Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Tugas Seorang Pemimpin


__ADS_3

Peperangan benar-benar pecah di kekaisaran. Di Grand Aria yang memiliki wilayah lebih luas, tentu saja diatur oleh lebih banyak Bangsawan. Duke Manstein hanyalah satu dari enam bangsawan besar mengatur kekaisaran.


Sisanya ada Duke Wellenstein yang mengatur bagian barat laut kekaisaran dan menjadi pendukung utama salah satu pangeran yang bernama Rudolph Von Valfredo Aria. Pangeran ini adalah keponakannya. Ada Marquis Walden yang menjadi sekutu Duke Manstein.


Lalu ada Marquis Baldwin yang mengatur wilayah perbatasan antara Grand Aria dan Moskov. Dia mengumumkan dirinya bahwa ia netral tapi diam-diam ia menjalin hubungan rahasia dengan Moskov untuk mendukung pangeran Friedrich Von Gerard Aria yang merupakan sepupunya bersama dengan Marquis Ludwig.


Dan yang terakhir adalah Margrave Mariendolf yang dengan terang-terangan menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat fraksi manapun dan fokus untuk menjaga keamanan di perbatasan dengan Kerajaan Heinz.


Ketiga fraksi besar ini berperang di kekaisaran karena menduga bahwa Duke Manstein membunuh kaisar dengan sengaja agar pangeran Fritz dapat menduduki tahta kaisar. Duke Wallenstein dan Marquis Baldwin berkoalisi untuk mengalahkan Duke Manstein.


Arah pertempuran belum bisa dibaca karena ketiga pihak ini memiliki kekuatan yang relatif sama-sama kuat. Tetapi jika melihat dari kemampuan finansial, kekuatan militer, pengaruh politik, dan dukungan dari banyak pihak milik Duke Manstein, kemungkinan merekalah yang akan memenangkan perang.


Tetapi fakta kalau Duke Manstein dan sekutunya belum pulih dari bencana besar dan percobaan sabotase, ada kemungkinan kalau arah angin akan berbalik dan koalisi antara Duke Wallenstein dan Marquis Baldwin akan memenangkan perang.


Tapi siapapun yang menang, posisi La-Sa Guild berada dalam bahaya. Selain karena peperangan antara ketiga belah pihak membuat stok barang dan jalur pasokan ke Versailles tidak aman, pengeluaran karena pajak yang semakin meningkat dibandingkan pemasukan juga akan membuat La-Sa Guild menjadi bangkrut.

__ADS_1


Issac hanya menepuk tangannya di dahi dan menggeleng. Baru saja ia sampai di Versailles dan berita seperti ini datang kepadanya. Yah, dia tidak menyalahkan Carolina. Issac tahu bahwa ia telah berjuang dengan keras. Ia harus memberi banyak hadiah untuk Carolina nanti.


Tapi yang paling penting itu adalah keselamatan para kekasihnya. Dia tidak peduli jika kekaisaran hancur sekalipun. Mungkin terlalu lebay, berlebihan, dan aneh. Tapi itulah Issac. Dia akan menempatkan orang-orang yang berharga baginya di atas yang lain.


Demi mereka, Issac akan melakukan banyak manuver di kekaisaran lewat kerajaan. Tapi sayangnya, gerakannya dibatasi oleh peperangan yang terjadi di kerajaan. Tapi bukan berarti dia tidak bisa melakukan apapun degan hal itu.


Dia memiliki informasi yang akurat tentang seberapa besar masing-masing kekuatan di kedua belah pihak. Berbagai agen yang ia tempatkan di kedua fraksi memberikan informasi kepadanya secara rinci mengenai kondisi mereka sekarang. Kekurangan makanan, tentara yang terkena penyakit, dan lain-lain.


Setelah ia mengurus Anna dan yang lainnya, ia akan langsung menjalankan rencana yang telah ia siapkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menciumi mereka satu persatu, Issac memakai kembali pakaiannya dan segera membuka tablet batu Miliknya lalu menuliskan sesuatu di sana. Selesai menulis, ia mengirimkan pesan itu pada seseorang di seberang sana.


Sementara membiarkan yang lain tertidur, Issac keluar kamar. Ia berniat untuk berkeliling Versailles. Beberapa pegawai menyapanya dan Issac menyapa balik mereka.

__ADS_1


Entah kenapa di seluruh Versailles banyak terpasang potret dan lukisan dirinya. Ia jadi bertanya-tanya apakah Anna mewajibkan hal ini, tapi sepertinya tidak begitu.


Mungkinkah ini adalah bentuk penghormatan padanya? Yah, ini agak berlebihan. Issac hanya menyediakan tempat untuk hidup. Merekalah yang berjuang untuk hidup. Itu dua hal yang berbeda.


Ketika Issac Lewat, banyak orang yang menundukkan kepala mereka sambil mengucapkan banyak terimakasih. Issac hanya melambai dan tersenyum pada mereka.


Versailles dan sekitarnya sudah maju. Kehidupan di kota ditopang oleh desa yang ada di sekitarnya. Semua bahan makanan dan kain yang akan diolah sebagai pakaian dikirim dari desa-desa itu.


Versailles juga ramai. Bahkan lebih ramai daripada ibukota. Tetapi lebih tertib dan rapih. Jalan yang ada disini lebih lebar bahkan daripada yang ada di kekaisaran. Ada satu dua gang yang sepi dan kelihatannya kumuh, tetapi departemen pelayanan sipil secara rutin membersihkan sampah-sampah yang ada di sana.


Tidak buruk. Pikir Issac. Orang-orang tersenyum dan bekerja dengan semangat. Anak-anak dengan riang mengobrol bersama dengan yang lainnya untuk berangkat ke sekolah.


Setelah berjalan di kota, ia pergi ke desa dan pinggiran sungai. Beberapa nelayan sedang menjaring ikan di sana. Ada juga yang sibuk mencangkul dan membajak tanah di sawah mereka. Ada juga Ksatria yang sedang berpatroli. Biasanya mereka berusaha mencegah agara hewan buas ataupun monster tidak masuk ke desa.


Nah, hidup penuh kedamaian seperti ini adalah apa yang ia inginkan jika dibandingkan dengan perang. Jadi sebisa mungkin, ia tidak ingin wilayahnya menjadi Medan perang. Dan tugasnya sebagai tuan tanah adalah memastikan hal itu tidak terjadi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Author minta maaf karena ada banyak baru yang muncul. Mungkin nama itu seharusnya di sebut saat Issac masih berada di kekaisaran. Tetapi saya baru terpikirkan nama itu sekarang. Sekali lagi, mohon maaf 🙏


__ADS_2