Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Menerawang Masa Depan


__ADS_3

Belum cukup! Belum cukup! Seseorang berjubah hitam sedang menghitung kumpulan manusia yang jumlahnya lebih dari 1000. Mereka semua dibariskan dalam posisi berlutut di tengah sebuah lingkaran besar berwarna merah darah. Tapi dia merasa manusia sebanyak itu, belum cukup!


"Tenanglah, kita tidak perlu terburu-buru. Semua dari kita masih memiliki banyak waktu untuk mendapatkan orang-orang seperti mereka."


Dia tidak sendirian. Seseorang yang memakai outfit yang sama seperti dirinya juga ada di sana. Tapi yang itu terlihat lebih tenang daripada rekannya.


Dia mulai membaca mantra yang tidak dimengerti oleh siapapun. Lingkaran yang menjadi tempat seribu orang itu menyala dan dengan sekejap langsung membakar mereka semua.


Tidak ada yang sempat menangis ataupun berteriak. Mereka semua mati seketika begitu terbakar oleh api yang muncul di lingkaran itu. Sebuah pilar cahaya naik dan menembus gelapnya langit malam, lalu hilang begitu saja.


"Segini memang tidak cukup. Tapi kalau terlalu tergesa-gesa, kita akan menimbulkan banyak kecurigaan. Kita butuh 2000 orang lagi untuk melakukan hal itu. Jadi selagi kita mencari, ayo kita nikmati waktu kira di dunia ini."


Dua orang itu menghilang di tengah gelapnya malam. Tidak meninggalkan apapun.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aku benar-benar membenci fraksi Manstein. Mereka selalu mendesak ayah untuk bersekutu dengan mereka demi mewujudkan ambisi yang tidak pernah mungkin mereka raih! Menaikkan pajak dengan serampangan lalu melarikan semua hasil pajak itu untuk dihabiskan oleh militer!"

__ADS_1


Carolina sedang curhat. Dia menyuap parfaitnya dengan suasana hati yang buruk. Dia jadi tidak peduli kalau ada sisa coklat di dekat mulutnya.


"Yah...jangan mengatakan itu padaku Carolina. Keluhkan masalahmu itu kepada penerus tahta yang tidak punya kesibukan apapun dan memilih untuk mengobrol bersama kita di sini."


Issac mengarahkan pandangannya ke arah Chris yang sedang memakan es krim strawberrynya dengan hati yang gembira. Kontras sekali dengan suasana hati Carolina yang suram.


"Hmmm? Mereka memang orang yang menyebalkan. Sebisa mungkin jangan turuti kemauan mereka. Lagipula menyatukan seluruh benua Lantos ke dalam pelukan kekaisaran tidak akan mendatangkan keuntungan apapun dalam jangka panjang."


Apa yang dikatakan Chris benar. Menyatukan benua itu artinya menguasai teritorial yang lebih luas. Memang, sumber daya yang ada di masing-masing negara akan mengalir ke negeri yang menang. Populasi semakin banyak dan kekuatan kekaisaran mungkin akan disegani oleh kerajaan di benua-benua lain.


Tetapi untuk menguasai wilayah seluas itu menghabiskan banyak tenaga dan waktu. Tangan kekaisaran tidak seberapa kuat untuk menjangkau seluruh benua. Jangankan benua. Jika mereka belum bisa meredakan pemberontakan di wilayah barat ataupun memenangkan peperangan dengan kekaisaran Moskov, jangan harap untuk menjadikan kekaisaran sebagai pusat benua. Begitulah maksud Chris.


"Tidak apa-apa kan? Lagipula mencari informasi seperti ini adalah tugas dari seorang duta. Dengan informasi ini, barangkali kau memiliki langkah untuk mencegah hal buruk terjadi, kan?"


Chris mengangkat bahunya dengan santai. Orang ini.....


"Tentu saja tidak seperti itu. Memangnya setelah aku mengetahui informasi ini, aku akan dilepaskan begitu saja? Naif sekali jika aku berpikir seperti itu.

__ADS_1


"Astaga, apakah kekaisaran sebegitu lemahnya untuk meminta bantuan dari duta kerajaan lain untuk menyelesaikan masalah internalnya? Tapi tidak buruk juga untuk membuat seorang kaisar selanjutnya dan penerus dari sebuah serikat dagang besar berhutang padaku."


Chris dan Carolina langsung memandang satu sama lain dan tersenyum. Sepertinya mereka menganggap sudah berhasil. Sementara Issac, dia tersenyum melihat ke dalam toko. Mereka sekarang sedang berada di toko pakaian miliknya dan belanja. Margareth ingin menraktir mereka. Katanya.


"Kalau begitu, aku akan membantu sebisaku. Wewenangku sebagai seorang bangsawan dari kerajaan lain dan sebagai duta sangat terbatas. Tugasku secara TERTULIS adalah memastikan hubungan kedua negara tidak rusak.


"Aku tidak punya hak untuk ikut campur lebih dalam urusan dan masalah internal kekaisaran. Selain itu, aku juga tidak punya jaminan dari kalian kalau namaku akan aman. Dan kalian juga tidak akan bisa memberikannya bahkan jika aku meminta."


Dalam batas tertentu, Issac akan membantu mereka. Kelangsungan mereka berdua penting untuk wilayahnya. Dia punya ambisinya sendiri dan Chris ataupun Carolina penting untuk memuluskan ambisinya.


"Hai Issac kita sudah selesai. Ara.... sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang penting ya? Apakah kita mengganggu?"


Issac menggeleng.


"Tidak juga. Kita sudah selesai bicara. Sini, kalian pasti lelah. Aku akan memesankan kalian minuman dingin."


Issac tidak akan melibatkan yang lainnya kali ini. Ini bukan kerajaan dan meskipun dia punya power, gerakan dia masih terbatas. Beberapa agen yang ia rekrut belum masuk terlalu jauh ke dalam kekaisaran dan belum memiliki informasi yang vital.

__ADS_1


Issac menerawang masa depan apa yang ia akan temui nantinya. Tentang nasib para gadisnya, Versailles, kerajaan Heinz, dan kekaisaran Grand Aria.


__ADS_2