
Sementara itu, di garis depan pertempuran....
Beberapa pengintai telah dikirim oleh Issac untuk mengawasi jalannya pertempuran antara fraksi pangeran Lewis dan fraksi pangeran William. Sebuah pos yang terletak jauh di dalam hutan didirikan untuk mengamati setiap pergerakan yang musuh lakukan.
"Tidak ada sesuatu yang secara khusus terjadi hari ini. Musim dingin membuat mereka menunda gerakan masing-masing dan saling menunggu satu sama lain. Kelihatannya, kedua belah pihak berusaha untuk menilai dan mengamati satu sama lain."
Seorang pengintai melapor kepada salah satu pemimpinnya. Mereka adalah squad khusus yang bertanggung jawab untuk mengamati seluruh apa yang terjadi di Medan perang. Tidak peduli itu garis depan ataupun belakang.
"Bagus. Sepertinya informasi itu benar. Kedua belah pihak berada di ujung tanduk. Tapi yang terkena krisis paling parah adalah Duke Conrad ya. Selain terkena penyakit dan kelaparan, pasukan mereka mengalami sesuatu yang jauh lebih berbahaya."
Kapten pengintai itu mengamati kedua belah pihak yang masing-masing berada di camp mereka. Ini adalah sebuah daerah yang terletak antara ibukota dan wilayah Duke Balzaac di barat daya Venz. Duke Balzaac berniat merebut tempat ini sebagai batu pijakan untuk menaklukkan Venz. Itulah kenapa, bisa dibilang ini adalah pertempuran yang menentukan.
Seperti yang tadi kapten katakan. Selain terkena penyakit dan menderita kelaparan, ada bahaya yang mengintai dan jauh lebih berbahaya. Itu adalah candu. Jauh di wilayah kekaisaran, ada sebuah tanaman yang dikenal dengan nama Sativa.
Secara umum, tidak ada yang bermasalah dengan tanaman ini. Satu-satunya yang menjadi masalah adalah getahnya. Di musim gugur, getah dari tanaman ini akan berkumpul di batangnya dan akan diolah dengan proses yang rumit. Hasil akhir dari olahan itu adalah bubuk ataupun cairan.
Sebenarnya bubuk ataupun cairan itu biasa digunakan untuk kepentingan medis. Tetapi dalam banyak hal, seringkali olahan Sativa itu disalahgunakan dan dipakai untuk hal-hal yang buruk. Memang, seseorang akan merasa tenang ketika mereka menghirup bubuk ataupun meminum cairan itu.
__ADS_1
Tetapi efek sampingnya sangat berbahaya. Sativa memiliki efek samping berupa kecanduan dan ketergantungan. Ketika pengguna tidak memakai itu lagi, mereka akan stres dan menjadi lepas kendali. Dan itulah yang terjadi di kedua belah pihak. Khususnya Duke Conrad.
Entah bagaimana, tiba-tiba bubuk dan cairan itu beredar luas di kalangan prajurit. Karena perang yang berlarut-larut, mereka membutuhkan sesuatu untuk melepas stres. Pada akhirnya, mereka memilih kedua benda itu untuk menghilangkan tekanan yang mereka miliki.
Sang kapten tidak tahu kenapa barang-barang itu menjadi mudah ditemui. Satu-satunya yang ia pikirkan adalah adanya keterlibatan seseorang di balik layar dan orang itu dapat mengendalikan dark guild sesuka hatinya sehingga ia bisa mengedarkan benda itu dalam jumlah besar.
Satu-satunya yang bisa mengendalikan kekuatan sebesar itu adalah.....tentu sebuah nama terlintas di kepalanya. Dan ia yakin akan hal itu. Tetapi ia segera menghapus pikiran itu. Tiba-tiba punggungnya merasakan hawa dingin yang menyengat. Jika Tuannya, Issac, benar-benar serius ingin mengalahkan mereka, inilah yang akan terjadi.
Ia membuat kedua belah pihak berperang dan menghabiskan sumber daya mereka dengan segala cara. Ia juga meyakinkan kepada mereka bahwa jika perang berhenti, cita-cita mereka tidak akan bisa terpenuhi. Begitu kekuatan mereka melemah sehingga pertempuran tidak dapat lagi dilanjutkan, disitulah ia akan datang seperti badai yang memporak-porandakan musuhnya.
Tuannya benar-benar tidak ragu untuk menggunakan cara kotor seperti itu. Yah, lagipula Issac memang bukan seorang ksatria sedari awal dan tidak terikat dengan kode etik seperti itu. Mau bagaimana pun, ini adalah perang. Dibutuhkan segala cara untuk menang.
"Karena musim dingin, kedua belah pihak sama-sama kekurangan cadangan makanan. Setiap hari prajurit mereka hanya makan roti keras dan kuah setiap dua kali sehari. Hanya para petinggi mereka yang makan-makanan layak.
"Untuk persenjataan, banyak dari mereka yang memiliki senjata usang. Mata tombak dan bilah pedang mereka sudah rompal. Pakaian zirah mereka juga telah berlubang dimana-mana. Sementara itu para mage.... kondisi mereka mungkin lebih mengenaskan.
"Mereka kekurangan mana tetapi dipaksa untuk terus berperang. Faktanya, kebanyakan mage yang tewas bukan karena serangan musuh tapi karena mereka benar-benar kehabisan mana."
__ADS_1
Sang kapten mengangguk. Situasinya lebih buruk dari yang ia duga. Tetapi ini adalah keuntungan yang nyata di saat bersamaan. Begitu ia mengirimkan laporan lewat sebuah tablet batu, sebuah pesan tiba-tiba masuk. Itu pesan adalah pesan dari markas pusat.
Isinya sederhana. Buat kekacauan di garis belakang musuh. Issac berniat untuk membuat perpecahan internal semakin melebar. Bukan tugas yang mudah tapi kapten pengintai memiliki ide.
"Kalian, pergilah ke masing-masing basecamp musuh. Panasi para prajurit agar mereka melawan atasan mereka. Para petinggi memiliki makanan peralatan yang lebih baik sementara para prajurit di garis depan sebaliknya. Manfaatkan isu itu sebaik mungkin."
""Baik kapten!""
Para pengintai langsung pergi meninggalkan pos. Pada akhirnya tujuan akhir Issac bukanlah menimbulkan pemberontak internal. Setidaknya, moral para prajurit semakin menurun dan ia bisa memanfaatkan momentum ini untuk rencana selanjutnya. Itulah pesan yang tercatat.
"Mereka yang menjadikan tuan Issac lawan....pasti akan menemui nasib yang buruk, ya?"
Kapten pengintai menghela nafas dan kembali memnatau situasi dari jauh.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dua malam setelah perintah itu turun, basecamp musuh dilanda kekacauan. Entah itu pihak pangeran William dan pangeran Lewis sama-sama terkena masalah. Api membumbung tinggi dari tenda dan suara teriakan kesakitan terdengar.
__ADS_1
Basecamp dilanda kerusuhan. Para prajurit murka begitu tahu bahwa jenderal dan komandan mereka sama sekali tidak memperdulikan mereka. Hasilnya, seorang jenderal terbunuh di kedua belah pihak. Rantai komando menjadi sangat kacau dan banyak dari prajurit yang kabur setelah menyebabkan kerusuhan.
Hasilnya lebih dari yang diharapkan. Kedua belah pihak akhirnya memilih Mundur dan meminta bantuan kepada pusat mereka. Dengan begini, rencana selanjutnya bisa dijalankan.