
hahhh, lagi-lagi hari yang damai. dibangunkan oleh pelayan manis ku, Olivia. lalu disuguhi segelas teh herbal dan sarapan yang nikmat. lantas berkeliling menikmati sinar matahari yang menyegarkan. ahhh, betapa damainya!
nggak lah, aku bercanda. mana mungkin sekarang aku bisa beristirahat. setelah VIESTA dibentuk aku, Nimitz, dan para petinggi organisasi yang berupa orang-orang yang menghadiri rapat pada waktu itu, kami hampir belum tidur sama sekali!
tentu saja setelah VIESTA resmi dibentuk kami langsung mengonsolidasikan kekuatan kami. mulai dari merekrut agen, menyiapkan kurikulum pendidikan untuk agen baru, membuat prosedur operasi serta berbagai macam pengaturan lainnya. intinya melelahkan!
yah ini hanya permulaan. aku yakin kedepannya akan lebih sibuk. jadi sudah tidak banyak waktu untuk bersantai bukan?
aku sudah mengirim pesan kepada kepala unit Gagak, Charles, tentang apa yang terjadi di wilayah Randall. pesan ini aku kirim bersamaan dengan utusan resmi La-Sa guild.
di surat itu aku memberitahu bahwa sebuah badan intelejen yang resmi serta bertanggung jawab langsung kepada ku telah terbentuk dan aku memerintahkannya untuk menyatukan unit Gagak dengan VIESTA. selain itu aku juga mengangkatnya menjadi kepala cabang Venz. operasinya akan meliputi wilayah Venz dan wilayah bangsawan sekitarnya.
aku juga mengirimkan beberapa orang sebagai personil tambahan agar beban pekerjaan dari cabang di Venz tidak terlalu berat.
beberapa hari kemudian, aku menerima surat balasan yang kurang lebih ucapan terimakasih. selain surat, aku menerima berkas-berkas yang berisi berbagai informasi yang telah mereka kumpulkan di ibukota.
ku pikir kerja Charles luar biasa. mungkin jika kinerjanya yang seperti ini berlanjut aku dapat menjadikan cabang Venz sebagai standar operasional bagi cabang lainnya.
nah tapi itu cerita di lain waktu. sekarang aku sedang membaca berbagai laporan yang dikirimkan dari cabang Venz.
cukup banyak yang menarik minat ku, tapi yang paling membuat ku tertarik adalah putri Aurellia akan mendatangi wilayah Randall Minggu depan. entah apa niat dari sang putri. ini aneh, seharusnya putri sedang sekolah di akademi sekarang. bahkan jika dia adalah seorang putri sekalipun, untuk mengambil izin libur selama 2 kali dalam tiga bulan itu tidak mudah. kecuali.....
aku membuat catatan mental untuk menyelidiki alasan kenapa putri ingin jauh-jauh datang ke wilayah Randall. aku menulis surat kepada cabang Venz untuk segera mengantisipasi seluruh gangguan yang bisa mencelakai putri Aurellia. akan repot jika putri kenapa-napa saat memasuki wilayah Randall.
selain itu aku memerintahkan kepada cabang Randall dan Rutsell untuk mengawasi tindakan para bangsawan yang berafiliasi dengan Duke Conrad. ah iya jika kami ingin pergi ke wilayah ibu kota, kami pasti melewati akan melewati wilayah Earldom Rutsell. ini terletak di timur wilayah Viscount Zen.
aku memutuskan untuk membangun cabang di Earldom Rutsell untuk mengawasi pergerakan serta aktifitas mereka dan Viscount Zen.
entah kenapa lagi-lagi aku merasakan adanya keterlibatan Duke Conrad dan fraksinya dalam masalah ini. cih, bajingan itu.
saat aku sedang menulis surat yang ditujukan untuk masing-masing cabang, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kantor ku. dengan sihir ku aku dapat mengetahui bahwa itu adalah Olivia. aku mempersilahkan nya untuk masuk.
" sepertinya anda bekerja lebih keras daripada sebelumnya tuan. anda tidak boleh memaksakan diri seperti ini. jika anda sakit, bukan hanya anak buah anda, tapi seluruh wilayah Randall juga akan kerepotan."
__ADS_1
hehh, mendengar dia mengeluh seperti itu membuat ku ingin sedikit menggodanya.
"ohh kau khawatir dengan ku Olivia?"
mendengar ku mengatakan seperti itu dengan menggunakan nada yang menggoda, wajahnya memerah! ah ini dia gap moe itu!!
"T-t-tentu saja tuan. J-jika anda jatuh sakit, k-kami semua akan kesulitan. j-jadi tolong pertimbangkan untuk istirahat." aduh gadis ini! aku segera meraih wajahnya dan mencubit pipinya.
"ouch, apa yang anda lakukan tuan?!!"
"nah jangan khawatir soal kesehatan ku. aku tidak semudah itu jatuh sakit. lebih penting lagi, mau kah kau menemaniku berjalan-jalan besok sore."
mendengar dia diajak berjalan-jalan oleh ku, wajahnya kembali bersinar. nah ini baru Olivia yang aku kenal. maka diputuskan bahwa aku dan Olivia akan berjalan-jalan di kota Chevron besok sore.
****
di Istana kerajaan Heinz, seorang perempuan yang mengenakan gaun keagungan yang biasa dipakai oleh keluarga wanita kerajaan sedang berjalan menuju ruang tahta.
sejujurnya dia bahkan tidak tahu alasan kenapa ayahnya memanggil dia secara tiba-tiba. sebuah surat dari istana sampai kepada dirinya sesaat setelah jadwal siang selesai. isinya mengatakan bahwa dia dipanggil untuk kembali ke istana.
sesampainya di ruang tahta, alih-alih melihat ayahnya, dia malah menemukan seorang pemuda yang berusia sekitar 25 tahun. dia tampan, tapi hasrat akan kerakusan dan haus kekuasaan terpancar dari dirinya.
Lewis J Heinz, anak pertama dari istri pertama Raja Heinz yang sekarang sedang duduk di kursi tahta. disampingnya, Maximilian Conrad, pewaris utama Duke Conrad berdiri di sampingnya.
"Kakanda, mengapa anda disini? dimana ayahanda? bukankah rumor buruk tentang kerajaan akan tersebar jika seorang pangeran telah duduk di bangku tahta padahal ayahanda masih berkuasa sebagai seorang raja."
mendengar kritik dari adiknya itu, Lewis memasang wajah masam.
"cih, berani sekali kau mengkritik ku dasar adik bodoh! ayahanda sedang sakit dan menugaskan ku untuk mengurus pemerintahan. lagipula aku adalah pewaris sah dari tahta ini! cepat atau lambat aku akan menjadi raja. jadi apa salahnya?!!"
Aurellia menghembuskan nafas dalam-dalam. dasar kakak bodoh. apa yang sebenarnya kau pikirkan. jika raja mendengar apa yang tadi dia katakan, bukankah dia akan sangat dan marah dan menghukum Lewis?
" kalau memang begitu seharusnya anda membuat kantor kerja sendiri serta memanggil saya ke sana. bukan bertindak seolah-olah kakanda adalah seorang raja."
__ADS_1
mendengar sindiran tajam adiknya, Lewis sangat marah. dia mengeluarkan hawa membunuh miliknya. membuat para bangsawan yang ada di ruang tahta, hampir semuanya fraksi Duke Conrad, bergetar ketakutan.
tapi hawa itu bahkan sama sekali tidak membuat Aurellia gemetar. dia tetap dengan santai berdiri dan menatap langsung ke arah pangeran dan Maximilian.
pada akhirnya Aurellia juga melepaskan aura membunuh nya. ini bahkan membuat para bangsawan, termasuk Maximilian, jatuh berlutut saking tidak kuatnya menahan kekuatan Aurellia.
sementara Lewis juga nyaris jati berlutut namun pada akhirnya dapat menahan diri. tekanannya jauh lebih kuat daripada Lewis. sebenarnya dalam segala bidang, Aurellia adalah yang paling berbakat diantara saudaranya yang lain.
namun karena jenis kelaminnya sebagai wanita dan statusnya sebagai seorang anak kedua dari seorang selir, dia hampir tidak mendapatkan hak untuk mewarisi tahta sama sekali.
banyak yang menyayangkan status Aurellia. seandainya dia laki-laki, mungkin akan ada kesempatan bagi mereka untuk mengatur masalah ini dan dapat mengikut sertakan dirinya dalam perebutan tahta.
akhirnya Aurellia menekan kembali hawa membunuhnya. merepotkan, gerutunya dalam hati.
"baiklah aku tidak punya banyak waktu untuk berada disini terus menerus. langsung ke intinya. ada urusan apa kau memanggilku kemari?"
menahan amarahnya, Lewis memerintahkan salah seorang pelayan untuk memberikan sebuah surat. isinya adalah perintah untuk investigasi wilayah Randall.
akhir-akhir ini mereka mengalami kemajuan pesat dalam ekonomi. gelandangan mulai berkurang di wilayah mereka, khususnya kota Romeon dan Chevron. para pengemis dan anak-anak terlantar juga sudah hampir tidak terlihat lagi.
rumor tentang kemajuan di kota Romeon beredar. banyak yang berasumsi kalau itu berkat salah satu Guild yang baru saja berdiri selama empat tahun di wilayah Randall. La-Sa Guild. jaringan bisnisnya seperti penginapan, restoran, pemandian umum, serta beberapa unit produksi yang di-handle oleh mereka mendatangkan keuntungan yang melimpah bagi Randall.
namun juga ada rumor buruk yang beredar. La-Sa guild telah menculik para anak-anak terlantar, gelandangan, dan para pengemis untuk mempekerjakan mereka secara paksa. sebagai upaya itu, mereka menyogok Marquis Randall untuk bungkam.
tugas Aurellia adalah memastikan kebenaran dari rumor itu. dia merasa sedikit janggal sebenarnya. La-Sa Guild sangat profesional dan berintegritas dalam menjalani bisnis mereka. bahkan di ibu kota sendiri jaringan usaha mereka telah membantu banyak orang untuk mendapat pekerjaan.
apalagi soal Marquis Randall. dia adalah salah satu bangsawan yang dikagumi oleh Aurellia karena kecerdasannya dalam mengelola wilayah. dia juga orang yang jujur dan bertanggung jawab pada jabatannya. dan yang lebih penting dia tidak sewenang-wenang.
bagi Aurellia, dia adalah salah satu cerminan bagaimana seharusnya seorang bangsawan.
namun mau bagaimana lagi. dalam surat ini ada cap dan tanda tangan raja jadi dia tidak punya pilihan. jika dia menolak mungkin akan mendapatkan sanksi dari raja.
lagipula dia juga ingin melihat bagaimana La-Sa Guild bekerja secara langsung di kantor pusatnya. sekalian mendiskusikan beberapa hal dengan Marquis Randall.
__ADS_1
dia menerima pekerjaan ini dan langsung pergi dari ruang tahta. apa yang dia tidak sadari adalah bahwa ketika dia keluar, para bangsawan kecuali Maximilian serta Lewis menyeringai dengan keji. seolah sesuatu tragis yang akan menimpa Aurellia akan terjadi.