Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Panggilan Dari Kaisar


__ADS_3

"Permisi nona Maria, ada panggilan langsung untuk anda. Ini dari kaisar."


Di mansionnya, Maria yang sedang mengerjakan berbagai dokumen didatangi oleh salah satu pelayannya. Begitu mendengar apa yang ia katakan, Maria mengangkat kepalanya.


"Panggilan langsung? Sangat tumben sekali untuk orang tua itu memanggil itu. Baiklah, aku akan segera pergi ke istana dan bertemu dengannya. Kapan jadwal itu ditentukan?"


"Besok siang. Anda akan diundang untuk makan siang dengan kaisar."


Maria mengangguk dan mempersilahkan sang pelayan untuk pergi. Begitu pelayan pergi dan menutup pintu, Maria menggebrak mejanya.


"Kakek sialan itu....pasti ini semua adalah ulah para bangsawan dan pejabat yang ada disekitarnya!"


Maria sudah punya ide apa yang akan mereka bicarakan dengannya. Ini pasti terkait dengan pendanaan perang. Sejauh ini sejak dia mengambil alih keluarga Petersburg, klan bangsawan satu ini telah menjelma menjadi raksasa besar.


Petersburg sendiri awalnya adalah klan yang sekarat. Itu adalah cara paling mudah untuk menggambarkannya. Telah menjadi salah satu pelayan kaisar lebih dari 100 tahun, keluarga Petersburg berada di ujung kehancurannya ketika Maria lahir.


Pajak yang harus dibayarkan oleh rakyat maupun vassal atau bangsawan yang menjadi bawahan mereka sangat tinggi. Itu karena gaya hidup keluarga mereka yang sangat glamor.

__ADS_1


Gagal panen pasti terjadi setiap tahunnya. Biasanya di benua Lantos, panen akan terjadi setiap dua kali dalam setahun. Itu pun belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang.


Bayangkan apa yang terjadi jika mereka hanya panen satu kali dengan hasil yang tidak maksimal. Hasilnya sudah bisa ditebak. Kelaparan akan terjadi.


Selain pajak yang mencekik dan kelaparan, masalah akut yang telah menjadi penyakit para bangsawan juga terjadi pada mereka. Itu adalah utang yang menumpuk. Tidak ada masalah dengan utang itu sendiri. Dengan catatan jika pihak lain memanfaatkan utang itu dengan benar.


Yang menjadi masalah adalah ketika keluarga Petersburg berutang, mereka tidak memiliki kemampuan yang baik untuk mengelola uang yang mereka pinjam. Itu menyebabkan mereka tidak memiliki kapasitas untuk membayarnya dan aset mereka jatuh ke tangan pihak lain.


Dan yang paling menjadi masalah adalah ambisi mereka untuk membangun kekuatan militer. Sama seperti utang, tidak ada yang salah untuk melakukan hal itu. Mau bagaimana pun untuk menjaga kemanan sebuah wilayah dari ancaman eksternal memang dibutuhkan.


Di saat seperti itulah, Maria lahir. Kehadirannya sendiri sebagai seorang wanita cukup diremehkan. Tetapi berkat kecerdasan sekaligus ingatan masa lalunya, Maria berhasil menjadi seorang Duchess dan meningkatkan kesejahteraan wilayah Petersburg.


Tapi bagaimana cara dia menyingkirkan lawannya dan membuat keluarganya kembali berjaya adalah cerita untuk lain waktu.


Besok siangnya, Maria memenuhi panggilan dari kaisar. Seperti yang ia duga, ini bukan pembicaraan empat mata. Karena masing-masing bangsawan besar telah berkumpulnya di ruang audiensi. Segera setelah Maria duduk, pembicaraan mereka dimulai.


"Tidak lama lagi, kita akan berperang dengan kerajaan Heinz. Ini bukan peperangan yang mudah tetapi aku yakin kita bisa memenangkan perang ini. Bukankah kalian semua setuju dengan hal ini?"

__ADS_1


Semua Bangsawan yang ada di sana bersorak untuk kata-kata kaisar. Tentu saja kecuali Maria. Apakah kekaisaran Moskov akan menang? Ya, mungkin saja. Tapi Maria yakin bahwa kalaupun mereka menang, harga yang akan mereka dapatkan sangat mahal.


Lagipula perang ini dilakukan di waktu yang tidak tepat. Kerajaan Heinz telah menjadi kerajaaan yang super power. Cukup untuk menghabisi kekaisaran Moskov jika mereka memang menginginkannya.


"Nona Petersburg, sepertinya anda meragukan kata-kata yang mulia kaisar nan agung? Anda boleh memiliki pendapat sendiri tetapi meragukan kalimat kaisar utusan para Dewi kita adalah dosa yang tidak bisa diampuni!"


Maria dengan dingin menatap bangsawan yang mengatakan itu. Pendiriannya sama sekali tidak goyah.


"Mohon maaf yang mulia kaisar. Saran saya, jangan pernah memerangi kerajaan Heinz. Kita beluk siap untuk melakukan hal itu. Ketika kerajaan Heinz sedang melakukan reformasi besar-besaran dan radikal, kita sedang mengalami pelemahan di saat yang sama. Dan juga....."


"LANCANG SEKALI, NONA PETERSBURG! KAU MERAGUKAN KALIMAT YANG MULIA KAISAR NAN AGUNG!? ITU SAMA SAJA SEPERTI MERAGUKAN WAHYU PARA DEWI!!"


Menjijikan. Penjilat seperti mereka benar-benar menjijikan.


"Tenanglah, Duke Sarkozy. Sekarang Duchess Petersburg, aku memiliki beberapa tugas yang harus kau lakukan sebagai bukti kesetiaan dirimu pada kekaisaran agung Moskov."


Maria menghela nafas panjang. Mimpi buruknya mungkin akan segera dimulai.

__ADS_1


__ADS_2