Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Pihak Yang Semakin Terdesak


__ADS_3

Peperangan di kekaisaran terjadi dengan sengit. Fraksi Duke Wallenstein plus Marquis Baldwin dengan gencar bertempur dengan fraksi Duke Manstein. Karena unggul secara jumlah, Marquis Baldwin dan Duke Wallenstein berada di atas angin. Pasukannya berhasil memukul mundur tentara Duke Manstein dan menimbulkan kerugian yang besar di pihak mereka.


Lagipula selain mendapatkan bantuan dari kekaisaran Moskov, pihak mereka juga mendapatkan bantuan dari pihak lain. Bantuan itu cukup untuk mendanai sebagian besar pasukan bahkan untuk membuat kontrak dengan tentara bayaran.


Sementara itu, pasukan dari pihak Duke Manstein dan Marquis Welden mengalami demoralisasi besar-besaran. Selain kelaparan, mereka juga terkena penyakit. Ada kemungkinan, penyakit yang mereka derita berasal dari makanan yang sudah tidak layak atau air yang kotor.


Belum lagi, mage di pihak mereka menderita kekurangan mana yang parah. Tentu saja kondisi ini pulih dengan sendirinya meskipun tanpa potion penambah mana. Tetapi itu membutuhkan waktu selama satu bulan. Masalahnya, peperangan bisa terjadi kapanpun sebelum mereka benar-benar pulih.


Beberapa wilayah yang berada di bawah pengaruh Duke Manstein juga sudah jatuh ke tangan musuh. Itu adalah alarm darurat bagi mereka. Efektif, pengaruh Duke Manstein hanya tersisa di ibukota dan sekitarnya.


"SIAL! UNTUK YANG KETIGA KALINYA KITA KALAH DALAM PEPERANGAN INI!"


Pangeran Fritz, yang berada di pihak Duke Manstein, dengan kesal memukul meja hingga gelas-gelas yang ada di atasnya terangkat. Dia sendiri telah banyak memakai kekuatannya. Tapi hasilnya jauh yang dari ia harapkan.


Tidak hanya pangeran Fritz, yang lainnya juga sangat kesal. Tapi mau bagaimana punz mereka tidak bisa melakukan banyak hal. Musim dingin membuat segalanya menjadi sulit. Selain rute suplai logistik mereka yang tertutup salju, tidak banyak pakaian hangat yang cukup untuk para prajurit.


Mereka juga tidak bisa lagi memeras apapun dari rakyat. Itu karena bahkan mereka tidak memiliki apapun lagi. Bahkan hanya untuk mencari kayu bakar saja, mereka sangat kesulitan.


Duke Manstein dan Marquis Walden melihat peta dan pion yang berdiri di atasnya. Pergerakan mereka semakin terdesak. Mustahil bagi mereka untuk merebut kembali posisi strategis dengan kondisi mereka yang saat ini. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan hanyalah menyusun kembali kekuatan mereka yang telah terpecah-pecah meskipun harus terseok-seok karenanya.


"Jangan khawatir, pangeran. Kita masih bisa mendapatkan kembali kekuatan milik kita. Ada lebih dari 500.000 orang di Reichstaag. Jika kita merekrut mereka, kita akan mendapatkan lebih banyak pasukan lagi. Selain itu, mari buat perjanjian rahasia dengan dua kerajaan dan Dukedom yang ada di barat. Kita akan meminta bantuan mereka"


Grand Duchy of Radmond, Kerajaan Dalmiro, dan kerajaan Diedrich memang sedang dikenakan sanksi oleh kekaisaran. Tetapi karena serikat dagang Lambard telah hancur dan kaisar yang memberikan mereka tekanan telah wafat, Duke Manstein berniat untuk memperbaiki hubungan dengan mereka.

__ADS_1


Hal itu sudah dia lakukan bahkan sebelum kaisar wafat. Ia mengirim utusannya untuk bernegosiasi dengan mereka dan membantu ketiga wilayah itu dengan mengirimkan bantuan dan uang untuk mereka.


Persiapan yang dilakukan oleh Duke Manstein cukup matang. Sebenarnya kesepakatan rahasia itu telah terbentuk sejak awal. Sekarang, bantuan sedang dikirimkan dalam perjalanan. Tapi mereka benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di wilayah barat kekaisaran, sebuah iring-iringan sedang bergerak. Sebanyak 15.000 pasukan sedang bergerak menuju kekaisaran. Mereka terdiri dari 5000 kavaleri, 8.000 infanteri ringan dan berat, dan 2000 mage. Di belakang mereka, angkutan perbekalan juga ikut mengiringi mereka.


Tujuannya adalah wilayah barat yang berada di bawah kendali Duke Manstein dan Marquis Walden. Setibanya di kekaisaran, mereka akan bergabung dengan pasukan pangeran Fritz. Tentu saja, iringan pasukan ini berasal dari kerajaan tetangga kekaisaran Grand Aria.


Mereka dijanjikan dengan sebuah tawaran yang menggiurkan. Seandainya Duke Manstein memenangkan perang ini, ia akan memberikan sebagian wilayah barat pada mereka sebagai gantinya. Tentu saja, wilayah barat adalah wilayah pegunungan yang mengandung banyak mineral untuk ditambang.


Sesuatu seperti itu bukan kesepakatan kecil sama sekali. Lagipula tiga pemimpin dari masing-masing wilayah ini menganggap kalau Duke Manstein lah yang akan memenangkan peperangan ini. Jadi ini bukan kesepakatan yang buruk sama sekali.


Komandan yang memimpin parade pasukan itu menyemangati anak buah yang ada di belakangnya. Sorakannya membuat mental para prajurit semakin kuat dan akhirnya juga ikut bersorak.


Begitu mereka memasuki wilayah hutan, langit yang tadinya sudah gelap karena hanya diterangi sinar bulan kini menjadi makin gelap. Obor dan sihir cahaya mulai bersinar lebih terang untuk memastikan tidak ada yang terperosok karena akar-akar yang mencuat atau lubang yang ada di tanah.


Namun perjalanan mereka semakin terhambat ketika sebuah pohon besar jatuh di tengah jalan. Komandan itu mendecakkan lidahnya dan menyuruh beberapa prajurit yang ada di belakangnya untuk menyingkirkan batang besar itu.


Tapi sebelum para prajurit bergerak, ratusan panah dan sihir tanah bermunculan di langit dan menyerang mereka semua. Komandan langsung memerintahkan para prajuritnya untuk tenang tapi sayang, sebuah panah terbang ke arahnya dan menembus helm besi yang ia pakai. Orang itu terjatuh dari kuda dan tewas seketika.


"Ko-komandan tewas!!!"

__ADS_1


Kepanikan terjadi di internal pasukan. Begitu komandannya telah tewas, rantai komando akan terputus dan pasukan akan menjadi kocar-kacir. Sebenarnya ada beberapa bawahan yang akan menjadi komandan lapangan setelah komandan utama tewas. Tetapi mereka semua juga telah mati.


Pada akhirnya, rantai komando benar-benar putus dan pasukan dari tiga wilayah ini benar-benar dilanda kekacauan. Meskipun penyergap mungkin tidak terlalu banyak, mereka diuntungkan dengan kondisi hutan yang memiliki vegetasi lebat sehingga membuat para pasukan itu menjadi terbatas dalam bergerak.


Persediaan yang mereka bawa telah terbakar sehingga melanjutkan peperangan terasa mustahil. pada akhirnya, mereka lebih memilih untuk mundur daripada terus bertarung.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu dari wilayah tenggara kekaisaran, Seorang pria tua kurus dan pria gemuk sedang melakukan pertemuan. Tapi di antara kedua orang itu, ada satu lagi yang hadir.


"Terimakasih nona Lambard. Berkat bantuan yang anda berikan, kami semua bisa mengalahkan pasukan bajingan Manstein yang telah membunuh kaisar. Seperti yang kita telah sepakati di awal, kami tidak akan menyentuh aset milik anda."


Yang hadir di situ adalah seorang gadis berambut pirang dengan gaya ponytail berbentuk seperti bor. Gadis itu terlihat sangat cantik. Bahkan anak laki-laki dari kedua bangsawan ini mencoba untuk melamarnya tetapi ia dengan terus terang menolak. Maaf, sudah ada seseorang yang memiliki hatiku. Begitu katanya.


Tentu saja itu membuat keduanya sangat marah mengingat mereka adalah orang yang sangat egois. Tetapi akan celaka jika mereka menyakiti gadis itu. Karena itulah orang tua mereka menghentikan kedua bocah itu.


Nama gadis itu adalah Carolina Von Lambard. Ia telah menjalin kesepakatan rahasia dengan kedua belah pihak yang bersekutu untuk mengalahkan Duke Manstein. Tentu saja kedua Bangsawan ini adalah Duke Wallenstein dan Marquis Baldwin.


Tidak hanya memberikan pinjaman dengan bunga yang kecil, ia juga memberikan informasi yang ia miliki tentang kondisi pasukan Duke Manstein dan memberikan informasi tentang tentara bayaran yang dapat membantu kedua Bangsawan ini memenangkan perang.


Kedua bangsawan ini berpikir kalau ia membantu mereka karena dendam kepada Duke Manstein yang telah menjadi dalang pembunuhan ayahnya. Mungkin mereka benar, tapi bukan itu alasannya.


Siapapun yang menang dan kalah, sejujurnya ia tidak peduli. Tapi yang jelas, jika ternyata yang menang tidak menguntungkan dirinya dan calon suaminya, Issac, ia akan segera bertindak. Kedua Bangsawan ini telah berjanji untuk menjaga agar stok barang yang dibutuhkan oleh La-Sa Guild (sebenarnya untuk Starfall) tetap terjamin sebagai ganti dari bantuan yang mereka terima.

__ADS_1


Dengan begitu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya berjalan sesuai rencana.


__ADS_2