Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 125: Sekamar Berdua


__ADS_3

aduhduh! hei Lia, itu sakit! kenapa kau tiba-tiba mencubit pinggangku menggunakan sihir penguat!? ya ampun. pasti karena pelatihan neraka ini ya? baiklah-baiklah aku akan menjelaskan kepadanya nanti. salahku sih menyusun kurikulum pelatihan tanpa berkoordinasinya dengan dia. aku malah menggunakan patokan Ksatria pribadiku untuk konsumsi mereka. ya ampun, kenapa aku bisa sebodoh ini? yah, biarlah. aku hanya harus bilang pada Lia kalau itu untuk kebaikan mereka dan wilayah yang dia pimpin!


atau itu yang aku bayangkan sih. pada akhirnya aku sadar kalau itu sama sekali tidak ampuh. buktinya, Lia tetap mencubitku. sakit sih tidak, tapi entah kenapa aku jadi agak malu ya? mungkinkah karena ini menarik perhatian dari yang lain? untung saja, Hudson datang di waktu yang tepat. syukurlah. dengan begini aku bisa melepaskan cengkraman dari Lia.


"Selamat datang tuan Issac. tentu saja, tuan putri juga. saya Hudson, mentor para calon Ksatria yang menjalani pendidikan disini." Hudson membungkukkan badannya ke arah kami. Lia terlihat kaget. ah, benar juga. kalau dipikir-pikir lagi memang seperti itu ya. Hudson itu sangat terkenal di kalangan para bangsawan dan keluarga kerajaan. mengingat dia adalah salah satu orang paling berbakat di antara keluarga Albatros lainnya dan menjadi instruktur bagi keluarga kerajaan selama puluhan tahun.


Lia pasti sudah mendengarnya. aku pikir dia juga sudah melihat potret lukisan Hudson di rumah keluarga Albatros. sebagai gadis yang menggeluti bidang keahlian pedang, Lia jelas memiliki keinginan untuk bertemu dengan Hudson. tetapi pada waktu itu, dia sudah tahu kalau Hudson di pecat secara tidak hormat karena tuduhan yang sangat serius. lagipula dia juga terluka parah dan dibawa oleh keponakannya yang juga adalah ibuku, Luna Albatros, ke wilayah Randall tidak lama setelah ibu menikah dengan ayah.


"A-anda tuan Hu-hudson!? sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Anda!" Lia menjabat tangannya dengan Hudson. pak tua itu sedikit bingung, tetapi ketika aku memberinya isyarat, dia segera mengerti.

__ADS_1


"Sebuah kehormatan juga bertemu dengan anda tuan putri. Tuan Issac banyak bercerita tentang anda. dia mengagumi anda sebagai seorang putri kerajaan yang sangat peduli dengan rakyat kerajaan. dia juga memuji kecantikan anda dan bahkan, beliau mengatakan bahwa tuan ingin menjadikan anda sebagai Miliknya, Tuan Putri."


oh Fu**k! kenapa Hudson malah mengatakan itu!? aku memang pernah mengatakan itu padanya jadi pak tua itu sama sekali tidak salah. tetapi hei! kenapa juga kau mengatakan itu padanya!? y-yahh sepertinya ceramahnya nanti akan tambah panjang karena aku lihat, wajah Lia memerah. karena marah tetapi lebih dominan menahan malu. hei, aku juga malu jadi jangan menatapku dengan wajah seperti itu!


"nah, mengesampingkan itu, saya rasa tujuan Anda kesini untuk inspeksi kan? saya cukup terkejut karena tidak ada informasi sebelumnya jadi saya tidak menyiapkan apapun untuk kalian berdua. tetapi, mari ikuti saya, ada banyak hal yang harus tuan putri lihat."


mengembalikan ketenangannya, Lia mengikuti Hudson dari belakang. aku juga, walaupun kali ini, aku dan dia tidak berjalan beriringan. sejujurnya yang tadi itu membuatku menjadi canggung melihat wajah cantik Lia jadi aku memutuskan untuk tidak berjalan di sampingnya.


setelah puas melihat-lihat, Lia dan aku mengakhiri kunjungan kami. banyak yang harus dievaluasi. tetapi mengingat bahwa ini adalah tempat semi-permanen, dimana mereka akan direlokasi ketika markas mereka yang masih dalam proses penyelesaian sudah selesai di wilayah Adonia.

__ADS_1


karena hari juga sudah petang, aku dan Lia memutuskan untuk pergi ke kota Chevron. dan, tentu saja, di kereta kuda selama perjalanan ke sana, kami tidak berbicara apapun. tetapi beberapa saat ketika kami sudah sampai di dalam kota dan dalam perjalanan menuju penginapan milikku, Lia mulai membuka mulutnya.


"Hei, katakan Issac. apakah kau benar-benar serius dengan kalimat mu?" aku memiringkan kepala. "hmm? kalimat yang mana?" Lia marah. astaga dia imut. pokoknya imut!


"DASAR BODOH KALAU KAU BENAR-BENAR MENGINGINKAN KU KAU HARU...hmmmpphh! aku tidak membiarkan Lia mengakhiri kalimatnya. jadi aku mencuri bibirnya. awalnya aku hanya menyentuh bibir, tapi kemudian, Lia membuka mulutnya dengan sukarela hingga akhirnya lidahku dapat bersentuhan dengan miliknya. ciuman yang sangat bergairah akhirnya terjadi di Kereta kuda. tentu saja aku memasang penghalang agar tidak bisa dilihat dan didengar dari luar.


setelah lima menit kami berciuman, akhirnya Lia melepaskan ciuman itu. wajahnya sangat merah dan nafasnya sangat berat. "Bagaimana? apakah itu sudah cukup menjadi bukti bahwa aku menginginkan mu?" Lia tidak mengatakan apapun, tetapi dia terlihat bahagia dan puas. akhirnya kami tetap membisu hingga sampai di penginapan.


sesampainya disana, aku segera mengurus kamar untuk Lia dan diriku sendiri. sebagai putri kerajaan, Lia berhak mendapatkan yang terbaik sehingga aku memutuskan untuk memberikan kamar VIP disini. yah, ini mungkin setingkat dengan President Class tetapi fasilitas nya berbeda dan lebih kuno.

__ADS_1


Lia ada disebelahku waktu itu. jadi aku memberikan kunci kamarnya dan memesan kamar lain untukku. itu sih yang aku bayangkan. tetapi aku tidak tahu harus Senang atau apa, Lia malah ingin tidur bersamaku. dan, jadilah sekarang, aku dan Lia berada dalam satu selimut dengan punggung yang bersentuhan.


hahhh...hari ini banyak sekali yang terjadi, ya.


__ADS_2