
"Fraksi anti bangsawan? apakah mereka benar-benar bisa hidup di akademi?" saat membaca laporan yang dibawa oleh kurir andalan ku, Wolf, aku menggaruk kepala. kenapa bisa ada entitas berupa fraksi anti bangsawan di sini?
aku tahu, memang banyak rakyat biasa yang menjadi korban kebejatan para bangsawan di akademi ini. entah keluarga maupun diri mereka sendiri. tapi untuk membentuk kelompok dan fraksi mereka sendiri.....ku rasa mental mereka luar biasa.
meskipun demikian, sepertinya mereka tidak menunjukkan permusuhan di depan umum. nah, itu bisa diwajarkan. tidak seperti fraksi anak bangsawan yang memiliki berbagai kekuatan berupa nama besar ayah mereka, uang, anak buah, dan akses ke informasi yang lebih luas, perbedaan kekuatan mereka seperti bumi dan langit.
lagipula, dibandingkan fraksi bangsawan yang lebih solid, fraksi anti-bangsawan cukup rapuh. mereka memang memiliki banyak massa. aku yakin akan hal itu. tapi disitulah masalahnya.
aku pikir belum ada orang diantara mereka yang dapat mengonsolidasikan kekuatan massa itu sehingga alih-alih menjadi kelompok yang bersatu-padu dan punya rencana serta pergerakan yang jelas, mereka hanya menjadi kerumunan orang yang kebetulan memiliki pendapat yang sama soal bangsawan. gerakan mereka tersebar namun tidak teratur sehingga alih-alih berhasil, justru membuat situasi makin kacau.
para bangsawan pasti akan berpikir bahwa sampah dari rakyat jelata mulai berani melawan mereka sehingga mereka akan semakin memilih alasan untuk terus menindas orang yang berada di bawah mereka.
haruskah aku memanfaatkan fraksi ini untuk kepentingan ku? tidak usah ditanya. keberadaan mereka akan menjadi batu loncatan untuk memenuhi tujuan ku.
yah, tapi aku tidak bisa melakukan itu sekarang. bisa dibilang aku tidak memiliki mata di antara mereka. mungkin para agen VIESTA yang ada di akademi bisa saja menyusup di antara mereka tetapi semua agen di akademi adalah guru ataupun petugas lainnya. mereka bukan murid. jadi sangat sukar untuk masuk ke dalam bagian dari mereka.
kalau sudah begini, aku pikir benar-benar tidak punya pilihan selain meminjam kekuatan orang itu kan?
(hehhh, ku kira kau akan bersifat pasif Issac) wah Hades membaca pikiranku!
yahh, memang tujuan ku yang paling penting adalah untuk melindungi orang yang ku cintai. inilah masalahnya. bayangkan jika kau bersikap pasif tapi kau tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan itu. apa yang akan terjadi?
tentu saja mereka pasti akan menyerang mu karena kau lemah! itu sama saja seperti seekor kelinci yang malas! alih-alih lari ketika dikejar oleh pemangsanya, dia akan tetap diam sampai akhirnya dia ditelan oleh si pemangsa!
pada akhirnya kau harus mengubah paradigma atau cara berpikir mu. kau harus menjadi pemburu dan bukan mangsa. jika kau ingin menjadi seorang pasif, pastikan kau memiliki kekuatan yang cukup agar kau tidak diusik oleh orang lain.
itulah kenapa aku membentuk jaringan intelejen, memperkuat kemampuan finansial ku, dan membentuk serta melatih pasukan ku sendiri. itu semua dibutuhkan untuk sikap yang akan aku ambil nanti.
yah meskipun hari ini pondasi ku belum terlalu kuat, tapi setidaknya itu akan terus menguat seiring berjalannya waktu.
nah, mari lupakan ocehan ku soal tentang bersikap pasif. ini semua karena Hades yang memancing ku!
haishhh, baiklah, mari kita temukan Kakak ku. itulah yang aku pikirkan. aku baru ingat kalau hari ini adalah hari Sabtu dan mereka akan pergi ke ibukota hingga besok. ah ini tidak adil!!
Baiklah kalau begitu, mari kita tulis surat untuk Lili dan Via. aku menyingkirkan tumpukan kertas yang berisi laporan dan mulai menulis surat.
****
__ADS_1
Ini terjadi di hari Selasa. Tiga hari setelah Issac merencanakan sesuatu ke Fraksi Anti Bangsawan.
Seorang lelaki berusia 13 tahun, menjelang 14, sedang mengayunkan pedangnya tanpa henti di Arena pelatihan yang terletak secara terpisah dari gedung sekolah tahun pertama. peluh menetes dari dahinya. sekujur tubuh dan baju kaosnya penuhi oleh keringat.
Nafas berat keluar dari mulutnya. dia kelelahan. dia sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali dia mengayunkan pedangnya. pun, dia juga tidak tahu sudah berapa jam dia seperti ini di arena latihan.
itu adalah James yang dengan tekun selalu melatih ilmu pedangnya. sejak pertama kali dia masuk akademi, James selalu menghindari kelas yang berhubungan dengan teori. berbeda dengan Evelyn. sebaliknya jika kelas itu adalah praktek, terutama pedagang, dia akan dengan senang hati mengikutinya.
James tahu bahwa dirinya bodoh, setidaknya dengan hal yang berhubungan dengan teori, maka dari itu dia menyerah dan memutuskan untuk mengasah teknik pedangnya saja.
hasilnya cukup bagus. dari 300 siswa tahun pertama, setidaknya dia masuk 30 besar dalam kekuatan fisik dan ilmu pedang.
"Yoh, James. seperti biasa kau berjuang dengan keras ya."
tiba-tiba suara seseorang muncul dari belakang. tentu saja James yang kaget langsung berbalik ke arah suara itu dan bersiap untuk menyerang.
"Siapa itu?" Ini memang siang hari, tapi pencahayaan di Arena pelatihan tidak terlalu bagus, jadi keadaan nya remang-remang sehingga James tidak tahu siapa orang itu.
"Tenanglah James, ini aku, Issac."
"O-ohh Issac rupanya....ehhh, kau ngapain disini! Bukannya kau memiliki jadwal kelas?"
Issac terkekeh, "anggap saja aku menggunakan jatah izin karena sakit. sayang sekali kan jika itu tidak di manfaatkan dengan baik?"
James membuang nafasnya. seperti yang diharapkan dari Issac. tapi ini aneh, kenapa dia tidak bisa merasakan keberadaan Issac sebelumnya. kekuatan sihirnya mungkin kecil tapi kepekaan dia terhadap lingkungan sekitar nya cukup kuat untuk merasakan keberadaan suatu makhluk yang berada seratus meter dari tempat dia berdiri. tentu saja tanpa melihat.
dan Issac bisa lolos? apa-apaan orang ini?
"badanku terlalu kaku. bagaimana kalau kita bertarung. setelah itu ada yang ingin ku bicarakan dengan mu."
James terlihat berpikir sejenak. lantas mengangguk.
"Baiklah, aku terima tantangan mu. tapi...aku hanya memiliki satu pedang saja."
"tentu. tidak masalah. dengan kekuatan mu yang sekarang, mengalahkan mu dengan tangan kosong sudah lebih dari cukup."
James terlihat emosi. Issac sudah berani menyinggung soal kekuatannya.
__ADS_1
"kalau begitu bersiaplah kawan! aku tidak akan menahan diri. dan juga hebat sekali kau bertarung melawanku dengan seragam yang melekat di tubuh mu."
"yahh, itu tidak ada hubungannya. cepat serang aku."
tanpa banyak omong James langsung menyerang Issac. Issac cukup terkejut dengan kecepatan milik James. tubuh James itu besar. tetapi dia lincah. seperti yang diharapkan dari 30 orang terkuat.
namun....tanpa James sadari tiba-tiba tubuh James sudah melayang lalu...BRUUK!! tubuhnya yang besar terjatuh ke lantai arena.
"Bagaimana aku bisa mengalahkan mu bukan? tapi seperti yang diharapkan dari James, kau sepertinya baik-baik saja. nah ayo kita duduk di bangku. ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."
James yang masih linglung merasa tidak punya pilihan lain. baiklah, mari ikuti Issac saja. setelah mereka menemukan tempat yang nyaman, Issac mulai membicarakan hal itu.
****
"Jadi intinya, kau ingin aku menyusup ke Fraksi Anti Bangsawan?" James bertanya pada Issac, yang disambut dengan anggukan darinya.
"Ya. setelah aku pikir-pikir, kaulah yang paling cocok untuk pekerjaan ini. mereka pasti akan senang dengan datangnya orang berbakat seperti mu ke pihak mereka."
James menghembuskan nafasnya.
"Hiyaahhh, aku tidak menyangka bahwa selama ini kau adalah seorang bangsawan. bahkan dari keluarga Randall. entah bagaimana aku harus bersikap sekarang."
"bersikap saja seperti biasa. seperti aku peduli tentang status kita saja. jadi bagaimana? tentu saja itu tidak gratis. aku akan memberimu upah untuk hal ini. bagaimana?"
"Aku adalah sahabat mu Issac jadi tentu saja aku ingin membantu. aku juga tidak butuh uang itu. tapi setidaknya aku punya permintaan sebagai gantinya."
Issac mengangguk, "Katakan saja apa permintaan mu. aku akan memberimu tiga kesempatan."
"banyak sekali. tapi tidak masalah. yang pertama kirimkan uang untuk kedua orangtuaku di wilayah Sera. kedua, aku minta tolong padamu untuk tidak melibatkan Evelyn dalam kepentingan mu. cukup aku saja. sementara yang ketiga....aku akan menyimpannya untuk nanti saja."
mendengar kedua permintaan James, Issac mau tidak mau tertawa. astaga, anak ini memiliki rasa kesetiakawanan dan tanggung jawab yang luar biasa.
pastinya Issac menerima semua permintaan itu.
"Baiklah dengan ini aku, James, menyatakan kesetiaan ku padamu." Tiba-tiba muncul tatto di lengan James sebelum akhirnya menghilang lagi. itu adalah tatto bukti kesetiaan yang Issac gunakan ke para Agen VIESTA.
"Terimakasih James. sebagai seorang sahabat, sebagai seorang partner." Issac menjabat tangan James. dengan ini, persahabatan Issac dan James akan semakin kuat kedepannya.
__ADS_1