Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 89: Kartu Truf


__ADS_3

"Is! Kau mengajak Gustave untuk berduel!? Yang benar saja!! Kenapa kau selalu mencari perkara!?" Kak Sasha meraih kerah bajuku lantas menggoyangkan ku terus menerus! aduh! hei, itu sakit!


"Kak Sasha dengarkan penjelasan ku dulu! Ini adalah hal yang sangat penting tahu!"


huhhh akhirnya dia melepaskan cengkeramannya. itu mengerikan. kalau orang biasa mungkin seluruh punggungnya akan bermasalah. tapi syukurlah aku bukan mereka.


"aduh Is, kau membuat kakak mu khawatir lagi kan? lalu, kenapa kau menantang Gustave untuk berduel? itu tidak seperti dirimu lho yang biasanya lebih memilih untuk menusuk dari belakang dari pada menghadapi secara terang-terangan."


gufuhh! rasanya seperti tertohok di ulu hati ketika mendengar kalimat terakhir Kak Misha. hei, jangan membuat ku terdengar seperti orang yang sangat jahat oke! ya sudahlah, apa yang Kak Misha katakan ada benarnya. nah, darimana aku harus memulai cerita ini?


"hmmmm.... bagaimana aku harus mengatakan ini? yah...pada intinya, selama ini Anna menjadi sasaran kekerasan oleh tunangannya sendiri, Gustave Conrad. tentu saja sebagai seorang sahabat, aku tidak bisa membiarkan itu terus terjadi padanya.


karena itulah pada akhirnya aku mendatangi Conrad dan menantangnya untuk berduel dengan taruhan. jika aku menang maka lepaskan Anna dan batalkan pertunangan dengannya. dan jika dia menang, dia Bebas melakukan apapun padaku."


Mendengar penjelasan ku, mereka sangat marah hingga sihir mereka bocor! hei-hei tenanglah! untung saja ini di ruang VIP perpustakaan jadi tidak ada satupun orang selain kita disini. jika ada orang disekitar sini, aku yakin mereka akan lari ketakutan.


tetapi aku senang karena mereka marah. itu berarti Anna adalah orang yang penting bagi mereka. Sehingga menyakiti Anna sama artinya dengan siap untuk berhadapan dengan mereka. Terimakasih Kakak!


tetapi tetap saja aku tidak memberi tahu kalau Anna sebenarnya ditugaskan oleh Conrad untuk mendekati ku dan pada saat yang tepat membunuh ku. aku tidak tahu apa respon mereka jika aku mengatakan itu sekarang. tetapi yang jelas mereka tidak akan lagi percaya pada Anna dan itu membuat perut ku sakit. biarlah ini jadi rahasia antara aku dan Anna.


jikapun rahasia itu terbongkar, maka Anna sendirilah yang harus memberitahukan itu pada mereka. aku yakin cepat atau lambat itu akan terjadi. tetapi untuk sekarang, lebih baik membiarkan mereka tidak tahu tentang ini.


"Tetapi Is, apakah kau hanya akan bertanding dan mengalahkan Gustave begitu saja tanpa memberikannya pelajaran?"


mendengar pertanyaan dari kak Misha aku tertawa. mana mungkin hal seperti itu akan terjadi? aku justru sedang berpikir penghinaan seperti apa yang harus aku berikan padanya setelah apa yang dia lakukan pada Anna. aku sengaja menantang dia untuk bertanding karena ingin mempermalukan dia di depan banyak orang. aku yakin dia juga berniat melakukan hal yang sama denganku.


kalau sudah begitu, rasanya menghancurkan harga dirinya sebagai seorang bangsawan adalah hal yang bagus. atau membuat dirinya cacat seumur hidup juga menarik. tapi apapun itu, yang jelas, aku akan memberi tahu pada dunia bahwa orang itu, Gustave Conrad, tidak sehebat dari apa yang orang-orang pikirkan.

__ADS_1


"Aku baru terpikirkan. bukankah Conrad pasti akan berusaha untuk menghalalkan segala cara untuk menang? itu berarti dia akan menyiapkan banyak cara untuk menghadapi mu. aku yakin Is jauh lebih kuat daripada orang itu, tetapi tetaplah berhati-hati Is."


aku mengangguk. terimakasih Kak Misha, Kak Anna. aku berjanji pada kalian untuk berhati-hati. tetapi aku juga penasaran, kartu truf apa yang dia siapkan untuk melawan ku nanti ya?


****


Sebuah kereta kuda terlihat melewati jalanan menuju Ibukota. di kereta itu terukir sebuah lambang bangsawan paling berpengaruh di kerajaan. itu adalah Kereta kuda milik Keluarga Conrad. tentu saja, di dalamnya adalah seorang anak yang akan menjadi pewaris keluarganya, Gustave Conrad.


kemarin, dirinya didatangi oleh salah satu musuh bebuyutannya dan dia diajak untuk bertanding. tentu saja sebagai yang terbaik diangkatannya, dia menerima itu. tetapi setelah melihat bagaimana nasib dari lima pengawalnya yang tewas dengan kepala terpenggal, dia menjadi sadar bahwa untuk melawan Issac, dia butuh beberapa persiapan.


karena itulah dia memiliki dua tujuan di Ibukota. pertama dia akan meminjam harta suci yang berada di Istana. dia yakin seratus persen bahwa keluarga kerajaan akan mengizinkan dia untuk meminjam harta suci mengingat status dia sebagai anak pertama dari istri Keluarga Conrad.


kedua, dia butuh sesuatu untuk menyaingi kekuatan Issac. dia tidak cukup bodoh untuk terlalu menilai rendah kekuatan Issac setelah melihat lima kepala pengawalnya di lempar oleh Issac seperti membuang bungkus makanan.


setelah beberapa jam perjalanan, dia sampai di Istana. tanpa ragu dia melangkahkan kakinya dan segera menuju gudang yang menyimpan harta suci. disana banyak koleksi senjata yang berasal dari lima ratus tahun lalu. dia tidak perlu izin dari siapapun untuk mengambilnya. tetapi sayangnya, dia di hadang oleh salah satu manusia yang paling dia benci, Maximilian Conrad.


"Apa yang kau lakukan disini Maximilian? aku tidak peduli bahkan jika kau adalah keluarga Conrad sekalipun, jika kau berusaha untuk menghalangi jalan ku, maka aku akan jadikan tubuhmu sebagai Abu!"


"Seharusnya aku yang mengatakan itu bocah bodoh. meskipun kau adalah anak pertama dari istri sah keluarga Conrad sekalipun, kau tidak berhak untuk masuk ke gudang kerajaan dan mengambil salah satu dari mereka tanpa seizin raja."


Gustave mendecakkan lidahnya. kehadiran Maximilian sama sekali tidak dia perhitungkan. gertakan yang tadi dia gunakan juga tidak berguna pada Maximilian. meskipun mungkin Maximilian lebih lemah daripadanya, tetapi dia jelas memiliki posisi yang kuat sebagai penasihat pangeran. membunuhnya disini sama saja dengan menjadikan keluarganya sendiri menjadi musuh.


tetapi ketegangan mereka diinterupsi oleh kehadiran pangeran pertama kerajaan Heinz, Lewis. Maximilian dan Gustave segera berlutut dihadapannya. sepertinya Pangeran Lewis sudah mendengar tujuan Gustave datang kemari jadi dia memutuskan untuk bertanya tentang itu.


"Jadi, apa tujuan mu datang kemari Gustave? apakah kau benar-benar membutuhkan salah satu harta suci? katakanlah alasan mu."


dengan tetap menundukkan kepalanya, Gustave mulai berbicara.

__ADS_1


"maafkan atas ketidak sopanan saya yang mulia. saya mendapat sebuah tantangan untuk bertarung dengan salah satu keluarga yang memusuhi keluarga saya, Issac R Starfall. dia cukup kuat. cukup untuk membunuh lima pengawal saya sekaligus.


saya yakin bahwa saya tidak akan kalah jika bertarung melawan dia, tetapi saya tetap membutuhkan harta suci sebagai kartu truf saya."


Lewis mengangguk-angguk sementara Maximilian termenung. sejenak hawa dingin mengalir dari punggungnya. ini adalah sebuah rahasia, tetapi kelima ksatria pengawal yang dikirim untuk melindungi Gustave oleh ayahnya adalah ksatria dengan Grade Spesial. tentu mereka sangat terlatih dan dibekali dengan peralatan terbaik.


untuk membunuh lima orang dengan grade spesial.... Issac jelas bukan manusia. Maximilian merasa sakit kepala setelah mendengar itu.


sementara Lewis memiliki pemikiran lain. dia sudah tahu tentang Issac. dia adalah salah satu pendukung utama adik perempuannya. adik perempuannya telah dipercayakan oleh raja untuk mengelola sebuah desa yang berada di antara Venz dan kota akademi. dan hasilnya, Wilayah itu mengalami kemajuan yang cukup pesat. itu membuat posisi Lewis dalam bahaya.


menyingkirkan Issac berarti akan menurunkan moral adiknya dan dengan itu, dia semakin mudah untuk menyingkirkan Aurellia. selain itu, ini pasti akan menjadi pukulan kuat bagi keluarga Randall. Lewis menyeringai. ini adalah kesempatan emas untuk melakukan itu.


"Baiklah Gustave. atas nama ku kau diizinkan untuk menggunakan harta suci kerajaan. dengan syarat, kau bisa membunuh anak itu."


mendengar itu Maximilian mengangkat kepalanya. dia ingin protes. menggunakan harta kerajaan memerlukan izin Langsung kepada raja dan Lewis belum tentu akan menjadi raja. jika dia dengan sewenang-wenang mengeluarkan izin seperti itu, Raja pasti akan menghukumnya lagi.


tetapi segera mengurungkan niatnya. dia tahu bahwa Lewis adalah orang bodoh dan keras kepala Sehingga protes yang dia layangkan menjadi tidak berguna. mau bagaimana lagi, Maximilian harus membereskan kekacauan yang pangeran buat setelah ini.


sementara itu, Gustave menyeringai. tujuannya telah terpenuhi. bahkan Maximilian tidak bisa mencegahnya. dengan begini langkahnya untuk mempermalukan Issac dan menyingkirkannya tinggal selangkah lagi.


sekarang, dia hanya tinggal pergi menuju Dari Guild untuk melengkapi rencananya.


****


Seorang bartender pria sedang mengelap beberapa gelas kaca ketika salah satu pria bangsawan membuka pintu barnya. ini adalah markas Dark Guild. si bartender mengenal pria itu. dia adalah pelanggan yang cukup sering menggunakan jasa dark Guild.


pria itu segera menghampiri meja bartender dan tanpa banyak omong segera memberikan kertas yang berisi sebuah request. itu adalah permintaan untuk mendapatkan sebuah pil. Bartender itu mengangguk dan melanjutkan transaksi. tidak butuh waktu lama, transaksi selesai.

__ADS_1


paling lambat lusa, request itu akan terpenuhi dan dark guild akan segera mengirimkan barangnya.


setelah pria itu pergi, Bartender tadi langsung menyalin isi quest itu dan mengirimkan kertas yang asli kepada yang lain dan menyimpan kertas yang dia salin untuk dirinya sendiri. dengan ini tugasnya selesai.


__ADS_2