
mungkin sudah setengah jam ketika akhirnya kami sampai di desa yang tercantum di kertas misi kami. kalau menurut peta sih sudah tepat. tapi...ini benar-benar seperti desa mati. tidak ada satupun orang yang keluar dari rumah mereka. padahal meskipun dingin, suhu masih lebih rendah dan cuacanya cukup cerah. masih terasa hangat.
"Sepertinya tidak ada yang bisa kita tanyai disini. tetapi lihatlah, ada jejak kaki berukuran besar di sekitar sini. ah, disitu juga ada. lebih baik kita ikuti saja jejak kaki ini sebelum hilang tertutup oleh salju."
segera, kami meninggalkan desa dan mengikuti jejak kaki tersebut. dilihat dari ukuran dan bentuk dari jejak ini, tidak mungkin ini adalah kaki manusia. semakin jauh mengikuti, kami akhirnya mendaki ke sebuah bukit. sepertinya mereka mengarah ke sarangnya sendiri.
sebenarnya agak berbahaya bagi yang lainnya untuk menghabisi langsung Ogre Salju di sarangnya langsung. mau bagaimana-pun mereka lebih kuat dan lebih cepat daripada goblin meskipun badan mereka besar. haruskah aku memancing mereka untuk keluar?
"Aku pikir ide yang bagus untuk melawan mereka secara langsung di sarangnya! ini adalah kesempatan untuk menguji latihan yang telah aku jalani selama ini!" James tiba-tiba mengepalkan tinjunya.
hmmm kelihatannya Anna dan Evelyn baik-baik saja dengan itu. baiklah, aku pikir tidak ada masalah. aku akan mengintai terlebih dahulu. memastikan bahwa tidak ada masalah yang akan menghadang kami.
aku menyuruh mereka untuk stay di tempat sampai aku memberikan mereka kode untuk maju dan segera berlari kearah sarang para Ogre Salju. sepanjang jalan aku menemukan banyak ceceran darah. aku tidak tahu darah apa ini tapiku harap ini bukan darah manusia. setelah menempuh waktu sekitar sepuluh menit, aku dapat melihat sebuah Goa. ukurannya lebih besar dibandingkan dengan sarang goblin pada waktu itu.
aku memeriksa kondisi sekitar Goa. tidak ada Ogre Salju yang berkeliaran di luar sini. baiklah mari berikan mereka sinyal untuk segera kemari. aku menembakkan sebuah bola api ke langit dan meledak seperti kembang api. itu adalah kode bagi mereka untuk maju mengikuti jejak yang aku tinggalkan.
perlu waktu 20 menit bagi mereka untuk mencapai sini. yah, salah sih kalau yang dijadikan standar kecepatan adalah aku. lagipula mereka berjalan secara berkelompok jadi wajar jika pergerakan mereka agak lambat. setelah membiarkan mereka istirahat sejenak, aku mulai memberikan instruksi pada mereka.
__ADS_1
"Goa yang ada di depan kalian adalah sarang Ogre Salju. aku yakin kalian melihat darah sepanjang perjalanan kalian menuju ke sini tadi. aku tidak tahu apakah itu darah dari hewan ternak yang mereka ambil atau bukan, tetapi untuk kemungkinan terburuknya, akan ada korban manusia.
aku akan mengambil peran sebagai mage kali ini. sebisa mungkin aku akan memancing mereka semua keluar dari sarangnya dan menghindari pertempuran di dalam sana. aku takut pergerakan kalian akan dibatasi oleh tempat yang sempit."
mereka semua mengangguk. yosh, kalau begitu akan ku mulai!
"Fire Canon!!" sebuah api melesat menuju sarang para Ogre Salju dan meledakkan Goa itu. sekitar 25 Ogre keluar dari sana dengan api berkobar ditubuh mereka.
James dan yang lainnya langsung maju begitu mereka keluar. Anna dan James adalah tipe petarung jarak dekat jadi mereka harus menghadapi para Ogre itu secara frontal. sementara Evelyn, dia merapalkan sihir buff kepada Anna dan James. itu sihir buff yang cukup kuat. setidaknya untuk standar gadis seusianya.
karena aku mage jadi aku bertugas untuk memberikan mereka dukungan. James dengan gagah berhasil memenggal seekor Ogre dengan sekali tebas. Ogre Salju memiliki tubuh yang lebih kuat jika dibandingkan dengan Ogre biasa. jadi berhasil membunuh mereka hanya dengan satu ayunan pedang adalah hasil yang patut dibanggakan.
untuk Evelyn sendiri, selain menguasai sihir buff, dia juga bisa mengeluarkan sihir debuff kepada lawan-lawannya. dia juga memiliki keahlian berpedang walaupun tidak sehebat James. Jadi, begitu dia melemparkan debuff kepada para Ogre, dia langsung maju dan menebas mereka.
sisanya berjalan dengan lancar. kali ini aku juga ikut bertarung walaupun tidak banyak jumlah Ogre yang aku bunuh. paling-paling hanya tiga. sebagai suporter, biasanya aku melindungi mereka jika lengah terhadap serangan monster. seperti Anna yang hampir dihantam oleh seekor Ogre. aku membuat sebuah dinding es untuk menghalau serangan itu.
James juga ceroboh. dia malah dengan santai tertawa setelah Membunuh tiga Ogre. dia mungkin akan terpental dan terluka cukup parah jika seandainya aku tidak buru-buru melempar sihir angin pada Ogre yang bersiap untuk menendang dia dari arah samping.
__ADS_1
Evelyn lah yang tetap menjaga kewaspadaannya hingga akhir pertarungan. sehingga dia sama sekali tidak membutuhkan support dariku.
tiga jam berlalu dan pertempuran akhirnya selesai. aku menyuruh mereka beristirahat dan mengambil jempol para monster itu sebagai bukti bahwa kami telah menyelesaikan misi. selain itu, aku juga akan menguliti mereka nanti. menurut penuturan Susan, harga kulit Ogre Salju cukup mahal karena memiliki resistensi yang kuat terhadap dingin.
aku memutuskan untuk masuk ke dalam sarang mereka untuk memastikan bahwa semua monster telah dibasmi. untungnya hal itu merupakan kenyataan saat aku masuk ke dalam Goa. aku menggunakan sihir pencarian ku dan tidak menemukan seekor Ogre pun. untungnya juga, tidak ada manusia yang menjadi korban. darah tadi adalah darah domba yang diternakkan oleh desa tersebut.
baiklah, aku akan menguliti para Ogre dan kembali menuju Guild setelah itu. aku akan menyerahkan pembagian uang hasil misi ini kepada mereka saja nanti.
****
sore itu, akhirnya kami kembali dari bukit yang menjadi sarang para Ogre Salju. kami tetap mendapati desa itu kosong saat kita telah selesai. wajar sih, udara juga semakin dingin. kami juga cepat-cepat ingin rebahan setelah lelah berburu.
setengah jam kemudian, kami sampai di Guild. oh, ternyata masih lelaki tadi yang bertugas di meja resepsionis. kami menghampirinya dan memberikan bukti buruan kami. resepsionis itu tercengang saat menyadari bahwa kami berhasil membunuh semua Ogre.
"Aku berterimakasih karena tidak hanya Membunuh lima Ogre seperti yang tertera di dalam Quest, kalian malah menghabisi seluruh dari mereka. sebagai apresiasi kami akan menggandakan hadiah kalian menjadi dua kali lipat. karena hadiah awal adalah lima puluh koin perak, berarti kalian akan menerima satu koin emas."
kegembiraan keluar dari James dan Evelyn. Anna juga. kami memutuskan untuk dibayar dengan 100 koin perak saja agar pembagiannya mudah. aku tidak menerima sepeserpun dari hadiah itu. Anna memutuskan untuk melakukan hal yang sama. bagi kami uang segitu tidak seberapa. tetapi bagi mereka, itu adalah jumlah yang banyak.
__ADS_1
sebagai ganti untuk kebaikan Anna, aku berjanji untuk mentraktir dia makan sepuasnya di restoran milik La-Sa Guild yang ada di ibukota nanti.
dengan hati yang riang gembira, kami berjalan menuju kembali menuju penginapan.