Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 29: Pertemuan Pertama Antara Dua Gadis


__ADS_3

aku mendapat surat dari Lili-Chan beberapa saat setelah aku mengundang nya. eh, cepat sekali!! bahkan sepertinya belum ada tiga jam aku mengirimkan surat itu. kau hebat Lili-chan.


untungnya surat yang dia kirim berisi bahwa dia ingin ikut minum teh bersama ku. syukurlah, aku tidak bisa membayangkan apa jadinya jika dia menolaknya. mungkin aku akan menangis tiga hari tiga malam.


(Pembohong)


Hei dewa-sama, bisakah anda tidak menghancurkan suasana?


aku segera meminta pelayan untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk minum teh ala bangsawan. Bah, repot sekali! padahal dulu kalau mau minum teh hanya tinggal datang ke warteg terus pesan! pakai kaos oblong dan sarung pun boleh.


hahhh... seandainya di dunia ada warteg.


eh, aku bisa saja membuka warteg di dunia ini kan?? hehe...siap-siap kalian wahai para bawahan La-Sa Guild!


mari lupakan soal warteg. tidak ada namanya Tegal di dunia ini.


aku mempersiapkan berbagai camilan untuk Lili-Chan keesokan harinya. Pastinya Via juga ikut membantu. aku pergi ke kantor cabang La-Sa Guild di Venz untuk memesan beberapa kudapan serta produk baru untuk pesta teh itu.


"tuan, kenapa kita repot-repot melakukan hal ini hanya untuk minum secangkir teh?"


eh benar juga ya. mau bagaimana-pun Via berasal dari kalangan bawah. tentu saja dia tidak mempunyai informasi tentang para bangsawan. ayah memang mengajarkan etika bangsawan, tapi sepertinya dia belum diceritakan tentang pesta minum teh. haish, bagaimana bisa ayah melewatkan tradisi yang cukup penting ini?


"oh, mungkin ayah belum menjelaskan ini kepadamu ya? sebenarnya ada sebuah tradisi yang bisa dikatakan wajib bagi para bangsawan terutama para anak-anak mereka untuk mengeratkan hubungan mereka. tradisi itu berupa acara minum teh seperti yang akan ku adakan nanti."


Via mengangguk-angguk mendengar penjelasan ku. "tapi tuan, bukan kah hal itu terdengar sia-sia? kalau hanya minum teh saja bukankah tidak perlu banyak persiapan seperti tadi?"


ku kira dia akan diam saja mendengar penjelasan ku. ternyata Via juga cukup kritis. seperti yang diharapkan dari Via-ku yang cerdas!

__ADS_1


"yah bisa dibilang, sebenarnya pesta minum teh adalah tempat bagi para bangsawan untuk unjuk gigi. mereka memamerkan kekayaan dan gengsi mereka. kurang lebihnya seperti itu.


tapi pesta itu juga bisa dijadikan ajang berbagai lobi maupun negosiasi berbagai hal."


"hmmm? aku merasa kalau tuan tidak pernah mengikuti hal-hal seperti itu?"


"apakah aku terlihat seperti pengangguran, sehingga mengikuti hal-hal seperti itu? yah aku memang pernah mengikuti itu beberapa kali sih. tapi tidak pernah mengundang orang lain."


"hmm begitu ternyata." kami akhirnya melanjutkan persiapan kami. semoga saja besok berjalan dengan lancar.


****


well akhirnya pesta minum teh diadakan. aku cukup senang Lili-chan tetap riang. dia bercerita banyak hal tentang kegiatan sehari-hari nya. terutama pelatihan sihir dan peningkatannya akhir-akhir ini.


dia bahkan mempraktekkan sihir nya di depanku. sejujurnya aku terkejut ketika melihat sihir apinya yang merah membara. kalau tidak salah itu adalah Phoenix flame. itu adalah sihir api yang langka. di benua ini, yang dapat menguasai teknik sihir seperti itu mungkin bisa di hitung dengan jari.


yah sisanya berjalan lancar tapi.....


entah kenapa aku seperti melihat aura iblis ketika dia tahu bahwa aku memiliki pelayan pribadi yang cantik!!


Via juga merespon dengan mengeluarkan aura membunuhnya!


oi, oi, oi jangan berperang Disni oke?


Via dengan telaten menuangkan teh ke dalam cangkir ku. penampilan dia dengan baju Maidnya tentu saja adalah sebuah keindahan! rambut pirang keemasannya yang menjulur hingga pundak, sepasang bola mata berwarna biru badan yang ramping dengan dada yang bisa dibilang cukup besar untuk anak seusianya. apalagi kalau bukan perwujudan dari malaikat?!


sementara itu, dengan wajah dingin, Lili-chan menatap setiap langkah Via. dibalut dengan gaun berwarna keemasan, wajah cantik dari Lili-Chan juga tidak kalah mempesona. rambut pirang yang dibiarkan menjulur hingga punggung. badan yang berisi tapi langsing. ini benar-benar perwujudan bidadari!

__ADS_1


mereka berdua sepertinya memiliki ketegangan tersendiri. saling mengawasi dan memelototi satu sama lain seolah-olah ada sebuah kilat yang beradu diantara mereka.


"hei pelayan...." bahkan sebelum Lili-chan selesai bicara, Via sudah memotong.


"saya punya nama Nona Lilianne. jika anda tidak keberatan Tolong panggil saya Olivia. saya adalah pelayan pribadi tuan Issac." kata Via. hei, aku mendengar ada rasa kebanggaan disitu.


"jangan memotong pembicaraan ku ketika aku belum selesai dasar rakyat jelata! juga, jangan menempel seperti benalu dengan Is nii-chan!!"


Via memiringkan kepalanya. "saya tidak mengerti maksud anda Nona Lilianne. saya adalah pelayan pribadi tuan Issac. berada disisi tuan adalah kewajiban seorang pelayan pribadi."


Lili-Chan terlihat semakin geram? sementara aku? entah kenapa aku hanya bisa menonton saja. seolah-olah ada yang menahan ku untuk tidak mencampuri keributan mereka.


"dasar rakyat jelata bodoh!! beraninya kau membantah ucapan ku! apakah orang tua bodoh mu tidak mengajarkan mu bahwa rakyat jelata harus tunduk kepada bangsawan!!"


kali ini Via seperti nya kehilangan kesabaran. dia bahkan membanting cerek berisi teh dan menggebrak meja kami.


"tarik ucapan mu soal orang tua ku, nona bangsawan!! apakah para bangsawan tidak punya kegiatan selain mencaci rakyat jelata?!"


"baik! kalau begitu ayo kita bertarung rakyat jelata! jika kau Menang aku akan menarik kata-kata ku dan mencium kaki mu. tapi jika aku yang menang, pergi jauh-jauh dari Issac!!"


"kenapa tidak?!"


hei-hei!!! kenapa kalian malah ribut?!!


dengan itu telah diputuskan bahwa hari Minggu, mereka berdua akan mengadakan pertarungan di arena latihan milik keluarga Balzaac.


Astaga merepotkan!!

__ADS_1


__ADS_2