
Beberapa bulan sebelum musim semi, pertengahan musim dingin.
Seperti biasa, karena ini musim dingin, aktifitas masyarakat masih tidak seramai biasanya. Tapi perlahan, ketika suhu mulai hangat, orang-orang mulai beraktifitas seperti biasa lagi.
Di pagi Hari, anak-anak dengan riang berangkat ke taman kanak-kanak. Sementara itu anak-anak muda berusia 8 sampai 16 tahun berangkat ke sekolah atau perpustakaan. Sebenarnya mereka bisa saja ke akademi. Tetapi karena biaya yang mahal, orang tua mereka memutuskan untuk menyekolahkan anak-anaknya di Versailles.
Para pedagang juga telah memulai aktifitas mereka sendiri. Dua jam setelah matahari terbit, mereka mulai membuka toko-toko mereka dan mengeluarkan barang dagangan mereka. Warung makan di sekitarnya mulai mengepulkan asap dan pelanggan yang kebanyakan adalah orang-orang yang siap bekerja di pagi itu mulai berdatangan.
Yang unik, di jalanan kota dan desa, ada beberapa golem batu yang dioperasikan untuk membersihkan salju yang menumpuk di tengah jalan. Meskipun jumlahnya tidak banyak, satu Golem setidaknya bisa membersihkan satu kilometer jalan. Itu adalah mahakarya dari salah satu pelajar Heinz yang telah lulus dari akademi kekaisaran.
Memang masih dalam tahap pengembangan. Tapi kalau sudah selesai, mungkin saja Golem itu bisa diproduksi massal dan digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Meskipun, itu mungkin butuh waktu yang cukup lama.
Jika ada orang luar yang berkunjung ke Versailles dan sekitarnya, mungkin ia akan terkejut karena melihat seolah-olah Peperangan sengit yang sedang terjadi di kerajaan tidak pernah terjadi di sini. Mereka tetap seperti biasanya. Tidak ada ketegangan.
Tetapi agak jauh di luar kota, di sebuah desa yang cukup terpencil dan tertutup hutan, lebih dari lima belas orang sedang berkumpul. Di dekat mereka, ada setidaknya tiga buah benda berbentuk silinder yang ditutupi oleh sebuah kain hitam.
"Jadi, ini adalah senjata yang mereka pakai untuk berperang satu sama lain ya? Kelihatannya cukup menakjubkan."
Salah seorang dari mereka mengamati sesuatu yang dibungkus kain itu dengan wajah kagum. Sementara orang yang berada di sampingnya membalas.
__ADS_1
"Memang benar. Ini adalah senjata yang menganggumkan tetapi di saat yang sama, ini juga mengerikan. Benda ini punya kekuatan yang cukup untuk menjebol sebuah dinding."
"Memang sih. Tapi jika dibandingkan dengan yang mereka miliki....bukankah benda ini berukuran lebih kecil? Kelihatannya, daya hancur yang dimiliki juga tidak sebesar yang mereka gunakan."
"Tidak masalah bahkan jika ini tidak besar. Ini akan tetap menguntungkan kita. Senjata yang lebih besar mungkin punya daya hancur yang lebih besar dan bisa meruntuhkan mental lawan.
"Tetapi jika benda-benda sebesar itu dibawa ke sebuah Medan perang terbuka, mereka justru sama sekali tidak efektif karena sulit untuk bermanuver dan berat. Dengan model yang lebih kecil, selain mudah untuk bermanuver, kita akan masih banyak mendapat keuntungan lainnya."
Mereka yang berkumpul di sana adalah Issac, Anna, Aurellia, Charles Hill, kapten divisi artileri dan para anggotanya. Mereka sedang bersiap untuk menguji senjata baru yang mereka impor dari benua timur. Itu adalah meriam sihir.
Sebenarnya, meriam sihir itu sedang disesuaikan dengan kondisi Benua Lantos. Wajar untuk benua timur menggunakan meriam berukuran besar karena mereka memiliki hewan besar yang menurut para penjelajah digambarkan sebagai sebuah hewan besar dengan tanduk yang tumbuh disekitar hidung panjang mereka.
Tapi hal itu berbeda di benua Lantos. Selain karena kontur tanah dan bentuk geografis yang memiliki banyak pegunungan dan dipisahkan oleh banyak hutan dan sungai, tidak ada hewan sebesar itu yang dapat mengangkut meriam sihir besar yang digunakan oleh kekaisaran di Benua timur.
Itulah kenapa meriam sihir yang mereka gunakan sebenarnya benar-benar tidak cocok untuk digunakan dalam perang ini. Lagipula untuk membuat sebuah meriam sihir, dibutuhkan banyak material penting yang jumlahnya cukup terbatas. Akan sangat mahal untuk membuat ataupun memperbaikinya jika mereka rusak.
"Baiklah, bagaimana kalau kita langsung mencobanya?"
"Tuan benar. Kalian! Segera persiapkan meriam sihirnya! Masing-masing dari kalian akan dibagi menjadi tiga orang untuk bertugas mengoperasikan meriamnya."
__ADS_1
Beberapa pasukan Starfall yang tergabung dalam divisi artileri segera mempersiapkan diri untuk mengoperasikan meriamnya. Tentu saja mereka telah beberapa kali menggunakan ini. Namun, ini adalah versi yang telah disempurnakan.
Para prajurit segera membersihkan lubang meriam dan memasukan sebuah bola besi ke dalamnya. Lalu, salah satu dari mereka memasukkan sebuah bubuk ke lubang kecil yang berada di pangkal meriam. Begitu persiapan selesai, mereka langsung menempelkan obor yang mereka pegang dan....
BUUUUMMMM!! Pekikan meriam terdengar nyaring. Peluru besi yang terlontar menciptakan ledakan besar dan melubangi tanah. Efek ledakannya cukup besar. Selain karena peluru besi, itu juga dipengaruhi oleh bubuk yang berasal dari material yang mengandung banyak mana.
"Uhhh!! Suaranya membuat telingaku sedikit tuli. Tetapi hasilnya, cukup diluar dugaan, kan?"
Aurellia berkomentar seperti itu sambil melihat kawah yang tercipta dari hasil tembakan meriam itu. Jika mengenai tembok, mungkin saja tembok itu akan jebol bahkan jika hanya satu kali tembak.
"Hasilnya cukup bagus. Para insinyur telah berusaha keras untuk mengembangkan meriam ini. Charles, berapa yang kita miliki dari mereka?"
"Untuk sekarang, kita memiliki sepuluh unit tuan. Sebenarnya, kita ingin memproduksi lebih banyak lagi. Tetapi karena proses pembuatannya begitu rumit dan mahal ini adalah batas kita."
Anna maupun Issac mengangguk. Memang benar. Butuh waktu yang lama untuk mengembangkan meriam yang sesuai dengan spesifikasi yang ia minta. Begitu juga dengan harganya yang mahal. Issac mengimpor satu meriam itu lewat jaringan yang dimiliki oleh Carolina. Tentu saja ia harus mengeluarkan banyak uang untuk itu.
Tapi investasinya memang mendapatkan hasil yang layak. Akhirnya, pasukan Starfall memiliki kualitas peralatan perang yang bagus. Issac menyuruh Charles untuk menempatkan beberapa meriam di pangkalan militer.
Baguslah. Setidaknya, hal-hal yang perlu dikhawatirkan telah berkurang. Ia tinggal menyelesaikan beberapa hal lagi sebelum memulai kampanyenya di musim semi nanti.
__ADS_1