Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 115: Tindakan Balasan


__ADS_3

Aku berjalan menuju Kafetaria bangsawan. aku sudah agak terlambat. mereka bertiga pasti sudah menunggu. hahhh. apa yang Lia katakan membuatku semakin pusing. sekali lagi, aku malas berhadapan dengan kuil. idealnya aku akan membiarkan mereka melakukan sesuka mereka. tapi kali ini tidak bisa seperti itu. kalau aku mengambil sikap pasif dan membiarkan semuanya terjadi sesuai kehendak mereka, itu pasti akan membawa bencana kepada orang-orang terdekatku.


lagipula, aku tidak tahu apa yang petinggi kuil pikirkan tentangku. tidak seperti di berbagai wilayah dan mansion bangsawan, aku tidak memiliki Agen di kuil. jadi aku tidak memiliki akses informasi yang akurat tentang mereka. ini tidak seperti aku tidak bisa menyusupkan agenku ke sana. memang sulit tetapi entah bagaimana aku bisa mengatasi hal itu.


hanya saja selama ini, mataku sama sekali tidak tertuju pada mereka. aku tidak peduli apa yang mereka lakukan. yah, aku ceroboh. mereka punya pengaruh yang besar di benua Lantos. tidak mungkin tindakan mereka sama sekali murni untuk Dewi. mereka perlu menjaga status quo agar posisi dan pengaruh mereka tetap eksis dan tidak tergerus.


baiklah-baiklah, aku bisa memikirkan hal itu nanti. aku menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. setelah itu membuka catatanku dan menulis beberapa hal. yosh, aku sudah punya rencana. setidaknya untuk beberapa langkah kedepan. aku memasukkan lagi buku catatanku ke tas spasial dan lanjut berjalan menuju Kafetaria.


nah, ternyata benar. mereka sudah menunggu. aku duduk dihadapan mereka dan tentu saja minta maaf karena terlambat.


"jangan dipikirkan Is, aku tahu kalau kau menjadi bawahan Lia sekarang jadi wajar saja kalau kamu sangat sibuk. tapi jangan lupakan kami oke?"


tentu saja aku tidak akan! Astaga, aku bingung harus tertawa atau menangis mendengar kak Misha mengatakan itu. eh, apakah mereka tidak marah atau cemburu atau apapun itu ketika aku menghabiskan waktu dengan Lia?

__ADS_1


"Hei, wajahmu menunjukkan segalanya tahu!" kak Sasha menggembungkan pipinya. "sejujurnya aku pribadi tidak keberatan. toh, Is kan memang lady killer." dan dua kekasih yang lain mengangguk setuju. hei! apa-apaan kalian ini! aku dengan jail mengigit telinga mereka satu persatu, membuat tubuh mereka bergetar dan merinding.


walaupun ini di kafetaria, tempat ini sudah sangat sepi dan aku juga telah memastikan bahwa tidak ada satu orangpun yang melihat kami jadi aku bertindak dengan berani. sisanya, kami menghabiskan waktu dengan bersenang-senang.


****


malam itu, setelah bermesraan dengan kedua kakaknya dan Anna, Issac pamit untuk pergi duluan ke asramanya. alasannya lelah, tetapi tentu bukan itu. ada hal penting yang harus dia lakukan sekarang. sesampainya di kamar, Issac langsung mengambil selembar kertas dan pena lalu menuliskan surat disana. setelah itu, dia mengirimkan surat itu kepada Kepala VIESTA pusat.


****


Charles masih sibuk mengerjakan beberapa dokumen yang berkaitan dengan pekerjaannya. dia juga sedang membaca laporan yang sampai kepadanya yang berasal dari bawahnya yang tersebar di berbagai tempat. namun, pekerjaannya diinterupsi oleh kehadiran yang tidak biasa.


dia memalingkan wajahnya ke arah jendela. seekor burung gagak berwarna hitam hinggap disana. itu pasti dari tuan. tidak biasanya dia mengirimkan surat semalam ini. ada apa gerangan?

__ADS_1


dengan kebingungan dia menghampiri gagak itu. gagak itu seperti memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya. Charles agak kaget. ini super rahasia. di amplop yang menjadi wadah bagi surat itu, ada sebuah enkripsi sihir yang rumit. dimana hanya Charles yang menjadi Kepala agen pusat yang hanya bisa membukanya.


dia memecahkan enkripsi amplop itu dan membaca surat yang ada di dalamnya. Charles mengernyitkan dahinya. akhir-akhir ini kuil sedang mengawasi tuannya? apa yang mereka inginkan darinya? Charles paham bahwa Issac sangat bermasalah dengan para bangsawan jadi hal yang wajar jika mereka terus mengawasi Issac. meskipun tentu saja, mereka tidak mendapatkan apapun.


tetapi Kuil? dia paham bahwa tuannya memang bukan orang yang religius, tetapi dia juga tidak pernah mencari masalah dengan mereka. dia semakin penasaran dengan dua hal. apa yang kuil inginkan dari tuannya dan siapa sebenarnya Issac. tetapi dia tidak terlalu memikirkan itu. dia yakin akan mengetahui itu pada saatnya tiba.


yang terpenting sekarang, dia harus mengawasi Kuil sebagai balasannya. dia tidak bisa mengutus sembarang orang untuk melakukan itu, mengingat kuil memiliki pengamanan yang sangat luar biasa.


Charles kembali ke kursinya dan membuka laci yang berada di depannya. dia mengeluarkan tumpukan kertas dari sana. itu adalah daftar nama-nama agen yang bekerja di lapangan. tentu saja, beserta dengan gambar mereka.


dia dengan hati-hati memilah siapa yang cocok untuk melakukan misi berbahaya ini. dan tentu saja, kandidat pastinya berasal dari unit Wolfgang. dia harus membuat izin khusus jika ingin melakukan itu kepada Issac. tetapi, untuk sekarang dia akan menggunakan haknya untuk memanggil salah satu dari mereka.


"Yahh, sepertinya tuan akan mengalami banyak masalah, ya? aku juga sih, tetapi masa bodoh lah"

__ADS_1


__ADS_2