Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Berbeda Jalan


__ADS_3

pertemuan di gedung serbaguna akhirnya berakhir di tengah malam. selanjutnya, Issac akan mengadakan pertemuan lagi dengan mereka mengenakan skema pemberian bantuan dan beberapa syarat dan aturan tambahan lainnya. tapi sebelum pergi, Issac memberikan kepada mereka masing-masing dua puluh koin emas kekaisaran pada mereka. mereka harus mencukupkan uang itu untuk sebulan.


nah, tapi uang segitu akan lebih dari cukup untuk hidup di Reichstaag. kecuali kalau mereka menggunakan itu untuk judi, menyewa wanita-wanita di distrik lampu merah, atau berfoya-foya dalam hal lainnya. Namum Issac percaya, mereka yang telah menjalani hidup nan keras akan lebih menghargai uang yang mereka dapatkan.


"Issac... apakah kamu yakin bisa memberikan mereka bantuan sebanyak itu? maksudku, sama sekali bukan tugas dan kewajibanmu untuk melakukan itu. lagipula, bukankah hal seperti itu akan menguras dompetmu?"


Issac bersender di sandaran kursi keretanya. meskipun tengah malam, distrik komersial masih lumayan ramai. walaupun yah, kita semua tahu isinya apa.


"Tidak masalah. seperti yang aku katakan tadi, aku tidak melakukannya dengan gratis. setelah mereka lulus nanti, mereka harus bekerja untukku. lagipula, standar yang aku buat untuk mereka cukup tinggi. menduduki lima besar di kelas mereka setiap tahunnya lalu membuat penelitian untuk tugas akhir. itu adalah hal yang sulit untuk dilakukan."


Issac memberikan banyak syarat untuk bantuan ini. mereka harus fokus belajar dan tidak boleh menggunakan uang mereka untuk berfoya-foya. tentu saja mereka diizinkan untuk menghibur diri. tetapi jika nilai mereka turun karena main-main, ia akan mencabut bantuan itu dan memaksa mereka untuk mengembalikan bantuan yang telah dia berikan.


itu saja sudah lebih dari cukup bagi mereka untuk tidak main-main dan serius dalam belajar. ada kesadaran dalam diri mereka bahwa Issac mengharapkan yang terbaik dari anak buahnya. dan sebagai hamba, mereka tidak akan sanggup mengecewakan tuannya.


"pada dasarnya, mereka semua adalah murid yang berbakat. aku telah diberikan akses khusus untuk melihat catatan akademik mereka selama di akademi kekaisaran. hasilnya cukup mencengangkan. mereka menduduki peringkat lima besar di kelasnya masing-masing.


"selain itu, meskipun diantara mereka ada yang nilai akademiknya tidak terlalu bagus, mereka tetap melakukan hal terbaik dan fokus kepada aktifitas yang menjadi minat mereka. ada yang mempelajari tentang alat-alat sihir, aktif di laboratorium alkimia, mempelajari ekosistem dungeon dan monster, sastra, teknologi sihir, ataupun hal lainnya.

__ADS_1


"yang aku lakukan hanyalah memantik lagi semangat mereka yang sempat padam. begitu mereka kembali fokus dan tidak memikirkan hal lainnya selain belajar, mereka akan keluar dari rantai yang selama ini mengikat mereka dan berusaha semaksimal mungkin. dengan begitu mereka akan berguna untukku.


"pada intinya aku hanya ingin bilang kalau ini adalah investasi jangka panjang yang menguntungkan. setelah lulus nanti, mereka akan menjadi pionir yang akan membangun Versailles dan membuatnya menjadi tempat yang lebih hebat daripada apapun."


Margareth tersenyum mendengar kata-kata Issac. meskipun dia berbicara seolah-olah bahwa mereka hanyalah alat, tapi Margareth tahu Issac benar-benar tulus membantu mereka dan tidak mengharapkan apapun dari mereka kecuali masa depan yang lebih baik. Issac punya caranya sendiri untuk memanusiakan manusia.


lagipula, dia telah memberikan kesempatan pada mereka. untuk membuat mereka bersinar dan membuktikan pada keluarga dan kerajaan bahwa orang-orang terbuang ini bukanlah pecundang, dia menyediakan tempat untuk mengembangkan kemampuan para pelajar ini. itu adalah wilayahnya sendiri, Versailles.


ini adalah pertama kalinya bagi Margareth untuk mengagumi seseorang selain ayahnya dan teman masa kecilnya. tidak hanya mengagumi Issac sebagai seorang bangsawan, tapi juga mengaguminya sebagai seorang manusia.


"Kalau begitu, aku juga akan membantumu semaksimal mungkin. kamu tidak bisa melakukan semua ini sendirian, kan? jadi jangan khawatir. tanpa kamu minta sekalipun, aku akan menjadi."


"Kalau begitu, maukah kau ikut denganku ke distrik rakyat biasa minggu depan? aku harus mengunjungi beberapa tempat disana."


"Tentu saja. tapi tiga hari lagi kamu harus mengadakan pertemuan lagi untuk membahas skema bantuan lebih lanjut kepada yang lain, kan? jadi pastikan dirimu untuk tetap sehat."


Issac tersenyum pahit. seharusnya kau lebih mengkhawatirkan dirimu sendiri. Issac ingin mengatakan itu tapi tidak jadi. dia bisa tidur selama dua minggu berturut-turut dan itu sama sekali tidak menggangu kesehatan tubuhnya maupun fungsi dan kinerja otaknya. Issac malah takut justru Margareth lah yang tidak akan bisa mengikutinya. sifatnya yang pekerja keras benar-benar seperti Aurellia.

__ADS_1


"Ah benar juga. aku ingat kalau nyoya Heid pernah mengatakan bahwa kau punya seorang adik laki-laki. tetapi aku belum melihatnya. dimana dia sekarang?"


Margareth kelihatan terguncang ketika mendengar pertanyaan Issac. karena itu, Issac jadi merasa tidak enak. awalnya dia ingin menarik pertanyaannya tetapi Margareth sudah menjawab duluan.


"kamu tadi lihat kan, betapa indahnya persaudaraan antar sesama pelajar. mereka tinggal di negeri yang jauh dari tempat kelahiran mereka. karena itulah mereka sangat dekat satu sama lain.


"tidak peduli apakah mereka bangsawan ataupun rakyat biasa, tidak ada jarak diantara mereka semua. lebih tepatnya, mereka sudah lama menghapus jarak yang terbentang diantara mereka."


Margareth melihat keluar jendela. meskipun sedang tersenyum, tapi matanya tidak tersenyum. dia terlihat murung. inilah pertama kali Issac melihat Margareth sedih.


"tapi tidak semua seperti itu. ada bangsawan yang menganggap bahwa untuk menjaga kesucian darah ningrat yang mereka miliki, orang-orang itu menjauhkan diri dari yang lain dan membentuk kelompok sendiri.


"Tidak hanya membentuk kelompok sendiri, mereka juga sering merendahkan pelajar lain yang mereka anggap sebagai manusia buangan. adikku, Phillip Bless, adalah salah satu diantara mereka."


ternyata begitu. Issac akhirnya paham kenapa Margareth tidak menceritakan tentang adiknya sebelum Ia menanyakannya secara langsung. memiliki saudara yang berbeda paham bukanlah hal yang mudah. apalagi dalam kondisi seperti ini.


tapi Margareth tidak perlu merasa kesepian. dia memiliki teman-teman yang bisa diandalkan. dia menjadi sahabat dari gadis populer dan cerdas di akademi dan mendapatkan kepercayaan dari gadis seperti Agatha.

__ADS_1


"tidak perlu memasang wajah seperti itu, Margareth. percayalah, kau tidak sendirian. Jika menurutmu adikmu bengkok, kau hanya harus meluruskannya dan membawanya kembali ke jalan yang benar. bukankah itu adalah tugas seorang kakak?"


Margareth akhirnya tersenyum tulus. Issac benar. dia tidak sendirian. ada orang yang akan membantunya untuk meluruskan adiknya. malam itu, selama perjalanan ke mansion, Margareth memasang senyuman termanis yang Pernah dia buat untuk temannya.


__ADS_2