Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 90: Conrad Vs Starfall (Part 1)


__ADS_3

"Issac, kau benar-benar akan bertarung dengan Gustave besok? apa itu sama sekali bukan masalah bagi mu? kau tidak perlu berbuat sampai sejauh itu."


itulah yang Anna Katakan padaku saat aku memberitahunya kalau aku akan bertanding dengan Gustave besok. malam ini, aku menyusup ke kamar Anna lagi. walaupun kali ini lewat pintu depan sih.


sampai kemarin, Anna belum beranjak dari kamarnya. dia butuh waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu dan memasang wajah yang biasa dia tampakkan kepada teman-temannya. aku bilang bahwa itu tidak perlu.


tetapi dia mengatakan bahwa akan aneh jika tiba-tiba dia menampakkan ekspresi yang berbeda dari biasanya dan itu akan merepotkan nantinya. yah, kalau dia maunya begitu sih tidak ada masalah.


"Tidak perlu khawatir. aku tidak tahu apa yang dia rencanakan. tetapi, aku sudah menyiapkan beberapa hal jika hal terburuk ternyata menjadi kenyataan."


Anna memiringkan kepalanya. kemungkinan terburuk?


"Yah siapa yang tahu kalau dia menggunakan sesuatu seperti harta suci kerajaan. pedang emas misalnya? atau mungkin sebuah pil yang memungkinkan dia menggunakan seratus persen kapasitas mana miliknya? nah jika itu terjadi, aku sudah mempersiapkan beberapa rencana."


Anna menatapku dengan tajam sambil menggembungkan pipinya. kedua tangannya terkepal dengan imut. woah dia protes padaku!


"Kau pasti sudah tahu apa yang akan terjadi kan? hei Issac, apakah kau punya sihir yang dapat membuatmu melihat masa depan!?"


hahaha....astaga anak ini. mana mungkin aku mempunyai sesuatu yang seperti itu kan? tetapi jika aku mau, sebenarnya bisa saja aku menciptakan atau mempelajari sihir semacam itu. tapi aku tidak mau. yang membuat masa depan begitu indah dan ditunggu-tunggu adalah karena dia masih menjadi misteri.


masa depan itu... mungkin seperti pilihan ganda, kan? ada banyak pilihan, ada banyak jalan. kau bebas memilih jalan mana yang akan kau tempuh. tetapi jangan menyesal dengan pilihan yang telah kita ambil.


oke lupakan soal obrolan filosofis seperti itu. aku bukan ahlinya. kembali ke topik. aku tidak bisa melihat masa depan. lebih tepatnya tidak mau. tetapi berdasarkan perkiraan ku, Gustave pasti akan melakukan sesuatu seperti itu


dia memang bodoh, tetapi tidak cukup bodoh untuk menyadari bahwa dia yang sekarang tidak akan bisa mengalahkan ku jika hanya menggunakan kekuatan mentah. dia butuh sesuatu yang dapat memperkuat dirinya dan memaksimalkan kekuatannya.


mengingat bahwa dia adalah anak dari seorang Duke yang paling berpengaruh di kerajaan, ada kemungkinan dia akan menggunakan sebuah harta suci kerajaan atas izin keluarga kerajaan. juga, dia mungkin akan menggunakan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan vitalitas dan kapasitas input maupun output mana-nya.


tapi aku hanya bisa menebak sampai situ. masalah dengan harta suci macam apa yang dia gunakan untuk bertarung melawanku ataupun obat-obatan seperti apa yang dia konsumsi, aku sama sekali tidak memiliki petunjuk. tapi, itu yang membuat pertandingan berjalan semakin seru kan?


aku mengelus kepala Anna untuk menenangkannya. dia tidak perlu khawatir dan terganggu dengan hal-hal seperti itu. lagipula suatu saat hal seperti ini akan terjadi. kebetulan, Anna telah menjadi trigger untuk hal ini.


"Baiklah, aku pergi dulu. maaf ya tidak bisa menemani mu seperti kemarin. sampai jumpa Anna." dia terlihat sedikit kecewa tetapi dengan lapang dada membiarkan aku pergi. aku tersenyum dan segera meninggalkan kamar Anna.


****


siang ini, para murid di akademi Stanford telah berkumpul di Arena pertandingan. sebenarnya, mereka tetap belajar di kelas hingga sore. tetapi hari ini istimewa. anak seorang Duke yang digadang-gadang sebagai pewaris sah keluarga Conrad, akan bertanding melawan seorang Baron termuda di kerajaan Heinz.

__ADS_1


Karena itulah akhirnya para guru dan kepala sekolah memutuskan untuk meniadakan kelas untuk setengah hari kedepan. sejujurnya, tidak hanya para murid yang tertarik dengan pertandingan ini. para guru juga sama. mereka menilai bahwa Issac dan Gustave adalah dua bintang yang menjanjikan.


meskipun Duke Conrad mengatakan bahwa Maximilian yang akan meneruskannya sebagai kepala keluarga, sudah menjadi rahasia umum bahwa Gustave lah yang pada akhirnya akan mewarisi keluarga Conrad. jadi anak ini sangat menjanjikan.


sementara itu untuk Issac, dia adalah seorang anak muda yang diberikan gelar Baron pertama kali selama 100 tahun terakhir karena jasanya dalam menyelamatkan tuan putri. selain itu, kehebatannya telah terdengar ketika dia berhasil mengalahkan bos monster di dungeon akademi.


meskipun sebagian orang menganggap bahwa apa Issac hanya mengklaim pekerjaan orang lain sebagai hasil kerjanya.


Anna, Lilianne, si kembar, dan Aurellia sudah duduk di tribun. itu adalah yang paling dekat dengan arena pertandingan. jadi mereka bisa melihat pertandingan dengan mudah dan nyaman.


"Aku tidak menyangka anak itu akan menantang Gustave secara ceroboh tanpa izin dari atasannya sendiri. hmpph!"


Aurellia mulai merajuk ketika pertandingan akan segera dimulai. Issac maupun Gustave sedang bersiap di tempat lain. sebentar lagi mereka akan memasuki arena.


"Iya! Kakak Is memang selalu ceroboh seperti itu ketika sesuatu yang dianggapnya penting disakiti oleh seseorang. tapi ngomong-ngomong, ada apa dengan kata 'atasan' tadi?"


eh, Aurellia Sadar kalau dia keceplosan, jadi dia buru-buru mencari sanggahan.


"E-e-ehh, I-itu so-soal...kau tahu, maksudku aku adalah putri kerajaan sementara Issac adalah seorang Baron. Ja-jadi itu seperti kita adalah atasan dan bawahan...kan?"


Tidak, tentu saja keempat sahabatnya itu tidak percaya. nah, mereka curiga ada hubungan tertentu antara Issac dan Aurellia. tetapi melihat wajah Aurelia yang memerah, mereka tidak bisa menahan tawa dan memutuskan untuk melupakan itu. setidaknya untuk sekarang.


saat Sasha mengatakan itu, yang lain memasang wajah menggoda pada Sasha sehingga Anna tidak kuasa menahan malu. mungkin kalau Issac melihat mimik Anna yang seperti ini, dia akan secara Refleks mencubit pipinya. bahkan memeluknya karena itu terlalu imut!


"Wah sepertinya Sasha membayangkan dirinya adalah seorang putri yang sangat bahagia ketika seorang pahlawan datang menyelamatkannya dari jeratan monster kan? terlepas dari itu, Anna sangat beruntung ya memiliki sahabat seperti Issac. dia berani bertindak sejauh ini karena Anna."


Meskipun tadi Misha sedikit mengejek Sasha, dia sebenarnya sedikit iri dengan fakta bahwa Issac melakukan hal seperti ini untuk Anna. sementara itu, Anna dengan malu-malu mengangguk.


"Unnn. Issac adalah orang yang luar biasa. karena itu mulai sekarang, aku akan terus mencoba untuk tidak merepotkan dan mengecewakannya lagi dengan berusaha untuk menjadi lebih kuat. setidaknya untuk melindungi diri ku sendiri."


yang lain juga mengangguk. Anna mungkin tidak sadar, perasaannya dan hubungannya dengan Issac sudah melampaui kata-kata sahabat. hanya saja Anna belum mengerti tentang perasaannya sendiri. bagaimana dengan Issac? entahlah. sulit untuk menebak jalan pikiran Issac sekarang.


"Hei lihat, mereka berdua sudah masuk Arena. Kakak Is, semangat!!! Kami akan selalu mendoakan kemenangan mu!!"


Lilianne dan lainnya melambaikan tangan pada Issac. Issac menyadari itu dan balas melambai ke arah mereka. Kelima gadis ini yakin bahwa Issac pasti akan menang. tetapi karena lawannya kali ini adalah Gustave, si tikus pengecut, mereka juga tidak boleh lengah dan bersiap untuk kemungkinan yang terburuk.


****

__ADS_1


sementara itu di arena pertandingan....


"Wah wah wah.... rasanya senang sekali mendapatkan teriakan penyemangat dari mereka, dasar bocah yang hanya bisa mengaku-ngaku hasil kerja orang lain!" Gustave, yang kini telah berhadapan dengan Issac di Arena, mencoba untuk memprovokasinya. tetapi berlainan dengan harapannya, respon Issac justru membuat telinganya panas.


"Begitu kah? saya rasa anda harus menyimpan kata-kata itu untuk diri anda sendiri. setelah pertandingan ini selesai, saya sarankan tuan Gustave untuk bercermin."


Gustave geram begitu mendengar jawaban Issac. berani sekali seseorang bangsawan rendahan, yang kekuatan maupun kekayaannya tidak seberapa, mengejek pewaris Duke paling berpengaruh seperti dia!


"Cih, dasar bocah rendahan! kau pikir dengan bersikap sok baik kepada jelata belatung seperti itu kau telah mendapatkan kekuatan untuk mengalahkan ku!? Jangan main-main dasar bajingan! mulai dari sini aku akan mempermalukan mu dihadapan seluruh murid akademi.


ah benar juga, kau menantang ku karena si pelacur itu kan?! nah, biar aku beritahu bahwa sebenarnya aku menugaskan dia untuk membunuh mu! dan sekarang kau Disni untuk membela kehormatannya!? hahahaha konyol, itu konyol sekali!"


tawa menjijikkan keluar dari mulut Gustave. sayangnya bagi dia, Issac telah mengetahui semua itu. dia hanya menatap Gustave dengan pandangan kasihan.


"Terimakasih atas informasinya, tetapi aku sudah tahu semua itu. bahkan, Anna menjadi sumber utama informasi ku tentang seluruh kegiatan kalian. tentu saja sebagai atasan yang baik, aku bertanggung jawab atas keselamatan bawahan Ku. maaf, tetapi aku dan kau, berada di level berbeda dalam masalah spionase."


Kemarahan Gustave memuncak. ternyata inilah penyebab kenapa rencananya selama ini selalu gagal! dia tidak pernah merasa direndahkan seperti ini sebelumnya!


"Bagus Bagus Bagus! itu semakin membuat ku termotivasi untuk menghabisi mu! bersiap lah dasar bocah bangsat!"


Wasit tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan tetapi hawa disini semakin tidak enak. dia ingin pertandingan segera dimulai. wasit mendeham. dia memberi aba-aba.


"BAIKLAH KEDUA PIHAK BERSIAP-SIAP.... MULAI!!"


tanpa merapal, Issac langsung menembakkan lima bola api ke arah armor yang dikenakan Conrad. sayangnya, api itu langsung menghilang begitu menyentuh armor yang dikenakan Conrad.


begitu. Issac mulai paham dengan apa yang digunakan Conrad. itu adalah harta suci kerajaan yang berusia lebih dari tiga ratus tahun. itu memiliki sifat anti sihir.


dengan senyum penuh kemenangan, Sebuah lingkaran sihir muncul dari sekeliling Conrad dan lima tombak api berwarna emas keluar dari sana. itu adalah teknik rahasia milik keluarga Conrad. tetapi Issac tidak gentar. yang punya alat anti sihir bukan hanya Gustave.


begitu sihir itu ditembakkan, Issac maju dan segera menebas kelima api emas itu. tentu saja, api itu hilang. Gustave yang segera menyadari bahwa Issac juga memiliki senjata yang luar biasa segera melapisi pedang yang dia gunakan dengan api emasnya.


pertarungan jarak dekat terjadi. Issac juga melapisi pedangnya dengan api berwarna hitam. begitu pedang mereka bersentuhan, sebuah ledakan muncul setelahnya. daya ledak itu membuat seluruh arena terguncang.


pertandingan sengit terjadi. Gustave dengan agresif mengayunkan dan menebaskan pedangnya ke arah Issac, yang dengan lincah ditepis terus menerus oleh Issac. sekilas, terlihat kalau Issac yang terdesak tetapi yang terjadi adalah sebaliknya.


Gustave mulai kelelahan. serangannya yang bertubi-tubi membuat tenaganya terkuras sedemikian rupa. Issac yang menyadari ini segera mengambil kesempatan. dia mulai mengambil sikap ofensif dan mendesak Gustave. suara dentingan pedang terus terdengar. hingga akhirnya, Issac melihat celah dan segera menebas lengan Gustave.

__ADS_1


dengan ini, ronde pertama pertandingan dimenangkan oleh Issac.


__ADS_2