
Sudah enam bulan lamanya setelah aku kembali dari Venz. Sekarang aku sudah berada di wilayah Randall. segalanya berjalan dengan baik dan lancar seperti yang aku harapkan. memang sih ada beberapa masalah kecil tapi itu sudah diselesaikan.
Proyek perluasan kota Chevron juga berjalan dengan baik. pembangunan tembok baru sudah hampir selesai. jika berjalan dengan baik, mungkin proyek ini akan selesai dalam waktu 2 atau 3 bulan lagi.
seperti yang aku katakan di awal, jika proyek ini berhasil maka akan mendatangkan keuntungan bagi guild ku maupun untuk wilayah Randall. Chevron tidak hanya akan menjadi pasar perdagangan saja melainkan juga menjadi sentra produksi berbagai barang.
aku juga berniat menjadikan Wilayah Chevron menjadi satu-satunya pemasok bahan pangan wilayah Randall dengan melepaskan ketergantungan kami terhadap wilayah Viscount Zen.
beberapa waktu lalu, salah satu informan ku mengirim surat kepada ku yang mengatakan bahwa dia menemukan sekelompok petani yang hanya fokus mengawinkan satu varietas gandum dengan gandum lainnya. maka dari itu aku mengirimkan tim riset dan pengembangan yang terdiri dari alkemis dan ahli pertanian untuk bekerjasama dengan mereka. harapannya kami bisa mengembangkan varietas baru yang cocok untuk wilayah Randall.
omong-omong tentang Olivia, setelah aku berbicara dengan ayah dan ibu, mereka tidak keberatan dengan niat ku. wajar bagi seorang bangsawan maupun keluarganya memiliki seorang pelayan pribadi.
kedua kakakku dan Lili mungkin akan menggila jika mereka tahu bahwa aku berniat memiliki maid pribadi. Aku minta maaf!
aku menyerahkan Olivia kepada bibi Andrea untuk pelatihan menjadi Maid. awalnya Bibi Andrea adalah pengasuh pribadi ku. sekarang dia sudah diangkat oleh Ayah menjadi kepala pelayan Mansion keluarga Randall. yah aku merasa agak kesepian sebenarnya, tapi mulai sekarang aku akan mengandalkan mu Olivia!!
seperti yang diharapkan dari Olivia, dia pembelajar yang luar biasa. hanya dalam beberapa bulan pelatihan dia dapat bersikap layaknya pelayan yang profesional.
bibi Andrea kelihatannya juga senang dengan kehadiran Olivia. terlepas dari Alfred yang mungkin memiliki kepribadian dingin, Olivia adalah pribadi yang hangat, tenang, dan disaat yang sama juga orang yang ceria.
dia menerima pembelajaran bibi Andrea dengan riang. sepertinya bibi Andrea memperlakukan Olivia seperti anaknya sendiri. wajar karena bibi Andrea tidak memiliki anak.
Olivia sendiri kelihatannya juga sangat senang berada di sekitar Bibi Andrea. bahkan sering terlihat oleh para pelayan lain bahwa dia terkadang bersikap manja kepada bibi Andrea. aku juga pernah sih. ekspresiku rasanya meleleh melihat sikapnya berbeda 180 derajat pada saat di ibukota.
selain menerima pendidikan pelayan dari bibi Andrea, tidak ku sangka kedua ibu ku, Luna dan Maya juga memberi pelatihan pedang dan sihir.
__ADS_1
ah benar, Luna dan Maya juga berlomba untuk memanjakan Olivia. mungkin karena semua kakak perempuan ku sudah sekolah dan sikap ku yang enggan dimanjakan karena mental yang dewasa membuat mereka tidak memiliki tempat untuk memuaskan hasrat kasih sayang mereka.
nah, dengan kehadiran Olivia mereka terlihat lebih ceria. Olivia yang mungkin belum pernah diperlakukan seperti itu awalnya terlihat kebingungan tapi pada akhirnya dia juga menerima tindakan mereka. aku senang jika kehadiran Olivia dianggap sebagai keluarga!
sementara sikap ayah terhadap Olivia, dingin. yah dia memang orang yang seperti itu bahkan kepada anaknya. tapi dia orang baik kok! hanya saja dia memang canggung dalam memperlihatkan kasih sayang kepada anaknya.
buktinya walaupun tidak memanjakan Olivia layaknya para ibuku, ayah bersedia mengajarkan ilmu baca-tulis serta aritmatika dasar. juga ayah mengajarkan ilmu pengetahuan umum di dunia ini, etiket bangsawan, bahkan dalam batas tertentu juga mengolah wilayah.
sekali lagi, seperti yang diharapkan dari Olivia, dia pembelajar yang luar biasa. dia dengan cepat menyerap seluruh ilmu yang diberikan dari kedua orang tuaku. bahkan kemampuannya oleh beberapa orang, termasuk oleh pegawai ayah, disetarakan dengan Albert.
sementara hubungan ku dengannya, yah ini agak rumit awalnya. karena mau bagaimana-pun aku lah yang menghabisi nyawa pamannya. jadi awal-awal hubungan ku agak dingin dengannya.
dia memang menjadi pelayan ku dan melaksanakan tugasnya dengan baik seperti membangunkan ku ketika pagi (yah walaupun aku susah dibangunin karena begadang sih), menyiapkan berbagai kebutuhan ku, serta ikut berdiri disisi ku ketika aku sedang ada urusan di Guild.
tapi relasi itu seperti hubungan profesional saja. aku tidak keberatan sih tapi aku membutuhkan teman berbicara yang seumuran dengan ku juga. jadi aku berharap dia sedikit hangat kepada ku.
yah pada akhirnya aku memutuskan untuk menjadikan nya tidak hanya pelayan ku tapi juga sekretaris ku di guild. tentu kali ini aku yang membayar gajinya. awalnya dia menolak tapi karena desakan ku dia akhirnya menerimanya dengan enggan.
yah kurang lebih begitu lah hubungan ku dengan Olivia. aku berharap hubungan kami akan terus hangat seperti ini.
****
sekarang, di sore hari yang indah di kota Romeon, aku dan via, panggilan antara aku dan Olivia ketika hanya berdua saja, sedang menuju Lily Sweet House. via mirip dengan ketiga saudara ku (aku menganggap Lili sebagai adikku) jika berbicara soal manisan. alias suka sekali makanan manis.
sebagai apresiasi terhadap kerja kerasnya, kami pergi untuk makan kue dan manisan lainnya. seperti biasa, aku memesan tempat VIP agar bisa menikmati pemandangan sunset.
__ADS_1
Setelah pesanan kami datang, kami langsung menyantap mereka. aku senang Via menyantap hidangannya dengan lahap.
"hei santai saja Via, tidak ada yang akan mencuri kue-kue mu."
entah kenapa wajah Via tiba-tiba terlihat murung.
"apakah itu mengganggu tuan? K-kalau iya saya minta maaf!" katanya dengan panik sambil menundukkan kepalanya.
astaga anak ini. "hahaha tentu saja mana bisa aku terganggu karena itu. bahkan wajah mu terlihat lucu ketika memakan kue mu. hanya, berhati-hatilah agar tidak tersedak ya." aku mengeluarkan sapu tangan ku dan mengelap krim yang tertempel di sudut bibir Via.
wajahnya makin memerah. astaga lucu sekali! aku bersumpah jika memiliki kamera aku akan memotretnya!
"Via ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu. tolong jawab dengan jujur. apa kamu masih marah padaku saat ini? karena mau bagaimana pun aku telah menyakiti keluarga mu."
mendengar pertanyaan yang aku lontarkan dengan serius, ekspresi wajahnya berubah. aku melihat sebuah air mata di sudut matanya. lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan cepat.
" kenapa Is bertanya seperti itu?! setelah yang semua tuan lakukan dan berikan padaku tidak mungkin aku masih menyimpan dendam ataupun marah!
aku memang kehilangan paman ku, tapi aku akhirnya mendapat keluarga baru. ada nyonya Andrea, kedua ibu anda, ayah tuan, dan yang paling penting adalah tuan sendiri. aku sangat senang tuan mempercayai aku waktu itu jadi sekarang izinkan aku mempercayai tuan juga! izinkan aku berada disisi tuan selamanya!"
astaga gadis ini! aku beranjak dari kursi ku lantas memeluk Via sambil membisikkan terimakasih ku kepadanya. awalnya Via kaget tapi akhirnya dia balas memeluk ku.
pada akhirnya kami menghabiskan waktu kami sambil menikmati senja kota Romeon dengan damai dan tenang.
****
__ADS_1
di kejauhan, seorang pria misterius sedang mengamati dua orang yang berdiri di balkon Lily Sweet House. pandangan pria itu dingin tapi teduh.
saat melihat gadis yang berada di balkon itu, pria misterius ini tersenyum hangat seolah senang akan sesuatu. tidak lama kemudian dia menghilang ke arah keramaian.