
mana yang lebih penting untuk dibangun? memprioritaskan pembangunan ekonomi atau memperkuat militer? jawaban seperti ini sangat bergantung dengan kondisi sebuah negara. banyak yang menjadi soal itu. bahkan faktor sosiologis dan historis sama sekali tidak bisa dilepaskan dari terbentuknya doktrin sebuah negara.
maka, kerajaan Heinz juga bukan pengecualian sama sekali. namun, karena sistem pemerintahannya yang menganut sistem monarki absolut, semua kebijakan entah itu yang berhubungan dengan militer ataupun lainnya sangat bergantung kepada raja yang sedang berkuasa. tidak ada satupun yang dapat menentang kehendaknya. jadi, baik atau buruknya sebuah kerajaan, benar-benar dicerminkan dari perilaku rajanya.
lalu bagaimana posisi raja yang sekarang? ini membuat pusing. raja, mau bagaimana pun, memiliki kekuatan yang besar dan kewenangan yang luas. tetapi karena raja Leonidas tidak terlalu cerdas dalam apapun kecuali dalam bertarung, maka yang biasa mengatur jalannya pemerintahan seperti membuat dan menerapkan sebuah aturan maupun menjalankan kebijakan di kerjakan oleh para pejabat istana. disitulah masalahnya. setiap pejabat memiliki kepentingan mereka masing-masing. mereka tidak terlalu peduli dengan urusan kenegaraan. yang mereka pikirkan kebanyakan hanyalah bagaimana cara memenuhi isi perut mereka dan kebanggaan keluarga bangsawan mereka. ada memang pejabat yang lurus, tetapi hanya satu-dua. mereka tidak memiliki posisi yang memungkinkan diri mereka untuk bekerja.
itulah kenapa, meskipun diluar tampak baik-baik saja, sebenarnya perpecahan internal dalam kerajaan sudah sangat parah. setiap pangeran secara ambisius ingin menggantikan posisi ayah mereka sebagai raja dan para bangsawan maupun para Ksatria bisa dengan menggunakan mereka sebagai boneka untuk mengambil posisi itu. mengerikan memang, tapi itulah kenyataannya.
sejujurnya, Issac sendiri tidak terlalu peduli dengan urusan internal istana. dia tidak berminat untuk menjadi seorang raja. dia tidak pernah cocok untuk mengisi posisi seperti itu mengingat sifatnya yang nyentrik. lagipula, dia lebih suka menonton. dia adalah orang yang egois. tapi meskipun begitu dia sadar, siapa yang menjadi raja setelah Leonidas mangkat, itu akan mempengaruhi masa depannya. dan karena itu, berbeda dengan pemikiran Fraksi lain, dia punya kandidat yang sendiri yang ia anggap cocok untuk menjadi seorang pemimpin.
dan itu sudah jelas, dia adalah putri Aurellia. keinginannya untuk menyelamatkan rakyat dan kerajaannya lebih besar dari siapapun. meskipun awalnya dia ragu, dan sampai sekarang pun masih sama, tetapi dia telah menapaki jalannya sendiri tanpa harus terbayang-bayangi oleh ketiga kakaknya. jalan yang dia tempuh masih sangat panjang, tetapi itu tidak masalah. sebagai bawahannya, adalah tugas Issac untuk membuka jalan baginya, tidak peduli setajam apa duri yang mesti dia temui.
__ADS_1
dia sudah berhasil melemahkan pengaruh keluarga Clifford. hasilnya lebih dari yang dia harapkan. fraksi pangeran pertama dilanda kekacauan Duke Conrad kewalahan menghadapi konflik dalam tubuhnya sendiri. ini membuka celah bagi fraksi pangeran kedua dan ketiga untuk masuk ke dalam konflik itu dan bermain api di dalamnya. dia telah secara rahasia membangun hubungan dengan pangeran kedua. berarti sekarang tinggal.....
"Is, kenapa kau diam saja? seperti biasa ya, kau punya banyak pikiran."ke
tanpa sadar tangannya berhenti menulis. berkat intrupsi dari Aurellia, dia kembali dari dunianya sendiri dan sekarang dia bisa melanjutkan pekerjaannya kembali. sudah beberapa bulan terlewat semenjak dia mendatangi kediaman pangeran kedua sebagai pria berpakaian lusuh. mengesampingkan itu, Adonia, wilayah yang dikembangkan Aurellia, kini maju dengan pesat. perluasan wilayah sudah dimulai dan gelombang pekerja sudah berdatangan ke desa itu. kualitas hidup di desa itu benar-benar meningkat. warga asli sana tidak perlu bergantung lagi kepada para pedagang culas dan tidak perlu lagi berhadapan dengan bangsawan yang korup. mereka benar-benar bisa bebas berjual beli dengan bebas Kepada siapapun.
pada akhirnya, nama Aurellia semakin populer. mereka memandang dirinya sebagai putri penyelamat. tidak hanya bagi penduduk desa, ini berlaku juga dengan penduduk di wilayah lainnya. tentu saja ada yang tidak senang dengan perkembangan seperti ini. tapi dengan berbagai cara, Issac berhasil membungkam mulut mereka. Aurellia jelas tidak memiliki kemampuan untuk berhadapan dengan mereka. setidaknya sekarang. sudah menjadi tugas alami bagi Issac untuk menusuk mereka.
Bong! Tiba-tiba sebuah buku yang cukup tebal menimpa kepala Issac. tentu saja tidak sakit tetapi itu membuat Issac cukup terkejut. pelakunya? tentu saja tunangan tercintanya, Anna.
"Berapa kali aku harus mengatakan ini, Is. kamu terlalu banyak memaksakan diri dan kurang Istirahat. beginilah hasilnya. kamu malah mengantuk saat bekerja!"
__ADS_1
Issac tersenyum tanpa dosa kepada Anna. "Ya maaf. lagipula semalam kamu Sanga Li...Aduh!"
kali ini Anna benar-benar serius memukul kepala Issac dengan buku. dengan wajah yang sepenuhnya memerah karena malu.
"Jangan mengatakan hal seperti itu di depan tuan putri! juga, kita belum melakukan itu sama sekali! "
"Eh, kalian belum melakukannya sama sekali? setelah setahun bertunangan? fufu... Issac pengecut." Kali ini Aurellia ikut nimbrung. meskipun dia memasang wajah mengejek pada Issac dan Anna, di hati terdalamnya dia iri pada mereka. dan cemburu.
"Hmm? pengecut? aku tidak ingin mendengar kata itu dari seorang Putri yang berkali-kali mendapatkan surat pesta minum teh dan lamaran dari laki-laki bangsawan tapi menolak. eh ada apa yang mulia tuan putri Aurellia? apakah kau menunggu seorang ksatria yang menaiki kuda putih melamar ka....Aduh! Oi!"
kali ini dia mendapatkan dua bogem mentah di ubun-ubunnya. satu oleh Aurellia dan yang lainnya dari Anna. keduanya sama-sama malu. bisa-bisanya dia mengatakan itu dengan wajah lurus!
__ADS_1
yah, ini menjadi kehidupan yang damai bagi ketiga sejoli ini. mereka memang selalu bersama tetapi jarang memiliki waktu untuk bercanda karena sibuk. semuanya bersyukur. apalagi Issac. dia di kelilingi oleh surga!