
"Lia, aku akan pergi ke wilayah Randall untuk sementara waktu. kau tidak keberatan kan untuk memberi sedikit waktu libur?" tangan Lia yang sedang dia gunakan untuk menandatangani beberapa dokumen tiba-tiba berhenti. tatapannya yang sedari tadi fokus ke pekerjaannya juga mendadak di arahkan padaku. hmm? apakah itu hal yang mengagetkan?
"apakah ada masalah yang sangat mendesak sehingga kau harus pergi kesana?" Lia bertanya seperti itu sambil melepas kacamatanya dan meminum tehnya. eh, aku merasa suasananya menjadi sangat aneh disini.
"yah, aku ingin mengawasi pelatihan yang dijalankan para calon ksatria yang kita rekrut. kebetulan, karena aku tahu tanah yang bagus, luas, dan murah di wilayah ayahku, jadi sekalian saja dibuat tempat pelatihan. ngomong-ngomong, bukankah Lia sudah membaca dokumen yang aku buat kan? aku sudah menuliskan itu lho. beserta dengan beberapa surat yang menjadi bukti transaksi dengan pemilik tanah dan surat yang berisi izin mendirikan tempat pelatihan kepada ayah."
Lia malah menghindari pertanyaan itu saat aku bertanya. oh paling-paling di lupa jadi aku bertanya lagi padanya. "jadi bagaimana, yang mulia tuan putri, apakah anda mengizinkan saya untuk pergi?" Lia tetap tidak berkomentar. e-ehh ja-jadi ada apa ini? kenapa suasananya semakin canggung? dan juga, kenapa aku melihat aura yang aneh di belakangnya!?
"Terserah." jawaban Lia singkat, padat, jelas, tapi entah kenapa menusuk. hehhh.... bagaimana ini. dia jelas-jelas kesal. baiklah, kalau begitu kenapa tidak pakai trik saja.
__ADS_1
"Kalau mau, tentu saja Lia bisa ikut denganku. masalah pekerjaan, selesaikan di sana saja. tentu, aku juga masih akan membantu Lia." kali ini Lia menatapku dengan tatapan berbinar. eh ternyata seperti itu!? kalau kau mau ikut kenapa tidak bilang saja dari awal? ya-yahh aku pikir isi kepala perempuan memang susah ditebak ya.
"A-apakah aku benar-benar bisa ikut!" aku mengangguk. "tidak ada masalah. kalau begitu kita akan berangkat tiga hari lagi. tenang saja, aku akan mengurus perizinan dari akademi."
nah karena Lia terlihat sangat senang jadi aku pikir masalah sudah selesai. tinggal sebelum aku pergi, ada beberapa hal yang harus ku urus terlebih dahulu.
****
agar mereka tidak kecewa, aku memberikan mereka cincin pada Anna dan kakak kembarku. sementara Lili dan Via aku berikan kalung. itu adalah karya dari salah satu pengrajin perhiasan paling terkemuka di ibukota. dan untungnya, dia adalah agen VIESTA. hei, itu bukan berarti aku meminta diskon padanya oke! tetapi bayangkan saja, kau tahu sendiri kan kalau bangsawan itu memerlukan sesuatu yang bergengsi untuk mengukuhkan kekuasaan mereka? tentu saja salah satunya lewat perhiasan yang mereka pakai.
__ADS_1
aku mendapat banyak informasi penting dari pengrajin itu dan para pegawainya. yah, para bangsawan itu seringkali keceplosan menceritakan hal-hal penting pada orang yang mereka anggap lebih rendah daripada mereka. yah, mungkin mereka berpikiran bahwa informasi itu juga tidak akan berguna bagi mereka. paling-paling hanya dianggap curhat.
padahal tentu saja tidak seperti itu. pengrajin itu meneruskan informasi itu pada kantor pusat dan kami segera mengarsipkannya. aku belum menceritakannya sih, tetapi kami juga sering terlibat dalam jual beli informasi. entah itu dijual secara langsung Lewat jaringan informan kami maupun lewat jaringan Dark Guild. tergantung seberapa pentingnya informasi itu.
nah, kembali ke topik utamanya, mereka sangat senang ketika menerima hadiah itu. oke, itu bukan hadiah untuk menyogok mereka agar tidak sedih. ada sih niat seperti itu tetapi yang terpenting, kedua perhiasan tadi sudah ku pasang sihir yang dapat melindungi mereka jika keadaan darurat terjadi. yah, sebagai lelaki, aku tidak mau mereka disentuh oleh orang lain kecuali aku. yeah, aku memang posesif sih.
aku juga berjanji kepada mereka untuk membawa oleh-oleh dari Randall ketika kembali dari sana. huhhh....dengan begini urusanku dengan mereka telah terselesaikan. sekarang, tinggal mengurus perizinan Lia, persediaan makanan untuk lima hari dan tiga orang, serta...eh! ternyata masih banyak! hahh, baiklah! mengeluh tidak akan menghasilkan apapun jadi mari kita selesaikan ini semua.
hari berlalu dan saatnya aku berangkat telah tiba. seperti kemarin, kemungkinan aku dan Lia akan sampai ke wilayah Randall dalam waktu lima hari. tetapi karena cuaca cerah dan hujan tidak turun, aku yakin kondisi tanah akan baik-baik saja. ditambah performa kereta kudaku yang semakin membaik, aku rasa kita akan sampaikan di sana dalam waktu empat hari saja.
__ADS_1
aku menuntun Lia untuk naik baru setelah itu aku yang masuk ke dalam kereta kuda. dengan ini, perjalanan kami Menuju wilayah Randall, dimulai untuk yang kesekian kalinya.