
pertandingan akhirnya dimulai. semua yang menonton pertandingan ini sama sekali tidak menduga bahwa entah itu Lilianne maupun Olivia adalah anak yang kuat. kecuali Issac tentunya.
awalnya mereka berpikir bahwa pertandingan ini akan dengan mudah dimenangkan oleh Lilianne dengan kekuatan minimum. namun, mereka tidak menyangka bahwa Olivia dan Lilianne akan bertarung dengan sengit.
bahkan di awal pertandingan, Lilianne langsung mengeluarkan sihir api Phoenix nya dan mengubah bentuknya menjadi tombak yang jumlahnya sepuluh. bahkan untuk membuat satu tombak saja butuh banyak sekali mana sementara Lilianne dapat membuat 10 dari mereka! bakat yang mengerikan!
sementara Olivia, karena tidak memiliki bakat sihir elemental, menggunakan mana-nya untuk memaksimalkan sihir penguat milik-nya. tiba-tiba muncul sebuah aura berwarna keemasan di sekitar tubuhnya. ini adalah sihir buff yang dia beri nama Bishamonten. sebenarnya Issac yang memberi nama sihir ini. tentu Olivia menerimanya dengan senang hati.
"heh, sejak kapan dia menyempurnakan Bishamonten-nya? biasanya butuh aktivasi yang cukup lama sehingga aku harus mengulur waktu untuk membiarkan dia fokus. tapi sekarang bahkan dia bisa mengaktifkan sihir itu dalam Waktu kurang dari satu menit. sungguh luar biasa!"
sementara para bangsawan lainnya sangat terkejut melihat sihir yang digunakan oleh Olivia. bahkan ana-anak mereka tidak akan bisa menggunakan sihir yang seperti itu! sepertinya mereka mulai mengubah nilai mereka pada Olivia.
pertandingan dimulai dengan Olivia yang melaju dengan sangat cepat menuju Lilianne. para pelatih Lilianne membelalakan mata mereka. "CEPATNYA!!" begitu lah yang mereka teriakkan. tapi Lilianne tidak kehilangan ketenangannya. dia dengan sigap mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak. lalu melemparkan dua diantara sepuluh tombak miliknya.
Olivia berhasil menghindari tombak-tombak itu. tapi tujuan Lilianne memang bukan untuk mengenai Olivia. tapi membuat Olivia sibuk dengan tombak itu dan memberikan kesempatan Lilianne untuk membuat jarak diantara mereka.
"seperti yang diharapkan dari lili-chan, kapasitas mana-nya yang besar membuat dia cocok untuk menjadi seorang mage, dimana mereka memiliki keunggulan dalam pertarungan jarak jauh. selain itu dia memiliki kendali sihir yang luar biasa. perhitungannya dalam mengambil langkah juga sangat hebat. sepertinya pertarungan ini menjadi lebih sengit dari yang aku harapkan."
__ADS_1
sementara Issac terus menilai kemampuan mereka, pertandingan diantara keduanya terus berlanjut. satu hal yang membuat mereka lagi-lagi tercengang adalah fakta bahwa Lilianne bisa mengendalikan tombak-tombak itu. mungkin mirip seperti peluru kendali.
mereka juga terkejut karena Olivia dapat menghindari serangan-serangan itu.
tapi sepertinya arah pertandingan sudah dapat ditebak. Olivia terkena dua tombak api milik Lilianne saat dia berhasil mendekati Lilianne. tapi bahkan hal itu harus dibayar oleh Lilianne karena perutnya terkena tendangan Olivia. mereka berdua mendapatkan luka yang cukup parah tapi pertarungan terus berlanjut.
dengan teknik bela diri yang Issac ajarkan, Olivia terus-menerus melancarkan serangan kearah Lilianne. Lilianne dengan sihir apinya juga terus memperkuat pertahanannya sembari beberapa kali mengenai tubuh Olivia.
sepertinya pertandingan sudah hampir mencapai *******. mereka berdua sudah terlihat mendapatkan luka yang cukup parah. darah keluar dari mulut mereka. baju mereka compang-camping. kesepuluh tombak milik Lilianne telah digunakan dan beberapa barrier miliknya juga sudah digunakan. sepertinya itu adalah batas miliknya.
sementara keadaan Olivia juga tidak kalah buruknya. mulutnya mengeluarkan darah. begitupun dari kepalanya juga mengeluarkan darah. tubuhnya juga bergetar hebat setelah menerima empat dari sepuluh tombak milik Lilianne. berkat sihir Bishamonten-nya, tubuhnya tidak meledak, gosong, ataupun hancur. tapi itu adalah batas baginya.
sementara Olivia dengan mana yang tersisa, juga mengumpulkan mana di kepalan tinjunya. membuat kepalannya terbalut warna keemasan. mereka berniat melakukan serangan jarak dekat.
para bangsawan, alih-alih menghentikan pertandingan ini, justru makin bersorak sementara para instruktur yang sudah tahu apa yang akan terjadi jika kedua kekuatan ini bertabrakan, tidak berani untuk menghentikan mereka.
dengan cepat Olivia melesat ke arah Lilianne. begitupun Lilianne menendang tangan dan maju menuju Olivia dengan kekuatan penuhnya. namun ketika jarak mereka hanya tinggal beberapa centimeter....
__ADS_1
Issac tiba-tiba muncul ditengah mereka. dia bahkan dengan tangan kosong dapat menahan serangan mereka satu sama lain. itu adalah salah satu sihir milik nya, Nulifikasi. kemampuan untuk meniadakan sihir milik lawan. entah itu yang bersifat Ofensif ataupun Defensif.
"SUDAH CUKUP KALIAN BERDUA! LEBIH DARI INI KALIAN BEEDUA AKAN HANCUR DAN ARENA INI AKAN MENGALAMI HAL YANG SAMA!!" ini adalah pertama kalinya Issac semarah ini pada mereka. sebenarnya dia juga merasa bersalah. namun jika dia sejak awal menghentikan pertarungan ini, mungkin masalah mereka tidak akan selesai.
Issac melihat luka mereka. luka luar milik mereka cukup parah, tapi luka bagian dalam jauh lebih parah. jika tidak ditangani dengan cepat, jaringan mana ditubuh mereka pasti akan rusak. Issac segera menyembuhkan luka bagian dalam mereka. sementara untuk luka luar akan diurus oleh para instruktur.
para instruktur langsung masuk ke arena untuk menyembuhkan luka mereka berdua dan membawa mereka ke ruang tidur darurat yang ada di arena tersebut. sementara itu untuk para bangsawan.....
"OI ANAK BODOH, SIAPA KAU?! KENAPA MENGEHENTIKAN PERTARUNGAN MEREKA?!!!"
suara seperti itu diikuti oleh bangsawan lainnya. mereka yang kehilangan hiburan langsung mencibir Issac dan mencacinya dengan mengatakan bahwa dia adalah anak tidak tahu diri.
mendengar cacian itu Issac dengan dingin mengeluarkan hawa membunuhnya. "menjadikan putri seorang Duke Balzaac dan pelayan dari rumah Randall sebagai objek hiburan. sungguh, betapa tidak tahu dirinya dasar bangsawan rendahan bodoh. sepertinya aku harus menulis keluhan pada paman Richard dan Ayah karena ulah kalian. yah semoga saja kalian bisa benar-benar selamat setelah itu."
hawa membunuh Issac membuat para bangsawan tercekik. Issac juga mematahkan tangan serta kaki mereka lewat sihir tangan tak terlihat nya. membuat jeritan dan tangis para bangsawan terdengar di seluruh arena.
setelah Issac puas menyerang mereka, Issac lalu pergi dari arena dan membuat beberapa obat untuk Olivia dan Lilianne yang sedang tidak sadar.
__ADS_1
sungguh pertandingan yang sangat luar biasa. begitulah pikirnya.