha berhasil memenangkan babak pertamanya!

__ADS_1


__ADS_2