
Di kerajaan Heinz, ada sebuah daerah pegunungan. daerah ini dekat dengan wilayah kekuasaan keluarga Clifford. karena pegunungan ini dikelilingi oleh hutan yang sangat lebat, sangat jarang manusia yang berpergian kesana. itu artinya, tempat ini hampir tidak terjamah manusia sama sekali. tetapi tentu saja, tidak begitu ceritanya. ada banyak trik agar kamu bisa memasuki hutan ini. tetapi tetap saja, hutan ini tetap sangat berbahaya. rakyat kerajaan biasa menyebut hutan ini sebagai wilayah Hutan Iblis.
cukup jauh dalam pelosok hutan, berdiri sebuah pondok yang terdiri dari empat tingkat. meskipun besar, pondok kayu ini sama sekali tidak mencolok karena tertutup oleh vegetasi dan berada jauh di dalam hutan. lagipula ada mekanisme keamanan yaitu pengacau persepsi. ketika ada orang yang menuju ke pondok ini, mekanisme yang berupa sihir ini akan membuat orang yang dimaksud akan tersesat dan kehilangan arah. penglihatan mereka juga dikaburkan. jadi bisa dikatakan bahwa pondok ini benar-benar aman.
beberapa ratus meter dari pondok itu, sekolompok orang terlihat mendaki medan hutan yang begitu curam dan menanjak. karena mereka tidak dianggap sebagaimana orang asing bagi si empunya pondok, kelompok yang terdiri dari sepuluh orang itu dapat berjalan ke tujuan mereka dengan aman. sihir pengacau persepsi tidak bekerja pada mereka.
"Wah, wah.... Tidak biasanya aku kedatangan tamu. apalagi yang datang adalah orang paling penting di Kuil Heinz. selamat datang tuan Sanders. silahkan masuk. anda pasti kelelahan. aku minta maaf karena gubuk sederhana ini sama sekali tidak sesuai dengan kemewahan yang biasa anda nikmati."
meskipun orang itu menyambut tamunya, Leon Sanders dan rombongannya, dengan ramah, sebenarnya dia sedang sarkas kepada tamunya itu. terutama soal kemewahan. wajar saja, pemilik pondok kayu besar ini adalah salah satu petinggi kuil yang telah pensiun karena dimakan usia. sekarang, dia hanya fokus berdiam diri di pondoknya dan berdoa kepadanya para Dewi. baginya, itu semua sudah cukup.
__ADS_1
pondok kayu ini adalah hadiah dari seseorang yang pernah dia tolong. tempat ini benar-benar cocok untuk seorang yang mencari tempat sunyi seperti dirinya. perabotannya sama sekali tidak banyak. hanya ada 2 sofa di ruang tengah lantai satu dan tempat nyala api untuk penghangat. juga ada beberapa kepala rusa yang dipajang. sepertinya selain berdoa, dia juga memburu hewan-hewan itu disekitarnya. sementara lantai atas adalah kamarnya, kamar tamu, dan gudang.
"Sanders, katakanlah, apa tujuanmu kemari? tidak mungkin kau akan datang jauh-jauh dari ibukota ke tempat yang berbahaya seperti ini hanya untuk minum teh bersamaku kan? aku tidak punya banyak waktu, jadi katakanlah dengan sederhana."
seperti Leon duga, orang yang menyambutnya ini, Eddie, akan langsung to the point. tentu saja karena itu keinginan Leon.
"Senior Eddie, ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya jika bocor ke publik. tetapi aku rasa kau harus mengetahui hal ini. Utusan dewa jahat telah bangkit dan sekarang hidup nyaman di Ibukota."
"Ti-tidak senior Eddie! aku tidak berbohong. aku tidak mengatakan ini untuk diriku sendiri melainkan untuk kebaikan kuil! beberapa bulan yang lalu, aku mendapatkan sebuah mimpi..."
__ADS_1
pada akhirnya Leon menceritakan mimpi yang dia dapatkan pada Eddie. dia mendengarkan cerita itu dengan seksama. banyak yang janggal dari cerita itu, tetapi Eddie sama sekali tidak memotong kalimat yang dikeluarkan oleh juniornya di kuil ini.
"Begitulah ceritanya, senior. ini memang terdengar aneh, tetapi aku memang di datangi oleh sebuah cahaya dan sebuah suara lelaki yang tenang mengatakan padaku bahwa anak laki-laki itu adalah utusan dewa jahat. bahkan dia juga meramalkan adanya kekacauan jika kita membiarkan bocah itu tetap hidup dan berkeliaran! tolong, senior! tolong lakukan sesuatu!"
tubuh gemuk Bishop Leon bergetar. Eddie hanya memandangi Leon. tetapi dia diam. mungkin dia sedang memikirkan sesuatu? entahlah, siapa yang tahu itu. tetapi berhubung ini bersentuhan langsung dengan kuil dan kelangsungan penganutnya, Eddie tidak bisa diam saja. dia harus mengambil tindakan khusus.
"Baiklah Sanders. aku akan mengerahkan seluruh tenagaku untuk berurusan dengan utusan dewa jahat itu. aku tidak bisa diam ketika ada manusia yang berusaha mengotori kesucian kuil dua belas Dewi. tapi ingat, aku sama sekali tidak akan mengikuti aturan mainmu. aku punya caraku sendiri untuk berhadapan dengan bocah yang kau maksud."
sekilas, Leon memasang tampang masam ketika mendengar Eddie mengatakan itu. tetapi Leon juga tidak punya pilihan. Eddie adalah orang yang memiliki pengaruh kuat dalam kuil. dulu dan sekarang. ketika dia bisa menggunakan Eddie sebagai pemantik, itu tidak masalah. pada akhirnya, kewenangan akan tetap berada di tangan Leon. mau bagaimana pun, Eddie telah pensiun dan tidak lagi memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan kuil.
__ADS_1
setelah membicarakan beberapa detail lagi, Leon diantarkan ke kamarnya yang ada di lantai dua. karena hari sudah malam, Eddie tidak bisa membiarkan mereka untuk kembali ke kota terdekat. mereka pasti akan mati di hutan nanti.
"Tapi utusan dewa jahat ya....aku penasaran apakah orang seperti itu memang benar-benar ada?" Eddie pergi ke ruangannya dan termenung memikirkan kata-kata Leon tadi.