
Satu Minggu kemudian, Issac dan yang lainnya berangkat menuju wilayah Mariendolf yang terletak di timur Reichstaag. Perjalanan akan menghabiskan waktu sekitar 15 hari. Tapi berkat kendaraan Issac, mereka akan sampai di hari ke-13.
Issac sendiri belum pernah ke Mariendolf. Tapi karena jarak antara wilayah Mariendolf dan wilayah Randall tidak terlalu jauh, ada kemungkinan kondisi geografisnya tidak berbeda jauh dengan wilayah Randall.
"Hei, Angie! Bisakah kamu menceritakan kepada kami tentang wilayah Mariendolf? itu terdengar seperti tempat yang menyenangkan."
Angelica seperti sedang bernostalgia. Sepertinya tempat itu memang istimewa bagi dirinya ya? Senyuman itu membuat suasana hati yang lain juga membaik.
"Karena itu adalah tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan, jadi tentu saja, kota Mariendolf Sangat menyenangkan. Semua orang di sana tersenyum. Anak-anak bermain dengan riang gembira dan para orang tua yang meneriaki mereka untuk hati-hati. Semua itu masih terngiang di kepalaku."
"Begitu ya. Aku rasa wilayah tempat kita lahir memang memiliki banyak kemiripan ya?"
"Eh? Apakah wilayah Randall juga seperti itu?"
"Tentu saja. Anak-anak bisa bercanda dengan riang bersama kawan-kawannya, makan yang kenyang, lalu tidur pulas. Jika ada yang terlantar, mereka akan dibawa ke panti asuhan dan menemukan Keluarga baru di sana. Benar-benar tempat yang menyenangkan."
"Oh ya? Tapi di tempatku, semua orang bisa mendapatkan pekerjaan dan gaji yang bagus! Mereka juga bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak! Hebat bukan?"
"Eh? Di Randall juga sama saja kok. Bahkan lebih rapih dan bersih. Tidak ada sampah yang berserakan dan tidak ada orang yang membuang kotorannya sembarangan di pinggir jalan ataupun sungai."
Tunggu dulu! Kenapa mereka malah ribut dan saling bersaing!? Margareth dan Lilianne sangat kesal! Agatha sebagai sahabat baik Angelica langsung mencubit paha Issac. Sementara Carolina, yah, dia hanya tertawa seolah menemukan tontonan yang menarik!
__ADS_1
"Nee~~Issac! Aku tahu kalau kamu sangat bangga dengan tempat kelahiranmu tapi...."
"Kalau persahabatan kita sampai bermasalah karena hal seperti itu~~~"
Sensasi dingin menjalar dari punggungnya! Meskipun mata mulut mereka tersenyum tapi matanya tidak! Kedua pundaknya di cengkram oleh dua kekasihnya.
Nah, sebenarnya persahabatan mereka jelas tidak akan hancur hanya karena masalah seperti itu. Toh, Issac juga sering bersaing dengan Angelica. Di kelas misalnya. Saat ujian, mereka berdua berusaha untuk mendapatkan nilai terbaik walaupun hasilnya sudah ketebak dari awal.
Kedua kekasihnya hanya sedikit iri. Issac belum pernah memperlihatkan sifat kekanak-kanakan seperti itu pada Margareth maupun Lilianne. Juga kepada kekasihnya yang lain. Yah, kalau yang lainnya ada di sini, mereka pasti juga akan iri.
Tapi semuanya baik-baik saja. Berkat perdebatan tidak berguna antara Issac dan Angelica, suasana di kereta semakin meriah!
Begitu mereka sampai di depan mansion keluarga Mariendolf, ayah Angelica, Ulrich Von Mariendolf telah menunggu mereka. Dia sangat senang karena anaknya kembali ke Mariendolf.
"Aku pulang Ayah!"
Angelica langsung memeluk Ulrich begitu turun dari kereta kuda. Ayahnya juga memeluk Angelica dengan erat. Gadis ini adalah anak semata wayangnya. Margrave Mariendolf tidak memiliki anak lain. Jadi kelak, Angelica lah yang akan menjadi kepala keluarga selanjutnya.
Tapi sebagai seorang ayah, itu berat baginya. Bukan hanya karena Angelica adalah seorang wanita tetapi menjadi kepala keluarga adalah pekerjaan yang berat. Selain mengurus warganya, ia juga harus berhadapan dengan para bangsawan busuk lain kelak.
"Wah, kalau bukan putra dari Arthur. Kalau tidak salah, namamu adalah Issac, kan? Senang bertemu denganmu nak. Terimakasih telah banyak membantu putriku waktu itu."
__ADS_1
Ulrich membungkukkan badannya ke arah Issac. Sementara itu dengan agak canggung, Issac langsung mengatakan kalau Margrave tidak perlu melakukan sesuatu seperti itu. Mau bagaimana pun, Angelica adalah sahabatnya.
"Kalau begitu akan merepotkan. Mungkin tidak sekarang, tapi pasti aku akan membayar semua utangnmu nanti. Ngomong-ngomong, ayo masuk ke rumah dulu. Istriku sudah menyiapkan sesuatu yang lezat untuk kalian semua."
Ulrich langsung mengajak yang lainnya untuk masuk ke dalam. Karena sudah waktunya makan siang, yang lain juga sudah lapar. Ternyata benar, nyonya Mariendolf telah menyajikan makanan yang lezat untuk mereka. Semuanya dengan lahap menyantap makanan mereka.
"Benar juga, Issac. Bagaimana keadaan ayahmu? Apakah dia masih sehat?"
"Tentu saja. Ayah masih sehat seperti biasanya. Hanya saja, dia sudah menyiapkan diri untuk pensiun dari kepala keluarga."
Ulrich terkejut? Pensiun? Kenapa? Bukankah selama ini dia masih sehat-sehat saja. Bahkan mereka telah melakukan beberapa pertemuan sebelumnya. Mungkinkah dia sakit?
"Sepertinya bukan itu masalahnya. Ayah hanya tidak ingin membawa gelar dan tugas itu hingga dirinya wafat. Kelihatannya sih, ayah hanya ingin berusaha hidup tenang dengan dua istrinya yang cantik."
"Hahaha! Ternyata begitu! Memang, Arthur beberapa kali mengatakan tentang hal itu. Tapi tidak kusangka dia akan serius dengan kata-katanya!"
Arthur Randall sudah menyiapkan banyak hal untuk pensiun. Dia bahkan secara resmi telah menunjuk Albert Randall untuk menjadi penerusnya. Tentu saja ini membuat Geitz sangat marah dan tidak mengakui hal itu. Mungkin, sekarang dia sedang mempersiapkan banyak hal untuk merebut apa yang ia katakan sebagai 'hak'nya.
Yah, itu merepotkan. Karena Randall telah membangun hubungan baik dengan Starfall, Issac juga harus mengcounter Geitz. Kelihatannya dia telah meminta bantuan pada Duke Conrad untuk masalah ini.
Makan siang terus berlanjut dan mereka semua akan beristirahat hari ini. Besok, mereka akan memulai penyelidikan yang sesungguhnya.
__ADS_1