
Satu bulan berlalu semenjak petualangan kami yang panjang di Wilayah Clifford. James dan Evelyn sudah kembali ke desa mereka yang ada di wilayah Sera. mereka sudah mendapatkan cukup banyak uang untuk hidup disana secara mandiri. karena mereka cukup sering mengambil Quest dan berhasil, mereka langsung di promosikan ke peringkat perak.
untuk beranjak dari peringkat perak ke emas, itu akan melalui proses yang lebih sulit. peringkat perak sendiri dibagi menjadi tiga tingkatan lagi.
Strip satu
strip dua
strip tiga
ketika kau sudah mendapat strip tiga dalam lencana perakmu, kau berhak untuk di promosikan untuk naik ke peringkat emas. tetapi sebelum itu, kau harus melalui ujian yang sangat sulit. yah, aku tidak tahu bagaimana teknisnya karena aku tidak berfokus untuk menjadi Petualang.
aku sendiri sedang menikmati liburanku di mansion milik ayah di Kota Venz. bersama dengan ketiga kakakku. yah, kali ini Kak Albert memutuskan untuk lebih meluangkan waktu untuk keluarga mengingat dia seringkali menyibukkan diri di akademi.
dia itu mirip ayah! sangat mirip bahkan! dia orang yang kaku dan canggung dalam memperlihatkan kasih sayangnya bahkan kepada adik-adiknya sekalipun. sebagai gantinya, dia berusaha melindungi kami dari balik meja. salah satu alasan kenapa aku tidak pernah disentuh oleh dewan siswa yang menjadi kaki-tangan para bangsawan dan guru adalah karena dia.
dia juga orang yang kompeten. dia memahami bagaimana cara mengelola dan mengatur sebuah wilayah dengan baik. dia juga seringkali ikut dengan ayah untuk pergi ke lapangan dan memantau keadaan penduduknya. itu kak Albert lakukan bahkan sebelum dia masuk ke akademi. yah, kualitasnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan si bodoh Geitz yang tidak berguna.
ayah mungkin akan lebih tenang jika menyerahkan gelar Marquis selanjutnya kepada Kak Albert, tetapi itu akan mendatangkan banyak masalah. terlepas dari Kak Albert anak ke berapa, yang menjadi masalah utama adalah dia tidak punya banyak dukungan di belakangnya.
__ADS_1
itulah kenapa, bahkan seandainya ayah menjadikan Kak Albert sebagai kepala keluarga selanjutnya, sampah seperti Geitz tidak akan tinggal diam. dengan dukungan yang dia dapatkan dari bangsawan lain, dia pasti akan mencari cara untuk melengserkan Kak Albert dari posisinya. ya ampun ini sangat merepotkan!
aku tidak keberatan untuk menyokong Kak Albert dari belakang dengan semua sumber daya yang aku punya. karena memang itulah niatku dari awal. mana mungkin aku akan membiarkan Geitz mengacaukan apa yang sudah kakek dan ayahku bangun? tetapi mari kita pikirkan itu nanti. aku juga harus mendapatkan dukungan dari pihak lain.
"Hei Is, apakah kau punya kegiatan nanti? kalau tidak punya, aku mengundangmu untuk minum teh bersamamu di perpustakaan mansion." Kak Albert mengundangku saat kami selesai makan malam. tidak ada sih. jadi aku rasa tidak apa-apa.
"Baiklah, aku akan terima undangan itu. tapi ada beberapa hal yang harus aku selesaikan jadi aku akan menyusul oke." Kak Albert mengangguk dan pergi ke perpustakaan duluan.
baiklah, mari kita tanda tangani beberapa dokumen terlebih dahulu lalu datang ke perpustakaan.
****
diluar pasti sangat dingin. aku berjalan melalui lorong, turun ke lantai satu dan masuk ke ruang perpustakaan yang kebetulan terletak di dekat tangga. di dalam sudah ada Kak Albert dan dua Maidnya. seingatku mereka bernama Carla dan Selia. mereka sangat dekat satu sama lain. wajar sih soalnya mereka kekasih Kak Albert.
"Oh, kau sudah datang Is. silahkan duduk. Selia, Carla, tolong bawakan Is teh dan cemilan."
mereka membungkuk dan keluar dari ruangan. jika di depan aku dan lainnya, mereka selalu dalam mode kerja, tetapi kalau hanya bertiga dengan Kak Albert mereka akan bertingkah sangat manja dan mesra. hahhh...bikin iri saja!
kami mengobrol ringan dulu sebelum akhirnya mereka berdua datang lagi dengan membawa dua cangkir dan satu teko berisi teh. juga ada dua kue kering. benar-benar cemilan yang cocok untuk musim dingin.
__ADS_1
"Lalu, apa yang kau ingin bicarakan kak Albert? rasanya tidak mungkin kau mengundangku ke sini hanya untuk minum teh." Kataku setelah menyeruput teh ke dalam mulutku. eh, teh ini enak. aku akan meminta Via untuk belajar membuat teh seenak ini lain kali.
"Hohh...kau benar-benar peka dan to the point ya? baiklah. kau tahu, aku berniat untuk menjadi pewaris keluarga Randall. tetapi aku paham dengan posisiku. tidak seperti kak Geitz, aku sama sekali tidak memiliki dukungan dari para bangsawan. aku juga tidak memiliki dukungan finansial.
dengan kata lain, aku tidak memiliki apapun yang memungkinkanku untuk menjadi kepala keluarga Randall selanjutnya. maka dari itu Issac, aku ingin meminjam kekuatanmu untuk mengokohkan posisiku. untuk sekarang, kau adalah sekutu yang paling aku butuhkan."
Oh, ternyata dia ingin membicarakan hal ini. awalnya aku berpikiran untuk merencanakan ini di lain waktu tetapi kelihatannya aku harus menarik pikiranku yang tadi.
"untuk sekarang? itu berarti suatu saat kau akan melemparku begitu bantuan dariku sudah tidak dibutuhkan lagi kan? menarik. aku tidak keberatan. aku hanya harus membuat dirimu bergantung padaku selamanya. tetapi pertanyaan selanjutnya, apa yang akan kau berikan padaku? aku jelas tidak akan memberikan bantuan secara cuma-cuma. ingat, tidak ada makan siang yang gratis."
Kak Albert mengetahui bahwa akulah pemilik La-Sa Guild seluruhnya. wajar, dia adalah tangan kanan ayah. dia pasti mendapatkan akses khusus untuk membaca beberapa dokumen rahasia yang berisi kesepakatan antara ayah denganku.
dia juga paham bahwa aku dekat dengan Aurellia dan Lili. juga cukup akrab dengan Duke Balzaac. yah, dia beberapa kali mengobrol denganku saat mampir ke akademi. bahkan rutin berkirim surat. Kak Albert jelas ingin membuatku berpihak pada dia. berapapun harganya.
"aku tidak tahu apakah orang sepertimu akan tertarik dengan ini tetapi mari dengarkan ini."
pada akhirnya kami membicarakan banyak hal malam ini. tawaran dari Kak Albert tidak buruk. dia tidak menjanjikan banyak hal tetapi setidaknya dia telah memikirkan secara matang tentang apa keuntungan yang aku dapat jika aku bersedia untuk berdiri di kubunya.
mungkin tiga jam telah berlalu. akhirnya kami menyelesaikannya pembicaraan. yah...itu adalah obrolan yang menarik. dari awal aku sudah memutuskan untuk membuat kak Albert menjadi seorang Marquis. jadi kesepakatan yang kita buat tadi anggap saja sebagai bentuk kepercayaan dan profesionalitas.
__ADS_1
kami semua keluar dari perpustakaan. Kak Albert terlihat lelah. begitu juga dengan dua kekasihnya. tetapi sebelum aku meninggalkan asrama, aku membisikkan sesuatu kepada mereka. bisikkan itu membuat badan mereka bergetar karena ketakutan.