Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 118: Perjuangan Anna


__ADS_3

"apa kau tidak terlalu memaksaku diri, Anna?" kakeknya, Zorgrad, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Anna yang sedang sibuk dan fokus membaca lembaran kertas dan berbagai buku yang terletak di depannya. akhir-akhir ini, lebih tepatnya sejak satu bulan sebelum liburan berakhir, Anna sering menghabiskan waktu bersama kakeknya. bahkan, waktu yang dia habiskan dengan kakeknya lebih lama daripadaku waktu yang dia habiskan dengan Issac. yah, sebenarnya itu membuat Issac sedikit kesepian. dan tentu saja, agak cemburu.


Anna yang mendengar apa yang kakeknya katakan menggeleng. dia tahu ini adalah konsekuensi yang harus dia tanggung ketika memutuskan untuk belajar pada kakeknya. dan dia sama sekali tidak bisa setengah-setengah dalam hal ini.


ya, Anna sedang belajar mengelola wilayah dengan kakeknya yang menjadi Viscount sebelum ayahnya. bisa dikatakan, saat Zorgrad menjadi kepala keluarga Sera, dia telah meraih apa yang tidak bisa diraih oleh para pendahulunya maupun sesudahnya. dia membangun infrastruktur demi kepentingan wilayahnya sehingga masyarakat dari berbagai kalangan dapat merasakan dampaknya.


pada intinya seperti itu. Anna jelas paham bahwa ayahnya tidak meneruskan apa yang telah kakeknya bangun. well, dia tidak tahu apa yang ayahnya pikirkan. tetapi dia tidak bisa mengandalkan kepala keluarga Sera yang sekarang untuk mengajarinya.


"Tunanganku, Issac, akan menghadapi banyak hal berat kedepannya. aku tidak tahu darimana pikiran itu berasal, tetapi aku mempunyai firasat seperti itu. itulah kenapa, meskipun aku tidak bisa Bertarung disisinya karena kurangnya kekuatan, sebagai istrinya kelak, aku akan membantunya dengan caraku sendiri."

__ADS_1


Zorgrad tidak bisa tidak tersenyum ketika mendengar tekad cucunya. sejak menjadi tunangan, tidak, lebih tepatnya setelah dekat dengan Issac, Anna sedikit demi sedikit berubah. dia menjadi lebih terus terang, berani, dan percaya diri. tentu saja, itu tidak menghilangkan sifat cerianya. walaupun tentu saja, dia lebih berhati-hati dalam menunjukkan sifat itu.


"baiklah, terserah padamu. tetapi yang jelas, Aku yakin kekasih tercintamu akan sedih jika kau jatuh sakit. beristirahatlah dengan cukup oke?" wajah Anna sedikit memerah ketika Zorgrad mengatakan hal itu. Zorgrad menggeleng-geleng. indahnya masa muda.


****


Achuuu!! geh, kenapa pula aku harus bersin sekarang!? aku mengusap hidungku. Via yang berada disampingku menoleh dengan bingung. eh, kan sekarang bukan musim dingin jadi aneh kalau Tuan Is terkena flu kan? eh, tapi apakah mungkin bagi tuan untuk terkena flu? mungkin itu sih yang dia pikirkan.


sekarang, kami sedang berada di desa Adonia. sudah banyak bangunan baru yang berdiri disini. selain itu, aku juga melihat kawasan yang dulunya adalah semak-semak, sekarang sudah dipangkas dan dijadikan lahan pertanian. itu cukup luas. mungkin sekitar tiga sampai empat hektar. beberapa orang berpakaian Ksatria menyapa kami dan mempersilahkan masuk ke dalam desa. mereka adalah Ksatria yang kami bayar sementara untuk menjaga wilayah ini. ah, benar juga. desa Adonia sekarang sudah memiliki gerbang walaupun masih sederhana. bahkan mungkin, wilayah ini sudah bisa dipertimbangkan sebagai wilayah berukuran Baron.

__ADS_1


tapi apapun itu, yang jelas kehidupan disini semakin membaik. atas permintaan para penduduk desa, aku telah memulangkan para pemuda dan maupun wanita yang awalnya di paksa untuk pergi ke wilayah lain, kembali ke desa ini. aku senang ketika anak-anak akhirnya senang karena telah bertemu kembali dengan orang tua mereka. tentu saja itu sulit tetapi biarlah.


aku menghirup udara desa. segarnya! Via juga terlihat bersenang-senang. suasana hatinya sedang sangat baik ya. kami meneruskan perjalanan keliling di desa. tadinya aku mau mampir ke rumah Bibi Mervouw tapi tidak jadi karena dia sedang menghabiskan waktu berkualitasnya dengan kedua anaknya yang baru pulang. selain itu mereka juga membawa masing-masing keluarga mereka jadi akan sangat mengganggu jika aku hadir di antara mereka.


tadinya aku ingin mengajak Anna tetapi dia sedang ada urusan dengan pak Zorgrad. yah, aku tidak tahu apa yang dia lakukan tetapi dia terlihat berkerja keras jadi aku harus memberikan hadiah padanya nanti.


"Tuan, aku penasaran mengapa anda mengajakku kesini. apakah ada sesuatu yang ingin anda perlihatkan ke saya?" aku mengangguk. aku ingin menjadikan dia sebagai asisten ku jadi Via harus mengerti bagaimana segala pembangunan ini dapat bekerja. mulai dari hulu hingga ke hilir. aku tidak mau membebani dia dengan ini selama di akademi jadi aku hanya akan menunjukkan beberapa hal saja padanya.


aku menunjukkan beberapa dokumen yang ada di kantor pegawai La-Sa Guild di desa lalu mengajaknya untuk bernegosiasi dengan beberapa pedagang yang ingin berinvestasi disini. yah walaupun bukan aku sih yang mengurus itu. tapi setidaknya, Via akan belajar dari mereka.

__ADS_1


selesai itu, kami kembali menikmati berjalan-jalan kami di desa dan sorenya, kami kembali ke akademi. Via bersenang-senang. aku juga. tapi malam ini sebagai apresiasi, aku akan menghabiskan waktu dengan Anna.


__ADS_2