Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 74: Sandaran Yang Nyaman


__ADS_3

sudah dua pekan setelah kejadian 'mengerikan' yang menimpaku di dekat guild petualang. yah sejujurnya itu sangat 'menyeramkan' sehingga aku 'pingsan' dan 'tidak tahu' dengan apa yang terjadi selanjutnya.


akhirnya proses hukum dilakukan kepada si botak sebagai satu-satunya tersangka yang masih hidup. hukumannya tentu saja sudah jelas. itu adalah hukuman mati. eksekusi langsung dilakukan begitu vonis telah dijatuhkan. aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh fraksi anti bangsawan. paling mereka akan membersihkan nama mereka dengan caranya sendiri.


sementara fraksi bangsawan, karena kehadiran ku dianggap parasit oleh mereka, rasanya mereka sedikit kesal karena pembunuhan ini gagal. woahh! pasti mereka akan berjabat tangan dengan para pembunuh jika aku mati pada saat itu!


yah...aku belum berniat mati jadi jangan kesal oke. sebaliknya, aku ingin melihat bagaimana ekspresi wajah kalian ketika dihadapkan oleh kematian. itu cerita untuk lain waktu tapi aku akan menantikannya dengan sabar!


kalau untuk kedua kakakku, tuan putri, dan Lili sih...tidak usah ditanya, mereka sangat khawatir kepada ku sampai meraba-raba tubuh ku. memastikan aku terluka atau tidak. tapi, entah kenapa tangan putri yang nakal sepertinya ingin menyentuh adik kecilku, jadi aku sentil saja dahinya. hei putri, kau itu cantik. kalau kau beneran menyentuh ku disitu, aku akan kehilangan kewarasan ku!


sepertinya ketiga gadis itu lupa bahwa aku lebih kuat dari mereka. aku mewajarkan Lili karena belum tahu kekuatanku yang sesungguhnya, tapi kalau kalian...ah, kupikir itu berlebihan. tapi sejujurnya, aku sangat senang sih. sudah lama tidak ada orang yang menghawatirkan ku.


dan Anna...ku rasa sejak kejadian satu Minggu yang lalu, jarak aku dengannya makin berkurang. bahkan, jika aku, kedua kakakku, Lili, dan Anna sedang berkumpul, kadang-kadang Anna secara tidak sadar menyenderkan kepalanya ke pundak ku. bau wangi dari rambutnya yang merah selalu menggelitik hidung ku.


juga, rambutnya akhir-akhir ini rambutnya seringkali basah. saat aku tanya kenapa, jawaban dia cukup mencengangkan.


"Itu karena Gustave sering mengelus ku. jadi aku harus sering-sering mencuci rambut ku!"


hei itu... terlalu jahat Anna. mau bagaimana pun kau harus sedikit lembut dengannya oke! tapi kalau kau ingin menghinanya juga tidak masalah. akan aku bantu. tapi jangan sekarang. nanti rencana ku hancur!


Sekarang aku sedang mengawasi apa yang terjadi di desa tempat bibi Mervouw tinggal. Minggu lalu, begitu aku menyelesaikan seluruh kasus yang berkaitan dengan si botak yang sombong itu, para staf La-Sa guild yang terdiri dari tim riset dan pengembangan, tim keuangan, dan negosiator datang ke desa itu setelah aku meminta ketua cabang La-Sa Guild Venz untuk mengelola desa itu.


kelihatannya dia juga senang. katanya membangun bisnis baru di tempat itu sangat menjanjikan. dia memberiku cetak biru untuk perluasan desa dan beberapa rencana untuk ekspansi bisnis ke bidang produksi. aku tidak keberatan dengan itu. detailnya aku serahkan kepada dia.


aku memang bilang mengawasi, tapi tentu saja aku tidak ke sana. aku mengirim agen VIESTA untuk terus mengawasi progres pembangunan. tentu saja La-Sa guild juga mengirimkan laporan, tetapi ku pikir lebih baik untuk melihat laporan itu dari dua sisi.


sekarang tinggal masalah lainnya. bagaimana membuat kerajaan mempercayakan desa itu padaku. desa itu berada di antara kota akademi dan Venz, dimana kedua wilayah ini dikelola langsung oleh kerajaan. itu berarti jika aku ingin mengelola desa itu, setidaknya aku harus menjadi salah satu pegawai di Istana kerajaan. tapi di usia ku yang seperti ini, sepertinya mustahil.

__ADS_1


kalau sudah begini aku harus berkonsultasi ke satu orang. tentu saja itu adalah si 'dia'.


****


hari ini, Putri Aurellia mendapatkan undangan dari Issac untuk berbicara empat mata dengannya. Putri Aurellia tidak punya petunjuk tentang apa yang ingin dia bicarakan. tapi tidak ada masalah. mungkin saja Issac butuh bantuan. lagipula, dia sendiri sudah banyak dibantu olehnya.


dia menuju ke tempat yang tertulis di surat itu. itu adalah salah satu ruang VIP di perpustakaan. tidak banyak yang bisa menyewa tempat itu Disana Bahkan jika itu adalah bangsawan sekalipun. tempat sewanya sangat mahal. dia sampai bingung kenapa Issac bisa menyewa Tempat itu.


"Selamat datang putri. silahkan duduk Dimana pun kau suka."


Putri Aurellia langsung disambut oleh Issac begitu dia masuk ke ruang VIP. dihadapan bocah laki-laki berambut hitam dan berpupil coklat itu, tiga timbumnan kertas terhampar di mejanya.


dari balik timbunan itu, Issac melongo ke arah tuan putri. seperti biasa ya, dia benar-benar sibuk. tuan putri duduk dihadapan Issac. setelah membereskan beberapa laporan lagi dia menyingkirkan kertas-kertas itu dan tersenyum kepada putri Aurellia.


"Jadi Issac...tidak perlu basa-basi lagi. cepat katakan apa yang kau inginkan. kau tahu, sebagai tuan putri aku tidak punya banyak waktu lho.."


itu hanya alasan saja. sebenarnya putri Aurellia cukup Malu jika terus menerus ditatap oleh seorang pria tampan seperti Issac. kelihatannya Issac telah menyadari bahwa putri sedang Malu. jadi dia semakin bersemangat untuk menggoda putri Aurellia.


Issac menopangkan dagunya di tangan sambil memandangi wajah putri Aurellia. dia memang sedikit menggoda tuan putri tetapi dia sama sekali tidak bohong soal kecantikan putri Aurellia.


"Issac! Kalau kau menggoda ku lagi, aku tidak akan membantu mu!!"


Issac tertawa setelah puas menggoda putri. sudah ia duga putri akan seimut ini jika dia marah! tapi baiklah, dia sadar putri tidak punya banyak waktu, jadi Issac segera memberikan penjelasan kepada tuan putri apa yang dia butuhkan.


butuh setengah jam bagi Issac untuk menjelaskan semua hal itu pada putri Aurellia. putri sudah tahu apa yang Issac minta.


"Jadi, kau berniat untuk mengelola desa itu namun tidak memiliki akses untuk menjadikan aktifitas mu legal ya. makanya kau butuh bantuan ku untuk melobi para menteri yang bersangkutan."

__ADS_1


Issac mengangguk, "Kurang lebih seperti itu putri."


putri nampak berpikir, tetapi dia menggelengkan kepalanya.


"Maaf Issac...tapi peraturan yang berhubungan dengan permintaan mu itu...aku tidak bisa melakukan apapun. bahkan jika itu permintaan mu dan aku mengajukan hal ini ke ayah. yah, kau masih dibawah umur sih. tapi...."


Issac memiringkan kepalanya, "Tapi?"


"aku sudah cukup umur untuk mengelola suatu wilayah yang berada di bawah naungan kerajaan. apalagi jika itu hanya sebuah pedesaan. aku bisa meminta ayah ku untuk melakukan hal itu nanti.


dan dengan itu, aku akan melegalkan semua aktifitas bisnis mu di desa itu, bagaimana? aku pikir ini bukan hal yang buruk. secara tertulis aku memang menjadi penanggung jawab di desa, tetapi aku memberikan mu dan La-Sa guild hak untuk mengelola desa itu. cukup baik kan?"


itu tawaran terbaik putri Aurellia yang bisa dia berikan untuk Issac. dia cukup kaget ternyata yang memiliki salah satu guild terbesar adalah Issac. tidak heran dia bisa menyewa tempat seperti ini dengan enteng.


Issac sepertinya sedang mempertimbangkan beberapa hal. terlihat dari ekspresi wajahnya yang berpikir keras. bagi Putri Aurellia yang baru kali ini melihat raut wajah Issac yang seperti itu membuat dia tertawa karena senang.


"Aku melihat tidak ada yang buruk dengan itu tuan putri. lagipula anda adalah orang yang saya percayai. saya rasa, saya berhutang kepada anda. jika putri punya masalah tertentu, jangan ragu untuk menghubungi saya."


"Yah, aku rasa kesepakatan sudah terbentuk. masalah hutang, tidak usah dipikirkan. kau juga sudah menyelamatkan ku sebanyak dua kali. itu sudah lebih dari cukup. ah iya, kalau bisa maukah kau mengajakku untuk melihat desa itu. sepertinya benar-benar indah."


"Tentu saja tuan putri. mari kita pergi kesana di akhir pekan nanti."


"baiklah, sudah diputuskan!"


Putri Aurellia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. yang langsung disambut oleh tangan Issac. dengan ini formalitas selesai. tuan putri segera mengubah ekspresinya menjadi seperti biasanya. ceria dan riang.


putri Aurellia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Issac dan duduk disampingnya. dia menyenderkan kepalanya ke pundak Issac. hangat dan nyaman. itu yang ia rasakan. jarinya yang indah mulai menelusuri tubuh Issac sebelum akhirnya dihentikan oleh Issac sendiri.

__ADS_1


"Hei tuan putri!! kau ini masih simbol keluarga kerajaan jadi tolong jangan membuat skandal yang aneh-aneh!!"


Issac mencubit pipi tuan putri. yah, pada akhirnya mereka menghabiskan waktu dengan bersenda gurau selam satu jam kedepan.


__ADS_2