
"Nak, makan malam sudah hampir siap. kalau kamu ingin makan bersama, jangan lupa untuk turun ke bawah lima menit lagi, oke?"
mendengar suara nyonya Heid dari pintu kamarnya membuat Issac terbangun dari tidur lelapnya. tadi, begitu dia selesai menghubungi para kekasihnya, Issac jatuh tertidur. mau bagaimana lagi, dia belum tidur sama sekali selama dua Minggu.
"Baiklah nyonya, aku akan segera turun ke bawah."
sebelum turun, dia mengeluarkan sesuatu dari sihir spasialnya. tujuh bingkai foto dengan masing-masing foto Issac dengan salah satu pasangannya. dan yang paling besar, foto Issac dengan mereka berenam. dia meletakkan itu di bagian paling atas sebuah rak yang akan dia isi dengan buku-buku.
Sempurna! Issac keluar dari kamarnya dan turun ke bawah. harus diakui, indekos ini membuat dirinya merasakan nostalgia dari kehidupannya lamanya. ketika di perguruan tinggi dulu, Issac yang dulu bernama Thomas, mengambil sebuah tempat kos yang paling murah. tentu saja tempatnya sempit. tapi pemilik kosan disana adalah orang yang sangat baik. setiap akhir bulan, mereka selalu memberikan ia makanan gratis. mereka juga orang tua yang lembut dan penyayang.
di bawah, Nyonya Heid sedang menata meja dan hidangannya. dia dibantu oleh dua pelayannya. dilihat dari porsi yang nyoya Heid buat, pasti ada penghuni lain disini.
"kamu sepertinya sedang memikirkan sesuatu ya? tentu saja, ada penghuni lain disini sepertimu. tetapi mereka belum kembali dari akademi. mungkin sekitar sepuluh menit lagi mereka akan sampai."
"ternyata seperti itu. kalau aku boleh tahu bibi, siapa saja penghuni indekos disini?"
"hmmm... sepertinya mereka semua sama sepertimu. mereka adalah anak-anak bangsawan terkemuka di kekaisaran. ah kalau aku tidak salah ingat, ada yang berasal dari kerajaan Heinz juga!"
"Ehhh! dari kerajaan juga? seperti apa orangnya?"
"hahaha.... kamu bisa melihatnya sendiri nanti nak. ah iya, kalau kamu tidak keberatan, bisakah kamu membantuku membawa minuman yang aku siapkan kesini?"
"Tentu, dengan senang hati nyonya."
Issac segera pergi ke dapur dengan para pelayan dan membawa tiga botol Vodka di nampannya. sementara dua pelayan yang mengikutinya membawa enam gelas dan satu ember besar berisi es batu.
"Kami Pulang!! permisi nyonya Heid!"
__ADS_1
"Ara...mereka sudah pulang. selamat datang kalian berdua."
dua gadis masuk ke ruang tamu. mereka seumuran dengan Issac. satu memiliki rambut ungu kehitaman yang panjangnya menyentuh punggung. kesan Issac pertama kali padanya adalah bahwa dia adalah orang yang kalem dan tenang.
berbeda 180 derajat dengan gadis yang berdiri di sampingnya. dia adalah gadis berambut pirang yang ceria dan aktif. meskipun Issac tahu, kalau sedang serius, gadis berambut pirang itu bisa sangat mengerikan.
"Are.... kelihatannya kita kedatangan penghuni baru disini? siapa namamu?"
Gadis pirang itu dengan manisnya memiringkan kepalanya sambil bertanya-tanya. dia melihat Issac dari ujung rambut hingga ujung kakinya dengan pandangan tertarik. hei, aku menemukan mainan baru! mungkin begitu yang dia pikirkan.
"Angie, jangan berlebihan! perkenalkan, dia adalah Issac Starfall. mulai hari ini, dia adalah penghuni baru di mansion ini. aku harap kalian saling akur ya."
"Salam kenal semuanya. aku Issac Starfall. aku pergi dari kekaisaran dari kerajaan untuk melanjutkan pendidikanku di sini. mohon bantuannya."
Issac sedikit menundukkan badannya pada kedua gadis itu. sama seperti Nyonya Heid sebelumnya, mereka juga terkesan dengan kesopanan Issac.
"Jangan mengatakan hal yang terdengar aneh, Angie bodoh. aku Agatha Von Schafer. Senang berkenalan denganmu."
Setelah menjitak kepala Angelica, Agatha memperkenalkan dirinya sendiri. dia cantik seperti Angelica, hanya saja dengan kecantikan yang berbeda.
Issac mengingat-ingat sesuatu. Mariendolf ya? dia pernah dengar nama itu. kalau tidak salah...
"baiklah, bagaimana kalau kita ke meja makan sekarang?! aku sudah tidak sabar menyantap masakan lezat buatan nyonya Heid!"
"Kamu selalu tidak sabar ya, Angie. baiklah kalau begitu. ayo kita ke meja makan!"
Mereka dengan bersemangat pergi untuk makan malam. di meja, semua makanan sudah terhidang. menu utama malam ini adalah sebuah steak panggang dengan taburan caviar mahal di atasnya. steak itu dibaluri saus yang terbuat dari Wine berkualitas tinggi dan dicampur oleh rempah-rempah yang mahal.
__ADS_1
dan tebakan Issac benar. steak ini sangat lezat! dagingnya sangat empuk dan begitu masuk ke mulut, daging itu seolah-olah mencair. bumbunya yang meresap hingga dalam juga menambah kelezatan dagingnya. rasa asin, gurih, sedikit manis, dan sedikit sensasi pahit benar-benar membuat selera makannya bangkit! Nyoya Heid memang koki yang sangat hebat.
"Ah benar jua Angie, ah maksudku Angelica. kau benar-benar berasal dari keluarga Mariendolf bukan?"
"Aku tidak keberatan jika kamu memanggilku Angie tahu? itu benar, aku memang berasal dari keluarga Mariendolf. apakah ada sesuatu?"
"Ya. bagaimana aku harus mengatakan ini? maksudku, sebenarnya kita bertetangga."
"Eh, bertetangga? maksudmu? tunggu, jangan bilang kamu..."
"iya, aku berasal dari keluarga Randall. sama seperti Margrave Mariendolf yang menjaga perbatasan antara Kekaisaran dan kerajaan, ayahku sebagai Marquis juga menjaga perbatasan antara kerajaan dan kekaisaran."
Angelica sangat terkejut begitu mendengar bahwa Issac adalah anak dari keluarga Randall. matanya menjadi lebih berbinar saat itu juga.
"Kalau begitu, itu memang benar! aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini! aku pernah berkunjung kesana waktu berumur sepuluh tahun! harus diakui kalau kota Romeon lebih makmur daripada tempat keluargaku. para penduduk tersenyum dan sangat ramah! mereka tidak pernah pelit untuk berbagi pada sesama."
mereka ternyata langsung dekat satu sama lain! padahal mereka baru bertemu setengah jam yang lalu. Angelica banyak bercerita tentang kegiatan dia selama di kekaisaran. termasuk mampir ke Lily sweet house yang berafiliasi dengan La-Sa Guild serta bersenang-senang di penginapan yang memiliki pemandian Air panas. meski itu hanya air panas buatan.
"Kalau begitu, sebagai bentuk persahabatan kita, aku akan membawamu berkeliling akademi besok pagi! kamu juga akan ikut kan, Agatha?"
"boleh saja, aku tidak keberatan sama sekali."
Agatha yang daritadi diam menikmati makan malamnya kini membuka mulutnya. dia jelas tidak seperti Angelica yang mudah akrab dengan siapapun.
Agatha adalah tipikal orang yang tenang dan mengawasi segalanya dari belakang. dia juga memiliki sikap kritis dan skpetisme yang tinggi. dia tidak mudah percaya orang lain. tapi sekalinya dia mempercayai seseorang, dia akan memberikan segalanya untuk orang itu. setidaknya, begitulah kesan pertama Issac ketika melihatnya.
"Kalau begitu, sudah diputuskan! Minggu pagi besok, kita akan berkeliling akademi!"
__ADS_1
dan itulah ceritanya. Issac langsung mendapatkan dua teman di hari pertamanya begitu masuk ke mansion ini. mereka mungkin akan menjadi teman yang bisa diandalkan. dan mungkin agak sedikit.... merepotkan.