Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 113: Sang Bishop


__ADS_3

Satu bulan setelah pesta pertunangan dan ulang tahunku dirayakan, akademi sudah memulai kegiatannya kembali. tentu saja dengan banyak murid baru. bagiku, menjadi tahun murid tahun ketiga tidak bernilai apapun. tapi sepertinya, aku akan banyak mendapat cobaan, ya?


posisiku yang sekarang sudah memiliki tiga kekasih, jadi aku akan terus melindungi mereka sekarang. tidak, aku sama sekali tidak keberatan tentang itu dan tidak keberatan. tapi entah kenapa, meskipun aku telah melemahkan pengaruh fraksi bangsawan di akademi, aku akan menghadapi lawan yang lebih tangguh dari mereka.


nah, aku berharap itu hanya sekedar firasat. tidak lebih. ah, benar juga. sekarang Via sudah masuk ke akademi. inilah satu-satunya hal yang membuat aku senang karena menjadi murid tahun ketiga. jadi aku tidak perlu jauh-jauh lagi dari Via.


dia juga akan menjadi asistenku mulai dari sekarang. aku memiliki banyak pekerjaan dan Via bisa diandalkan untuk melakukan hal itu. lagipula, aku menyiapkan dia untuk mengganti posisi Nimitz nanti. yah, aku berniat menjadikan Via sebagai salah satu dari tangan kananku di masa depan.


ngomong-ngomong soal lawan tangguh, aku mengendus sesuatu yang aneh dari sebuah entitas yang memiliki pengaruh terbesar bahkan setara dengan para bangsawan, Kuil dua belas Dewi suci.

__ADS_1


entah apa yang mereka inginkan dariku tetapi akhir-akhir ini aku menyadari bahwa mereka terus mengawasiku. aku rasa mereka melakukan itu sudah dalam waktu yang lama. jangan salah paham, aku tidak menganggap mereka sebagai lawan, musuh, atau apapun. tidak, lebih tepatnya aku ogah untuk menjadikan berhubungan dengan mereka. berhadapan dengan kelompok seperti mereka hanya akan membuatku sakit perut.


"tuan Starfall, saya paham bahwa tidak ada yang salah dengan nilai anda di ujian akhir tahun kemarin. tetapi saya harap anda tetap memperhatikan ketika saya sedang mengajar." sebuah nada tajam tiba-tiba sampai ke telingaku. eh, aku terlalu banyak melamun dan hal itu membuat bu guru marah. maaf deh, aku tidak akan mengulanginya lagi.


hei Anna! jangan tertawa! aku akan mengigit telingamu lagi jika kau melakukan itu! entah kenapa akhir-akhir ini aku mengembangkan kebiasaan aneh. aku jadi suka menggigit atau menjilat daun telinga mereka dan melihat tubuh mereka bergetar. tentu saja itu semua di akhiri oleh tinju ke arah wajahku tapi mereka tidak kelihatan keberatan.


oke oke, aku minta maaf! lupakan hal itu, oke? aku memandang wajah Anna dan tersenyum. melihat wajah kekasihku yang juga tersenyum manis. yah, hal-hal seperti ini memang terasa menyenangkan.


aku berpisah dengan Anna dan langsung pergi kesana. sepanjang perjalanan aman-aman saja tetapi begitu sampai di pintu masuk perpustakaan, aku berpapasan dengan seorang tua yang memakai sebuah jubah kebesaran yang indah. aku yakin seratus persen bahwa dia adalah salah seorang Bishop dari kuil suci. aku enggan menyapa, tetapi demi sopan santun, aku menundukkan kepala dan memberi salam padanya.

__ADS_1


dia tidak membalas salamku. hanya tersenyum dengan mata terpejam, lalu pergi begitu saja. meskipun tadi dia tersenyum, aku merasakan kebencian yang sangat kuat darinya. eh? apakah aku melakukan sesuatu yang merugikan pak tua itu? ah biarlah, memikirkan hal seperti itu hanya membebani pikiranku jadi aku dengan tak acuh juga meninggalkannya.


baiklah, mari lakukan pekerjaan kita. Aurellia akan marah jika aku datang terlambat. ya ampun, bikin pusing saja.


****


Bishop tua itu pergi dari perpustakaan dengan wajah tersenyum. dia menyapa para murid yang lewat dan menteri salam mereka. bahkan terlihat tulus memberikan doa kepada beberapa murid yang meminta berkahnya.


tetapi semua itu berkebalikan dalam hatinya. dia sangat murka sekarang. rasanya dia ingin mencabik-cabik tubuh seorang bocah yang tadi dia temui di perpustakaan. bocah itulah yang menciptakan iregularitas pada saat tes di akademi tiga tahun yang lalu. Bishop itu meyakini bahwa bocah itu, Issac, adalah salah satu penyembah dewa jahat yang akan menghalangi cahaya para Dewi.

__ADS_1


agar hal itu tidak terjadi dia harus mengambil tindakan. dia tidak boleh membiarkan Issac hidup di dunia ini. demi keselamatan dunia, Issac harus mati. tidak peduli berapapun harganya. Bishop itu tersenyum bengis dan segera menyiapkan beberapa rencana untuk menyingkirkan Issac.


__ADS_2