Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 53: Rasa Frustasi


__ADS_3

"Hei Is.... bukankah tadi pertandingan yang luar biasa?!" uwaahhh, Sasha tersenyum tapi matanya tidak ikut tersenyum! hawa dingin menjalar dari punggung ku. nah, pasti sesuatu yang buruk akan terjadi!


"Aku bingung kenapa dari tadi Issac hanya berlari-lari saja alih-alih bertarung melawan Clifford." Anna memiringkan kepalanya.


Gadis nakal ini lagi-lagi bermain api! ayolah kan aku sudah bilang bahwa aku tidak akan. memenangkan pertandingan ini. lagipula memberikan kemenangan yang hina kepada orang semacam Clifford itu adalah tujuan ku sejak awal!


"Sudahlah Sasha, kita tahu sifat Is seperti itu jadi tidak perlu memasang wajah seperti itu oke."


Ohhh, Misha sepertinya sudah pasrah dengan kelakuan ku! tapi dia memang pengertian. seperti yang di harapkan dari kakak kandung ku.


"Ngomong-ngomong Is, aku penasaran dengan pil yang digunakan oleh Clifford saat pertandingan tadi. pil macam apa yang bisa menghasilkan efek samping sebesar itu?"


aku hanya menggeleng mendengar pertanyaan Sasha nee-san. sejujurnya aku benar-benar tidak tahu. itu karena aku bukan seorang yang ahli dalam Alchemis atau seorang dokter yang mengetahui berbagai jenis pil yang eksis di dunia ini.


yah aku akan berusaha mencari asal pil itu di akademi lalu membelinya dan mengirimkan sampel nya ke divisi Riset dan Pengembangan La-Sa guild untuk diselidiki nanti. disana aku memiliki banyak Alkemis berbakat. mungkin kedepannya pil itu akan bisa diperbaiki dan diperjualbelikan secara legal.


nah, aku sudah tidak tertarik lagi dengan turnamen ini, jadi mari kita selesaikan masalah lain.


****


"Hebat sekali Wolf! kau menyelesaikan semuanya dengan baik." Suara langkah kaki diiringi tepuk tangan datang dari luar ruang kontrol.


beberapa anak buah wolf yang daritadi menemani Wolf di ruang kontrol secara refleks hampir menyerang orang itu sebelum akhirnya ditahan oleh Wolf.


"Selamat datang tuan. tadi itu pertarungan yang sangat menyebalkan. seandainya anda bukan atasan saya, sudah pasti saya akan membanting anda, memukuli anda, lalu membuang anda ke laut keesokan harinya."


mendengar Wolf yang terus terang orang itu tertawa kecil.


"maaf deh, aku hanya ingin sedikit bermain." orang itu menjawab sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Anda selalu bermain-main tuan." Wolf menghela nafas panjang.


"Omong-omong siapa bocah ini? sepertinya bos sangat menghormati kau ya?"


Black Cat menuju orang itu dengan pedang pendek terhunus. entah apa niatnya. namun sebelum dapat mencapai orang itu, dia jatuh berlutut. badannya mendadak gemetar ketakutan.


Aura macam apa ini?! seumur-umur dia menghadapi banyak lawan, dia belum pernah merasa setakut sekarang! seolah dia melihat Malaikat maut di belakang bocah ini!


"Hentikan Black Cat. dia adalah pemimpin tertinggi kalian saat ini. Issac R Starfall. meskipun usianya baru 13 tahun, dia bisa membunuhmu begitu saja bahkan jika ada seribu orang dengan kekuatan yang sama seperti mu."


Wolf dengan kalem menjelaskan siapa bocah itu kepada Black Cat. yah walaupun kalem sebenarnya dia hampir ngompol karena aura yang dikeluarkan oleh Issac. tapi berhubung dia adalah bos dari unit ini, dia harus menjaga Marwahnya.


"Maafkan kekasaran saya tuan!" Black Cat langsung bersujud dihadapan Issac. dia hanya tersenyum geli saja melihat tingkah Black Cat.


"ehhh, sikapmu tiba-tiba berubah ya."


Black Cat menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Tidak peduli siapa orangnya, aku hanya bekerja untuk mereka yang kuat. itu saja."


Black Cat tertawa, "Tentu saja! memangnya apa yang lebih berharga daripada nyawa seorang manusia?"


Issac menyeringai, "Hehh, kau seharusnya menanyakan itu pada dirimu sendiri lho. aku yakin mereka yang kau bunuh akan menyumpahi mu dari neraka jika mendengar apa yang kau katakan."


Black Cat memiringkan kepalanya, "Membunuh manusia? aku tidak pernah melakukan hal itu lho. aku hanya diminta para babi untuk membunuh babi lainnnya.


maaf, tapi aku tidak pernah menganggap para perampas, pemerkosa, dan orang-orang sewenang-wenang lainnya hanya karena mereka punya nama Keluarga belakang yang mentereng itu sebagai manusia. ku pikir mereka tidak lebih dari Babi berbentuk humanoid."


Astaga orang ini. Issac memijat pelipisnya. dia memang berbakat dan luar biasa. tapi pikirannya agak ekstrem. jika ada bangsawan yang mendengar ucapan orang ini, terutama para bangsawan, kepalanya pasti akan dipajang di alun-alun ibu kota.


tapi itu tidak masalah. bagaimanapun sangat baik untuk mendapatkan anak buah yang loyal tidak hanya karena kau kuat, tapi karena nilai yang kau anut sesuai dengan apa yang dia yakini.

__ADS_1


"Baiklah mari kita lupakan soal itu. ah benar, kau pasti Black Tiger kan? aku sudah mendengar mu dari Wolf. selamat bergabung di unit ini." Issac mengulur tangannya. Black Tiger dengan senang hati menerima jabat tangannya.


"Senang bekerja di bawah mu Tuan. mohon kerjasamanya." Issac mengangguk.


"Ngomong-ngomong Wolf, kau sudah selesai mengekstrak ingatan mereka kan? kenapa mayatnya dibiarkan begitu saja?"


Issac memperhatikan kondisi mayat para kelompok White Goat. dia tidak jijik, malah terasa tragis. kelompok yang suka mempermainkan kehidupan dan kematian orang lain seperti mereka harus berakhir dengan leher patah seperti itu.


"ahhh bagaimana aku harus mengatakan ini. tadinya aku ingin membiarkan si ketua yang terkapar dengan leher patah itu hidup-hidup agar bisa menjadi souvernir bagi tuan. tapi, sepertinya bawahan ku yang lain terlalu berlebihan sehingga lehernya patah secara tidak sengaja."


e-e-ehhh... begitu rupanya. Issac bingung harus merespon bagaimana. "Lalu, apa yang kalian dapatkan?"


Wolf menggeleng, "ingatan mereka bahkan samar-samar tentang orang yang menyewa mereka. orang yang menyewa mereka adalah seorang yang berpakaian serba hitam dan menggunakan tudung hitam. mereka dibayar 300 koin emas untuk aksi mereka tanpa memberikan tujuan yang jelas. hanya itu yang kami dapatkan."


Issac memegangi dagunya. terlihat berpikir keras. "apakah kau tidak punya tebakan soal ini?"


Wolf menggeleng. sayangnya dia juga tidak punya petunjuk soal ini. Issac terlihat agak frustasi. bagi Wolf itu adalah ekspresi yang agak menyegarkan karena jarang sekali Issac seperti itu.


"Soal target mereka? apakah ada detail tertentu?" Wolf menggeleng lagi,


"Sayangnya si penyewa tidak secara khusus menargetkan seseorang. dia bilang terserah, bangsawan yang mana saja boleh."


huhhh...ini cukup merepotkan bagi Issac. tidak tahu motif utama dan tidak punya petunjuk lain. cara kerja mereka sangat bersih. tidak ada pilihan selain mengawasi pergerakan Dark Guild.


"Atas nama Kepala Agen VIESTA, aku perintahkan unit Rahasia 001/Wolfgang, untuk menyelidiki berbagai organisasi yang bernaung di bawah Dark Guild. berkoordinasilah dengan divisi Riset dan Analisis untuk mengamati pergerakan mereka!


Aku mengizinkan kalian untuk mengambil setiap tindakan yang dianggap berguna dalam usaha untuk mengeliminasi musuh dan mencegah kebocoran informasi! itu saja. sekarang segera bereskan mayat mereka dan pastikan untuk menghapus berbagai barang bukti."


Wolf, Black Tiger, dan Black Cat berlutut dihadapan Issac,

__ADS_1


"Dimengerti Tuan!!" mereka berteriak dengan serempak. dengan ini, kekacauan saat turnamen dapat dicegah dan tugas baru menunggu mereka.


__ADS_2