Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bentang Kekalahan Di Depan Mata


__ADS_3

Sementara di istana para bangsawan sedang panik, kuil dua belas Dewi suci juga dilanda kepanikan. Mereka secara diam-diam mendukung pangeran Lewis dengan mengirimkan ksatria suci untuk berperang melawan fraksi lain. Tapi korban yang jatuh di pihak mereka cukup banyak sehingga berdampak pada keamanan kuil.


Tetapi yang paling frustasi diantara mereka adalah bishop Sanders. Ialah yang mendorong para Bishop lain untuk mendukung Duke Conrad dari balik layar karena yakin akan kemenangannya. Tetapi kapal mereka sudah terbalik sekarang.


Sial! Sejak utusan dewa jahat itu mengintervensi peperangan ini, semuanya menjadi serba sulit! Sanders menggertakan giginya dan ia hanya bisa melakukan itu sekarang. Bishop lainnya memprotes tindakannya yang sembrono bahkan mereka berencana untuk memberikan sanksi.


Sanders telah melakukan Banyak hal untuk mendukung pangeran Lewis. Tidak hanya menggunakan kas dan harta kuil untuk kepentingannya sendiri, ia juga mengatakan bahwa ke-12 Dewi memerintahkan umatnya untuk turut mendukung kebenaran yang diwakili oleh pangeran Lewis.


Ia juga mengerahkan ksatria suci yang memiliki tugas khusus untuk melindungi kuil dan para petingginya dalam peperangan ini. Karena itulah kuil mendapatkan reputasi buruk di mata lawan. Mereka yang seharusnya membimbing penganutnya menuju kebaikan malah ikut mengurus hal-hal duniawi dan tidak masuk akal.


Karena sudah seperti ini, Sanders tidak bisa melakukan apapun selain menyembunyikan bukti keterlibatan kuil dalam perang ini. Ia telah mengamankan banyak dokumen. Tapi sayang, ia tidak tahu kalau ternyata seluruh bukti miliknya sudah jatuh ke tangan musuh terbesarnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu, di wilayah pelabuhan kerajaan....


Arnold telah melepas sauh di pelabuhan dan turun ke daratan. Meskipun ia suka laut, menetap di atasnya dalam waktu yang lama juga membuatnya jenuh. Karena itulah ia memutuskan untuk turun ke daratan.


Selain berkunjung ke pos pengawasan, ia juga mendatangi markas yang menjadi tempat Ksatria pelabuhan bertugas. Di sana, seorang kepala ksatria berusia pertengahan 30 tahun duduk dengan tenang dan santai seolah tidak pernah terjadi apapun.

__ADS_1


"Yo, tuan ksatria. Ternyata dirimu yang selama ini melancarkan serangan pada armada kami ya? Harus diakui itu cukup merepotkan."


Arnold duduk di hadapan ksatria itu dan menuangkan anggur ke gelasnya. Ksatria itu hanya tersenyum masam melihat tingkah Arnold.


"Tidak sopan sekali kau pak tua. Apakah terlalu lama di laut membuatmu lupa tentang tata Krama di daratan?"


"Diamlah! Laut tidak ada hubungannya dengan tata kramaku. Huhhh... ngomong-ngomong, aku penasaran denganmu tuan ksatria. Alih-alih menjaga dan mempertahankan pelabuhan hingga mati, kenapa kau malah mundur dan menyerah? Itu tidak seperti ksatria lho."


"Maaf tapi aku tidak mau mendengar itu dari ikan tua. Tapi yah, itu memang benar. Kau tahu, ini adalah hukuman untuk Earl Barrow."


Hukuman?


"Alih-alih mengkoordinasikan perjuangan di sini, ia malah pergi ke Venz dan bersenang-senang. Ia tidak pernah serius memikirkan titik vital ini. Jadi sebagai pelajaran untuknya, aku memutuskan untuk menyerahkan tempat ini secara damai kepada kalian. Lagipula sejak awal, kami tidak menganggap kalian sebagai musuh.


"Kau mengambil para awak kapal yang terkatung-katung di laut dan memperlakukan mereka dengan cukup baik. Kau memang memborbardir tempat ini tapi tidak ada satupun korban jiwa yang jatuh. Sudah kuputuskan, lebih baik berada di pihak tuan Starfall daripada pelabuhan ini terus berada di tangan pangeran Lewis."


Ksatria itu melihat keluar. Ia telah bersumpah setia pada Aurellia dan memutuskan untuk bergabung dengan pasukan Starfall pada saat penyerbuan nanti. Sekarang, mereka sedang disiapkan dan dilatih ulang oleh para instruktur dari pasukan Starfall.


"Menarik, siapa namamu?"

__ADS_1


"Panggil aku Jerome. Tidak punya nama belakang karena dari kalangan jelata. Kebetulan kekuatan sihir dan fisikku lebih tinggi jadi aku diangkat sebagai kepala ksatria."


"Oke, aku juga sama sepertimu. Namaku Arnold. Karena keahlianku dalam navigasi dan hal-hal yang berhubungan dengan laut, tuan Starfall merekrutku untuk menjadi pemimpin armada ke-1."


Mereka berdua berjabat tangan. Jerome dan Arnold. Kelak, nama mereka akan menjadi legenda di benua Lantos karena keberanian dan kesetiaan mereka pada ratu Aurellia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu, istana sedang dilanda kekacauan parah. Pangeran Lewis dan yang lainnya sangat murka pada ksatria penjaga istana karena kelalaian mereka. Sebenarnya mereka hampir dieksekusi. Tetapi karena mereka membutuhkan kekuatan untuk mempertahankan ibukota, eksekusi mereka dibatalkan.


Mereka murka karena raja dan perdana menteri menghilang. Raja sendiri sakit-sakitan sementara itu, perdana menteri dan lainnya tidak memiliki kemapuan bertarung. Sudah jelas mereka menghilang karena penculikan.


Alhasil, mereka kehilangan kartu truf untuk membatasi pergerakan Starfall. Mereka tahu yang menculik raja adalah Starfall. Tapi bagaimana caranya? Tidak yang tahu tentang itu. Tapi yang jelas, kekalahan mereka semakin mendekat dan tidak bisa lagi dihindarkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di saat kekuatan pangeran Lewis terus berkurang, lawan mereka malah mendapatkan kekuatan yang semakin besar. Sejumlah besar pasukan sukarelawan yang telah dilatih di Starfall telah sampai di wilayah Laverde. Jumlah mereka 25.000. jika ditambah dengan pasukan Starfall yang sebelumnya, mereka semua berjumlah 50.000.


Issac merencanakan akan menyerang Venz dalam waktu satu Minggu. Menaklukkan Venz tidak akan mudah. Tetapi dengan jumlah pasukan dan kualitas yang ia miliki sekarang, menjatuhkan Venz dalam waktu satu minggu bukan hal yang mustahil. Sebaliknya, itu sangat mungkin.

__ADS_1


Apalagi serangan ini berasal dari dua arah. Menurut VIESTA, jumlah tentara yang tersisa di Venz sekarang berada di angka 50.000. itupun mereka harus membaginya. Itulah kenapa, kekalahan pangeran Lewis sudah di depan mata. Setelah ini, tidak ada satupun yang bisa menghalangi Issac ataupun Aurellia.


__ADS_2