Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Pikiran Yang Lain


__ADS_3

sementara itu, ketika Anna dan Issac sedang mengobrol, segerombolan orang sedang menuju ke wilayah Starfall. tidak, ini sama sekali bukan agresi Bangsawan lain ke wilayah Starfall, melainkan pasukan pribadi milik Viscount Issac Starfall yang sedang dipindahkan dari wilayah Randall.


Semenjak Issac diberikan wilayah sendiri, dia melakukan transfer besar-besaran semua aset miliknya ke Versailles. pertama, dia memindahkan kantor serikat dagang pusat dari wilayah ayahnya. setelah itu, Stasiun pusat milik VIESTA dipindahkan seluruhnya menuju Versailles.


memindahkan seluruh aset vital milik VIESTA tidaklah mudah. selain tidak boleh diketahui oleh musuh, operasi ini juga harus dikaburkan dari pandangan sekutu. Chester memastikan tidak satupun berkas dan dokumen penting yang tertinggal di ibukota.


dan yang terakhir, Hudson memimpin iringan pasukan yang disamarkan sebagai masyarakat sipil ini menuju Versailles. Issac membangun pasukan pribadinya dengan rahasia. jika wilayah Starfall tiba-tiba memiliki pasukan sebanyak 3000 orang, itu akan menimbulkan kecurigaan.


proyek pembangunan pangkalan militer di Wilayah Starfall adalah proyek terpisah dari pembangunan kota. selain membangun asrama untuk para prajurit, para tukang batu dan kayu juga harus membangun bengkel untuk menjadi tempat para pandai besi membuat dan mereparasi persenjataan para prajurit.


selain itu mereka juga harus membangun gudang untuk persediaan makanan, tempat penyimpanan suku cadang senjata seperti pedang, tombak, busur, anak panah, peralatan sihir, dan lain-lain. begitu juga dengan tempat untuk kuda dan perawatannya. membangun sebuah angkatan perang membutuhkan biaya yang mahal.


itulah kenapa Issac menempatkan anggaran militer ketiga terbesar setelah pendidikan dan kesehatan. memang, untuk membangun sebuah militer diperlukan kesejahteraan dan kemakmuran. tetapi untuk menjaga kesejahteraan, militer yang kuat juga dibutuhkan. dan hal itulah yang ingin Issac bangun.


Hudson yang memimpin operasi ini akan segera sampai. syukurlah, dia berhasil mengalihkan pandangan para bangsawan, keluarga kerajaan, dan kuil pada hal-hal lain berkat bantuan VIESTA.


Sekarang jumlah pasukan pribadi milik Issac telah mencapai 3000 orang. belum termasuk petugas administrasi, pandai besi, peternak kuda, dan tim riset pengembangan. jika dijumlahkan semuanya, mungkin jumlahnya akan mencapai 4000 orang.


umumnya seorang Viscount tidak akan mampu membiayai pasukan sebanyak itu. tapi berkat bagusnya manajemen dan finansial yang kuat, Issac dapat membentuk pasukan sebesar ini. tapi Hudson yakin pasti Tuannya tidak akan puas. karena itulah dia akan membantu mimpi anak itu membangun sebuah wilayah yang super power.


\=\=\=\=\=\=


Sepertinya Hudson sebentar lagi akan sampai di wilayahku. Issac memikirkan hal itu ketika sedang di kelasnya. dia telah meminta Anna untuk mengatur proses perpindahan mereka. Issac telah memberitahu Anna tentang pasukan pribadi miliknya. tapi tidak dengan detailnya.


biar Anna sendiri yang melihat mereka karena akan sulit untuk menjelaskannya. dia yakin Anna akan menyiapkan kebutuhan mereka dengan baik.


hari ini, sepulang dari akademi, Issac akan mengunjungi distrik rakyat biasa. ada satu hal yang harus dia lakukan disana. ini sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kerajaan. tetapi karena Margareth bersikeras untuk ikut, dia tidak punya pilihan.


"Issac! apakah kamu akan makan malam bersama kami nanti?"


Angelica sedang berjalan bersama Margareth, Agatha, dan Issac. semenjak kejadian waktu itu, hubungannya dengan Issac menjadi semakin erat. beberapa murid bahkan menganggap mereka adalah kekasih tetapi Issac menyangkal itu.


"Entahlah. kelihatannya tidak. aku harus pergi nanti. tapi akan aku usahakan untuk makan di mansion. lagipula akhir-akhir ini aku jarang menghabiskan waktu bersama kalian."

__ADS_1


"baiklah! kalau gitu kita janji oke? berikan kelingkingmu!"


Angelica mengarahkan jari kelingkingnya padanya. Issac hanya bisa menggeleng sambil tersenyum pahit. tapi dia tetap menautkan kelingkingnya ke kelingking Angelica. karena dia sudah berjanji padanya, Issac harus menyelesaikan urusan ini secepat mungkin dan sampai di mansion ketika makan malam.


Margareth hanya tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua. sementara itu, Agatha menatapnya dengan tatapan yang dingin.


"Ada apa Agatha? apakah kau juga ingin mengikat janji kelingking denganku?"


"Jangan mengatakan yang tidak-tidak, bajingan! kau ingin dibunuh, hah?"


"uwaahhhh! mengerikan sekali! Hei Agatha, kalau kau tidak mengurangi gaya bicaramu yang kasar, aku yakin tidak ada pria yang ingin menikahimu!"


"Diam! aku tidak ingin mendengar kalimat seperti itu dari mulutmu!"


Margareth dan Angelica saling bertatapan dengan bingung. sejak kapan mereka berdua menjadi sedekat itu?


\=\=\=\=\=\=


distrik Commoner di Reichstaag jauh lebih luas dan lebih padat daripada di Venz. yang berarti memiliki lebih banyak masalah daripada di Venz. masalah kebersihan dan buruknya sanitasi menjadi masalah yang menghantui rakyat biasa. kontras dengan distrik komersial dan area para bangsawan.


aktifitas kriminal juga tinggi disini. setiap Issac dan Margareth berjalan, ada saja orang-orang yang kecopetan. Issac juga beberapa kali melihat anak-anak kecil menguntil satu atau dua roti yang dijual. jika anak itu beruntung, dia tidak akan ketahuan. tapi bagi yang apes, mereka akan jadi bulan-bulanan penjual dan para pelanggan.


Nah, Issac bisa saja memberikan satu atau dua koin untuk anak-anak itu. tapi hal-hal seperti itu hanya akan menyelasaikan masalah jangka pendek. begitu uang yang Issac berikan pada mereka habis, anak-anak itu pasti akan kembali mencuri.


Issac melihat lagi daftar nama dan alamat yang diberikan oleh tuan penjual buku. dia juga memberikan denah. Issac memastikan lagi dan benar, rumahnya masuk ke dalam gang.


"Apa yang ingin kamu cari di tempat seperti ini, Issac? jangan-jangan...."


"jangan berpikir aneh-aneh, mesum. ada seseorang yang ingin aku kunjungi dan rumahnya kebetulan disini. ah yang itu, tidak salah lagi. ayo kesana."


Issac dan Margareth segera bergegas menuju sebuah rumah yang agak besar dengan dua tingkat. untuk seukuran rumah dalam gang, ini lumayan besar. pasti dia tidak tinggal sendirian.


"Permisi, apakah ada orang di dalam?!"

__ADS_1


seorang gadis kecil membuka pintu. Margareth langsung bertanya tentang orang yang mereka cari. gadis itu masuk ke dalam rumah dan memanggil seseorang. dari dalam, seorang pria berusia 30-an muncul. rambutnya pendek berwarna coklat. badannya agak gemuk.


"Ada urusan apa mencariku di waktu seperti ini?"


"yah... sebenarnya ada yang ingin saya bicarakan dengan anda."


Issac segera menjawab dan tuan rumah mengizinkan mereka masuk. di dalam, mereka bertiga saling mengobrol. ternyata benar. dia adalah salah satu orang yang buku karangannya Issac beli waktu itu. dia adalah seorang yang ahli dalam teknik perkanalan. dia membuat buku yang menjelaskan tentang pembuatan kanal yang benar sehingga dapat berfungsi dengan baik dalam mencegah banjir sekaligus menjadi saluran irigasi.


jackpot! Issac mendapatkan orang yang ia butuhkan. di wilayahnya cukup banyak anak sungai yang tersebar. jika hujan deras terjadi dan volume air naik, pasti wilayahnya akan mengalami kebanjiran dan lahan pertanian akan terpengaruh. lagipula banjir mengurangi produktifitas masyarakat.


karena skandal yang waktu itu menimpanya, dia dihukum penjara dan sejak saat dia keluar dari penjara, dia tidak lagi diizinkan untuk ikut dalam proyek dari kekaisaran. Issac menawarkan kesempatan menarik.


dia akan membawa Orang yang bernama Eichmann ini ke Versailles untuk membantunya membangun kanal yang akan dia buat di Versailles. tentu saja Eichmann setuju. apalagi dia diperbolehkan membawa lima belas anak asuhnya dan biaya hidup akan ditanggung oleh Issac. kesepakatan terbentuk dan Eichmann akan segera berangkat ke Versailles.


"Aku tidak menyangka negosiasi akan semudah ini. akhirnya aku bisa makan malam lagi bersama kalian!"


"ya, ya. terserah. tapi aku tidak menyangka kamu akan rela datang ke tempat seperti ini hanya untuk menghampirinya. kamu sangat berdedikasi ya."


Issac hanya tertawa saja. mau bagaimana-pun dia ingin membangun wilayah yang kuat dan makmur sih. sesuatu seperti ini hanyalah hal yang remeh.


"ngomong-ngomong...apa kau merasakan sesuatu, Margareth?"


"hah sesuatu? maksud..."


Margareth belum selesai bicara ketika tiba-tiba seseorang muncul dari tanah dan akan mengarahkan sebuah pedang ke arah Margareth!


gerakan orang itu sangat cepat sampai-sampai Margareth tidak sempat bereaksi. tetapi Issac bergerak jauh lebih cepat. dia menusukkan katananya ke tengkorak kepala orang itu dan membantingnya ke tanah hingga tanah yang ada dibawahnya retak!


belum selesai. Seseorang yang sepertinya adalah rekan orang yang telah menjadi mayat ini melompat dari atap dan siap menusuk punggung Margareth yang terbuka. tetapi Issac mengambil pisau dari balik pakaiannya dan melemparnya ke kepala orang itu.


"Si-siapa mereka!? kenapa mereka semua orang itu mengicarku!?"


ketakutan muncul di wajah Margareth, tetapi Issac memasang ekspresi dingin. dua mayat pembunuh yang mengenakan baju layaknya orang biasa itu tidak meninggalkan jejak apapun.

__ADS_1


"kita harus memberitahu ini kepada Agatha dan Angie! mereka mungkin punya petunjuk!"


Margareth berpikir seperti itu. tapi Issac punya pikiran yang lain.


__ADS_2