Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Dua Iblis Dan Dua Kemenangan


__ADS_3

Tidak ada apa-apa ketika para gadis yang keluar dari portal teleportasi di tengah hutan. Hanya ada satu gubuk yang agak lebar dan batu yang berukuran besar tidak jauh dari gubuk itu. Tidak ada tanda-tanda keberadaan bandit ataupun orang lain. Dengan kata lain, tidak ada sesuatu yang mencurigakan.


"Eh, apakah kak Is salah tempat? Tidak ada apapun di sini."


"Entahlah...tapi sepertinya Issac tidak akan melakukan kesalahan semacam ini. Dia adalah orang yang teliti."


Lilianne dan Margareth saling bertanya-tanya. Sementara itu, ketiga gadis lainnya masih shock dengan fakta kalau Issac memilki sihir seperti ini.


"Sayangnya, kita tidak salah tempat. Inilah tempat yang menjadi penampungan orang-orang yang diculik lalu...."


Issac berjalan melewati mereka semua dan berhenti tepat di depan batu besar itu. Dengan santai, dia menendang batu itu seperti menendang kerikil. Di bawah batu itu, ada sebuah lingkaran berwarna merah darah dengan tulisan yang tidak bisa di baca oleh orang-orang benua Lontus.


"Li-lingkaran itu kan...!?"


Agatha langsung paham begitu melihat lingkaran merah itu. Lingkaran yang digunakan oleh iblis yang waktu itu untuk melakukan ritual pengorbanan. Tapi kali ini lingkaran ini jauh lebih besar. Itu berarti yang dikorbankan lebih banyak.


"Ya, ini adalah lingkaran pengorbanan yang sama dengan waktu itu. Tulisan aneh ini adalah aksara dan bahasa yang dipakai oleh para iblis yang melakukan ritual ini. Dan yang mereka pakai adalah orang-orang yang telah diculik. Dengan kata lain, kita terlambat."


Gigi Angelica bergemelutuk. Perasaan sedih, marah, dan menyesal bercampur jadi satu dalam dirinya. Tubuhnya bergetar karena marah walaupun ia tahu kemarahannya tidak akan mengembalikan apapun. Carolina dan Agatha berusaha untuk menenangkannya.


"Kalian semua, bersiaplah untuk bertarung karena...."


Sebuah pedang tiba-tiba datang dan bilahnya akan menusuk punggung Issac yang mengarah ke jantungnya. Tetapi ujung bilah itu telah ditahan oleh Issac tanpa menoleh ke belakang.


"Mereka sudah di sini."


Issac langsung berbalik dan menebaskan katananya ke arah si penyerang, tetapi dia sudah menghindar dan mundur.


Sementara itu, ratusan kristal es tiba-tiba muncul dan mengincar para gadis. Tetapi Lilianne dengan gesit langsung menetralkan semua kristal itu dengan sihir apinya.


"Astaga...aku sama sekali tidak menyangka kalian bisa sampai ke sini dengan cepat. Siapa kalian sebenarnya?"

__ADS_1


Dua sosok berjubah hitam muncul dan berdiri di antara Issac dan para gadis. Saat kedua sosok itu melepas jubah hitam mereka, terlihat dua orang dengan tubuh berwarna hijau tua dilapisi oleh pakaian keagungan layaknya para pendeta kuil. Satunya memegang sebuah pedang besar dan satunya lagi membawa tongkat sihir.


"Hati-hati kalian semua. Mereka adalah iblis yang satu spies dengan goblin. Tetapi mereka memiliki kecerdasan seperti kita dan dapat menggunakan sihir serta Pedang dengan ahli."


"Oh ya? Menarik sekali. Kau mengetahui siapa diri kami yang sebenarnya. Sepertinya kau bukan sembarang orang, bocah. Tapi sayang Sekali. Karena kalian telah melihat wujud kami, kalian tidak punya pilihan selain mati!"


Iblis itu menghilang dari pandangan mereka dan muncul di belakang Issac sambil siap menebas Issac dengan pedang besarnya. Gerakannya sangat cepat! Tapi secepat itu juga Issac berbalik dan menahan pedang iblis itu dengan katananya. Sebuah gelombang kejut tercipta dan cahaya muncul saat perang mereka bertabrakan.


"Mengagumkan! Untuk kedua kalinya kau bisa menahan seranganku bocah! Tapi belum selesai!"


Iblis itu lagi-lagi menghilang dan muncul dari bawah. Namun Issac langsung menusukkan katananya ke tanah dan Iblis itu nyaris tertusuk katananya. Untungnya dia segera menjauh dari Issac.


Bocah ini...dia bisa membaca seranganku!? Siapa sebenarnya dia!?


Giliran Issac yang menyerang. Dia menghilang dan muncul di atas iblis itu. Katananya yang berwarna hitam terayun secara vertikal ke arah iblis itu. Tentu sang iblis bisa menahannya, tapi tulang miliknya serasa patah dan remuk. Itulah yang memang sedang terjadi.


"Brengsek!! Siapa sebenarnya kau, bocah!!!"


Serangan Issac semakin gencar dan sengit. Dia mengayunkan pedangnya dengan elegan ke segala penjuru. Meskipun iblis hijau itu bisa menahan dan menangkis serangan Issac, tapi tenaganya nyaris terkuras habis. Setelah menangkis satu serangan lagi, dia memutuskan untuk mengambil jarak.


Sepertinya makhluk itu terprovokasi dengan kata-kata Issac. Dia maju menerjang Issac begitu juga Issac yang maju padanya. Pedang mereka saling bersentuhan. Dia berhasil menahan serangan itu, apalah yang ia pikirkan. Tetapi tiba-tiba, pundaknya terluka cukup lebar dan dalam sehingga darah ungu bermuncratan dari luka itu.


Uggghhh!! Bagaimana bisa?? Aku yakin telah berhasil menahan itu tapi....Dia kuat! Anak itu lebih kuat daripada dirinya. Mata merahnya yang tajam menatap dirinya seolah-olah seperti malaikat maut yang siap mencabut nyawanya!


Sudah ratusan tahun dia tidak merasakan perasaan seperti ini. Takut!


"Tidak peduli siapapun dirimu, jika kau menghalangi rencana kami, bersiaplah menemui ajalmu! GRAAAHHH!"


Iblis itu bertransformasi menjadi monster berbadan besar. Matanya menjadi merah seperti darah dan sebuah tanduk tunggal muncul di dahinya. Energi sihirnya meningkat berlipat ganda dan auranya semakin menindas.


"Hahaha!! Inilah pertama kalinya dalam 350 tahun aku memperlihatkan wujud ini! Tunduklah manusia! Tidak peduli sehebat apapun kekuatanmu, kau tidak akan bisa mengalahkan aku sekarang!"

__ADS_1


Dengan semangat juang yang tinggi, monster itu langsung menerabas Issac. Pedangnya ia ayunkan tanpa ampun. Meskipun begitu.... pedang itu sama sekali tidak dapat mengenai Issac. Padahal dia hanya diam sambil memasang kuda-kudanya dan terpejam.


Begitu matanya terbuka, Issac langsung menyerang iblis itu. Berkat lintasan pedangnya yang sama sekali tidak bisa dilihat oleh mata, dia berhasil menebas satu tangan milik iblis itu. Tanpa bergerak dari tempatnya.


Raungan kesakitan dan kemarahan keluar dari mulut sang monster. Pundak kirinya terluka dan tangan kanannya terputus. Regenerasi miliknya juga tidak aktif sama sekali.


"BAJINGAN!! SIAPA KAU SEBENARNYA!! AKU SANG JENDERAL IBLIS BISA DIKALAHKAN OLEH MAKHLUK RENDAHAN SEPERTIMU!?"


"Tidak perlu berteriak. Satu-satunya alasan kau dapat kalah dariku adalah karena kau lemah. Itu saja."


"LEMAH? HAHAHAH!! AKU MUNGKIN BISA DIKALAHKAN OLEHMU TETAPI BAGAIMANA DENGAN PARA PELACUR ITU!? REKANKU LEBIH KUAT DARIPADA DIRIKU DAN MEREKA PASTI AKAN KALAH SEKARANG!"


Kali ini Issac benar-benar murka? Pelacur? Dia berani mengatakan kalau wanitanya adalah para pelacur!? Ia menyeringai dengan kejam ke arah monster yang tidak berdaya itu. Nafsu membunuhnya keluar dan haus darahnya terpancar. Itu cukup untuk membunuh monster tingkat tinggi yang tidak bisa menanggung beban itu.


"Oh ya? Sepertinya tidak seperti yang kau harapkan ya, bajingan. Di dalam diri mereka sudah ada kekuatanku. Mereka tidak akan kalah semudah itu. Lihat, bahkan rekan brengsekmu terpojok karena mereka."


Itu benar. Issac telah bercinta dengan Lilianne dan Margareth. Benih yang ia tumpahkan dalam perut mereka mengandung kekuatan miliknya. Issac juga telah bertukar Saliva dengan Angelica, Agatha, dan Carolina. Meskipun kekuatan itu tidak sekuat benihnya, tapi itu sudah cukup.


Sebagai hasilnya, mereka berhasil memojokkan iblis tingkat tinggi. Serangan mereka benar-benar terkoordinasi dengan baik. Margareth, Angelica, dan Lilianne yang ahli dalam sihir membatasi pergerakan Iblis itu sementara Carolina dan Agatha yang memiliki kemampuan bertarung jarak dekat menyerang iblis itu bertubi-tubi. Agatha adalah pengguna pedang ganda sementara Carolina menggunakan dua pedang kecil.


Issac berjalan ke arah monster itu dan mencegkeram kepalanya. Menggunakan sihir Infiltration, dia mendapatkan berbagai informasi dari kepala iblis itu. Tentang rencana mereka untuk menyerang dunia atas, tentang para iblis yang memiliki konflik internal, serta para rekannya yang tersebar di seluruh penjuru benua ini.


"Ka-kau! Apa yang kau lakukan! ARGGHHH!!"


"Maaf, aku tahu kau memiliki ambisi yang besar dan hebat. Tetapi kehidupanmu tidak lagi dibutuhkan di dunia ini. Selamat tinggal, sobat. Kawan Vampiremu menunggu di neraka."


"BAJINGANNNNN....!!!"


Issac menjambak rambut iblis itu, dan...CRASHHH!! kepalanya telah terlepas dari tubuh itu. Untuk memastikan bahwa ia telah mati, Issac membakar tubuh iblis itu dengan api hitamnya.


Sementara itu di sisi lain, Iblis yang satunya lagi juga sudah terluka parah. Serangan bertubi-tubi yang ia terima membuat mana miliknya terkuras habis.

__ADS_1


Iblis itu tersengal-sengal dan Carolina berhasil menikam iblis itu tepat di jantungnya. Agatha memenggal kepala iblis itu dan Margareth membungkusnya dengan sihir tumbuhannya. Sebagai penutup, Lilianne membakar iblis itu hingga tidak tersisa. Sementara Angelica, yah, dialah yang melukai iblis itu berkali-kali tadi


Pertarungan selesai. Semuanya menghembuskan nafas lega. Mereka semua berlari ke Issac dengan suka cita. Sebagai gantinya, ia mengelus kepala mereka semua. Pertarungan malam ini telah selesai. Saatnya kembali ke mansion Mariendolf dan melaporkan semua ini. Dan tentu saja, menghukum para gadis ini.


__ADS_2