
setibanya di Venz, Anna dan Issac memutuskan untuk berjalan kaki. tujuan mereka adalah area perbelanjaan yang berbatasan dengan kompleks Tempat tinggal para bangsawan. ada perbedaan yang sangat jelas antara area perbelanjaan yang berada di dekat distrik biasa dengan komplek para bangsawan. mulai dari tata letak yang lebih rapih, toko yang lebih lebar dan bersih, serta barang-barang yang diperjualbelikan.
tetapi satu hal yang membuat seluruh ibukota sama, standar kebersihan mereka rendah. entah itu di tempat tinggal rakyat biasa, area perdagangan, maupun komplek bangsawan, sampah bertebaran dimana-mana. kebanyakan sampah organik karena di dunia ini, sesuatu sejenis plastik belum ada. tapi barang non organik seperti sampah kertas, kayu, dan bekas-bekas bangunan juga tersebar di berbagai tempat.
Issac tidak begitu mengerti bagaimana keadaan di wilayah lain, tetapi yang jelas, wilayah Randall yang terdiri dari dua kota utama yaitu Romeon dan Chevron masih jauh lebih baik. atas usulan Issac, ayahnya segera mengeluarkan regulasi yang melarang warganya untuk membuang sampah di sembarang tempat. jika ada yang melanggar, maka mereka akan dikenakan denda yang lumayan tinggi.
sebagai gantinya, Marquis Randall membuat beberapa tempat pembuangan umum dan memberikan edukasi kepada warganya mengenai cara membuang dan mengolah sampah yang benar. berkat itu, angka penduduk yang terjangkit penyakit pencernaan ataupun pernafasan telah berkurang karena udara menjadi segar dan air menjadi bersih.
lupakan masalah kebersihan. Issac tidak ingin terganggu masalah itu untuk sekarang. dia akan menghabiskan waktu bersama Anna selama kencan mereka.
"Kira-kira tempat yang pertama kali kita akan kunjungi, Anna?"
"hmmm? bagaimana kalau kita ke deretan kios yang ada di sana? aku belum sarapan sejak pagi. jadi lebih baik kita mengisi perut dulu kan?"
"Ide yang bagus. Ayo kita kesana!"
mereka berdua berjalan menuju deretan kios yang ditunjuk Anna. beraneka makanan benar-benar dijual disana. tidak hanya makanan yang berasal dari daerah yang berada di wilayah kerajaan Heinz, ada juga kuliner dari mancanegara.
Anna menarik tangan Issac menuju stand yang menjual es krim. hmmm? Issac jadi bingung. dia kan belum makan pagi, kenapa justru memilih es krim?
"hei Anna, makan eskrim sebelum perutmu terisi dengan makanan utama tidak sehat tahu. selain itu, eskrim bisa membuatmu gemuk."
"eh, gemuk? ka-kalau begitu, oke. aku tidak akan makan eskrim sekarang."
Issac menahan tawa ketika melihat Anna yang berusaha menahan diri untuk tidak memakan eskrim. layaknya seorang gadis muda lainnya, menjadi gemuk di usianya adalah hantu yang menakutkan. tetapi sepertinya tidak masalah jika sesekali membiarkan Anna makan eskrim.
"oke, oke. kau boleh membeli satu Anna. tapi hanya kali ini saja oke? kau harus memakan eskrim setelah makanan utama nantinya."
__ADS_1
"Baik, Is! terimakasih banyak!"
Anna dengan riang gembira membeli sebuah eskrim dan memakannya. eskrim bukanlah hidangan asli Heinz. itu berasal dari kekaisaran Moskov di Utara Heinz.
harganya cukup mahal. tapi harga tidak membohongi rasa. Keduanya memilih rasa coklat. ketika Issac memakan eskrim itu, dia merasakan kenikmatan yang luar biasa. manisnya benar-benar terasa pas. tidak membuatnya mual. creamnya lembut. sepertinya dia memang pembuat eskrim yang pro.
setelah menghabiskan eskrimnya, Issac dan Anna berjalan-jalan ke tempat lainnya. Issac mengajak Anna ke toko pakaian yang menjual berbagai jenis pakaian mewah. sebenarnya Anna menolak karena pasti harga pakaian itu sangat mahal. tapi yah, bukan berarti Issac kekurangan uang untuk itu. kalau dia mau, Issac bisa membeli seluruh toko beserta isinya.
"pilih saja sesukamu Anna. tidak perlu menahan diri. ini adalah hadiah dariku karena kamu telah bekerja keras selama ini."
"unnn. terimakasih, Is." dan Anna memilih dua gaun yang dijual disana. selera Anna pada pakaian cukup tinggi. dia membeli dua gaun dengan sulaman corak bunga dan kupu-kupu berwarna hitam dan emas. jika dia memakai itu, Issac yakin kalau Anna akan terlihat sangat cantik.
setelah berbelanja di toko pakaian, Issac dan Anna mampir ke restoran yang berada di bawah La-Sa guild. menu yang mereka tawarkan benar-benar beragam. sejak Issac masuk ke akademi dia benar-benar menyerahkan urusan bisnisnya pada Nimitz. tidak disangka Nimitz melakukan gebrakan yang cukup luar biasa. dia merekrut banyak koki dari wilayah dan negara lain ke restoran-restoran milik La-Sa guild dan memperkenalkan berbagai kuliner yang ada disana. bahkan, dia juga mendorong para koki untuk menciptakan karya-karya baru dalam masakan mereka. sepertinya, dia membebaskan para koki untuk berkarya sesuka hati mereka selama masakan mereka enak dan layak untuk dijual.
setelah kenyang dan puas, mereka berdua melanjutkan kencan. tapi sayang, kurangnya alternatif hiburan di dunia ini membuat Issac maupun Anna tidak memiliki banyak pilihan. Issac jadi berpikir apakah dia harus membangun semacam taman hiburan dengan berbagai wahana dan atraksi di dunia ini?
"hei Anna, hari sudah hampir gelap. bagaimana jika kita mencari tempat untuk menginap?"
"eh? ah, oke. tapi kira-kira dimana kita akan menginap? karena ini hari Sabtu dan banyak pelancong, aku rasa kamar-kamar di semua penginapan sudah penuh?"
"tenang saja! serahkan padaku. aku tahu persis sebuah penginapan yang selalu menyediakan ruang untuk kita berdua."
"ruangan? kita berdua? eh, jangan-jangan...!?"
"huh? kamu tidak mau satu kamar bersamaku?"
"ti-tidak seperti itu! aku senang jika satu kamar bersama Issac! bahkan aku sangat menginginkannya! tetapi tetap saja...itu memalukan."
__ADS_1
wajah Anna yang tersipu malu menambah kecantikannya. kalau bisa, Issac ingin sekali terus menggoda Anna seperti ini.
tujuan Issac tentu saja, salah satu hotel terbesar yang ada di sana. hotel milik La-Sa guild. dan seperti yang terlintas di pikiran banyak orang, hotel ini sangat besar. dan karena hotel ini adalah milik Issac, mereka pasti menyediakan satu kamar kosong untuknya dan itulah yang terjadi. begitu resepsionis mengetahui bahwa yang menghampirinya di lobi adalah pemilik dari serikat ini, dia langsung mengantar Issac dan Anna ke sebuah kamar mewah.
"uhhhh! kasurnya empuk sekali! baru pertamakalinya aku merasakan hotel semewah ini!"
"begitu? nah, berarti jangan ragu-ragu untuk menghabiskan waktumu dengan bersenang-senang selama berada disini." Issac mengelus kepala Anna yang kegirangan seperti seorang anak kecil yang baru pertama kalinya merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan.
saat di resepsionis tadi, Issac memutuskan untuk mengambil servis makan malam di kamar. jadi tiga puluh menit setelah mereka berdua bersantai di kamar, seorang pelayan datang mengetuk pintu kamar mereka dan mengantarkan sebuah troli yang berisi makan malam mereka.
menunya adalah seekor angsa panggang dengan berbagai menu lainnya seperti pasta, hati angsa, dan sebotol wine. untuk dessertnya, layanan hotel menyediakan kue dengan berbagai rasa.
selesai makan, Anna langsung tiduran di kasur yang sama dengan Issac. Issac sendiri juga merebahkan dirinya di samping Anna. Issac dan Anna saling berpandangan. itu membuat keinginan mereka terlihat di mata mereka satu sama lain.
Issac mengambil inisiatif untuk mencium Anna. ini adalah ciuman dalam seperti yang mereka lakukan di kereta. tetapi kali ini tidak hanya sekedar ciuman, Issac juga meraba salah satu gunung milik Anna.
"Uhhhhh...ahhh...Is, rasanya aneh." dibawah permainan lidah dan tangan Issac, Anna hanya bisa pasrah menerima serangan itu.
karena Anna sudah berganti dari gaun menjadi piyama, Issac dengan mudah melepas bagian atas piyamanya. Issac tidak bisa tidak memuji bentuk tubuh Anna yang indah. badannya langsing, tidak gemuk, dan gunungnya pas dengan ukuran telapak tangannya. di puncak dua gunung miliknya, ada dua persik berwarna merah muda yang indah. Issac mengulum satu persik itu dan memainkan lainnya dengan jarinya."
"Ahhhhh....Is, Is,Is!! uhhh...Ahhh. eh, geli sekali!"
dibawah permainan konstan Issac, Persik milik Anna telah mengeras. gua bagian bawahnya juga sudah basah.
"Anna, mari kita habiskan malam ini dengan bersenang-senang."
Anna dengan wajah memelas tapi ingin melakukan 'itu' dengan Issac mengangguk.
__ADS_1
malam itu, Anna melepaskan keperawanannya. dan Issac untuk pertama kalinya di dunia ini, mengucapkan selamat tinggal pada keperjakaannya.