Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 55: Perayaan


__ADS_3

Ini adalah tiga hari setelah Setelah Turnamen.


Uwaahhh.....kedua kakakku berhasil memenangkan Turnamen! seperti yang diharapkan dari mereka, kedua kakak ku sudah bertambah kuat! mereka saling berhadapan di final dengan kemenangan tipis diraih oleh Misha nee-san.


Sekarang, Aku, Anna, dan kedua kakakku sedang berada di kafetaria yang biasa digunakan oleh bangsawan. niat ku sih untuk merayakan kemenangan mereka. tentu saja aku yang bayar!


niatnya sih aku ingin mengajak James dan Evelyn, tapi mereka mengatakan,


"Ahhh, maaf ya Issac, kami sedang sibuk sekarang jadi lain waktu saja ya!"


Ehhh, akhir-akhir ini sepertinya mereka terlalu sibuk. ada apa ya? aku bisa saja mencari tahu tapi aku bukan penguntit jadi ya biarkan saja. toh, mencampuri hidup orang lain itu tidak baik.


"Aku tidak menyangka Sasha dan Misha akan saling berhadapan di babak Final! itu benar-benar pertandingan yang luar biasa!"


"Tentu saja, mereka kakak ku sih!" aku membusungkan dadaku dengan bangga. haha, supremasi kakaku sangat luar biasa!


"Hei jangan membanggakan apa yang bukan menjadi milikmu Issac!"


"Eh tapi kan kakak milik ku!" Kedua kakakku yang sejak tadi hanya membiarkan keributan kami sambil asik minum anggur tiba-tiba tersedak. Upss.... sepertinya aku salah ngomong. wah wajah mereka berdua juga merah!


"I-issac! kau mengatakan hal yang memalukan seperti itu. dasar tidak tahu malu!"


woahh, Anna masuk ke mode tsundere-nya. lucu melihat seorang gadis yang biasanya ceria tiba-tiba berubah menjadi seorang Tsundere!


"Kesampingkan itu Is. kalau kamu tidak menyerah saat melawan Clifford itu, kamu bisa berada dalam posisi kami lho."


Misha nee-san yang sudah agak tenang akhirnya menegurku.


"Misha benar Is! kenapa juga kau tiba-tiba menyerah padahal selangkah lagi kau dapat menang!?"

__ADS_1


nah santai saja Sasha kalau kau marah-marah kulit mu akan cepat keriput tahu.


"Karena aku ingin menerapkan apa yang disebut sebagai kalah terhormat. sebagai gantinya, Clifford akan diberi predikat Menang terhina. hahaha"


Ketiga gadis ini menghembuskan nafas. sepertinya mereka pasrah saja dengan kelakuan ku ya.


"Benar juga, mulai sekarang apa yang akan kau lakukan Is?"


"Eh, Aku? hmmm apa ya? tentu saja yang pasti aku akan menghadiri kelas seperti biasa. kedepannya mungkin aku akan mengikuti beberapa kegiatan klub yang ada di Akademi tapi tidak untuk sekarang.


oh, aku juga ingin mencari lebih banyak teman selama di akademi Dan yang terpenting..." Aku mengambil nafas sebelum melanjutkan ucapan ku,


"Aku ingin mencari seorang kekasih!" Meja makan seketika hening. bahkan pisau dan garpu yang mereka gunakan untuk makan jatuh dari tangannya.


"I-issac kau sungguh-sungguh ingin mencari ke-kekasih!?" Anna bertanya dengan grogi. kenapa kau malah grogi!? Kedua kakakku tetap diam tapi ada terlihat sedikit ekspresi aneh di wajah mereka. aku tidak tahu ekspresi macan apa itu!


"Hahaha, tentu saja aku bercanda. lagipula siapa sih yang mau jadi kekasih ku? rasanya belum ada deh." kataku sambil menggaruk kepalaku.


"Apakah belum ada orang kau sukai Issac?" Anna dengan murung bertanya.


"Kalau suka sih ada. tapi ku pikir itu bukan perasaan romantis antara pria dan wanita. itu adalah perasaan adik dan kakak."


aku mengatakan itu sambil menoleh ke arah si kembar itu. mereka yang notice oleh tatapan ku segera mengalihkan wajahnya sambil cemberut. aku menahan tawa saja. sementara Anna, aku melihat ada sedikit ekspresi lega di wajahnya.


sisanya, perayaan sekaligus makan malam berjalan dengan lancar. ketegangan sudah hilang dan digantikan oleh senyum serta tawa.


****


Sementara itu, malam yang sama di gedung asrama tahun ke-3 rakyat biasa.

__ADS_1


Asrama Rakyat biasa dan bangsawan tentu saja dipisahkan. walaupun begitu jarak mereka tidak berjauhan. mungkin sekitar seratus meter dari Asrama bangsawan.


meskipun tidak begitu jauh, tetap saja perbedaan bentuk gedung, isi kamar, dan fasilitas yang mereka dapat seperti bumi dan langit. jika Asrama para bangsawan merupakan gedung empat lantai, Asrama rakyat jelata adalah gedung yang terdiri dari enam lantai.


berbeda dengan asrama bangsawan, asrama rakyat jelata tidak lebar dan besar. ukuran mereka lebih kecil tapi dihuni oleh banyak orang. setidaknya ada lima orang dalam satu kamar. itu membuat mereka hampir tidak memiliki ruang privasi sama sekali. bahkan soal kamar mandi pun, mereka harus memakainya bersama.


yah, intinya perlakuan yang mereka dapat sangat berbeda. entah itu dalam bentuk fasilitas maupun perlakuan para guru terhadap mereka.


di salah satu kamar yang berisi lima orang, dua orang diantara mereka sudah tidur sementara dua orang lainnya masih mengobrol.


"Oi, tiga hari yang lalu kau menonton pertandingan final saat turnamen kan? tidak ku sangka dua murid dari dari tahun keempat berhasil mereka kalahkan!"


"Ah Si kembar dari keluarga Randall itu kah? yah mereka memang luar biasa. aku dengar, jika mereka serius, mereka bisa saja seluruh murid tahun ketiga hanya dengan kekuatan mereka berdua."


"Wahhh, sesuatu seperti itu... terdengar mengerikan."


"mau bagaimana lagi kan? ah benar juga, aku dengar kedua murid tahun keempat yang mereka lawan adalah orang yang seperti kita lhoo. mereka bukan bangsawan tetapi memiliki kekuatan sihir yang hebat."


"Ohh aku juga telah mendengar hal itu. tapi pada akhirnya mereka kalah juga ya. hahaha."


saat sedang asyik mengobrol dan tertawa, tiba-tiba seorang pria masuk ke kamar dengan kondisi sempoyongan. sepertinya dia mabuk. namanya adalah Theodore. tentu saja rakyat jelata. dia juga merupakan murid yang mencolok diantara tahun ketiga karena kebencian yang begitu luar biasa terhadap para anak bangsawan.


"Apa yang sedang kalian bicarakan!? Berisik sekali!" Badannya yang besar terhuyung ke kanan dan kiri. dua orang Yang sedang mengobrol itu hanya menggelengkan kepala mereka.


"Kalian, kenapa malah justru memuji dua anak Bangsawan keji itu!? kalian seharusnya sedih mendengar murid tahun keempat yang memiliki latar belakang sama seperti kita kalah dari mereka!"


mendengar ocehan Theodore yang sedang mabuk, dua orang itu saling bertatapan. lalu menghembuskan nafas lelah. mereka ingin bilang ke Thedore kalau Sasha dan Misha itu berbeda. tapi melihat kebenciannya yang mendalam kepada para bangsawan, mengatakan hal seperti itu sama saja seperti menumpahkan minyak ke dalam api.


"Uhhh, bangsawan bajingan itu!! aku bersumpah akan menghancurkan mereka dengan tangan ku sendiri! akan ku berikan rasa sakit yang tak akan pernah berakhir! dan....UGHH!!" saking mabuknya, dia akhirnya jatuh tertidur.

__ADS_1


kedua orang ini tidak tahu apa yang menyebabkan Theodore sebegitu dendamnya terhadap para bangsawan. mereka sebenarnya juga salah dua dari korban kekejian para bangsawan tapi mereka juga pernah dilindungi oleh para bangsawan. jadi mereka dapat menyikapi para bangsawan secara adil.


karena sudah malam, mereka juga memutuskan untuk tidur. bersiap untuk menyambut hari esok.


__ADS_2