Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 73: Aku Akan Terus Bertarung Di Sisi Mu


__ADS_3

Keesokan harinya, berita tentang percobaan pembunuhan seorang bangsawan yang dilakukan oleh sepuluh petualang sekaligus murid akademi tersebar ke seluruh sudut kota akademi. pastinya Akademi Stanford bukan pengecualian. kabar ini membuat seluruh akademi heboh. entah itu bangsawan maupun rakyat jelata.


ratusan tahun akademi berdiri, rencana pembunuhan bangsawan bukan sekali atau dua kali. tapi kebanyakan itu dilakukan di bawah tanah. lagipula rencana itu, entah berhasil atau gagal, buktinya sedikit bahkan hilang. ini pertama kalinya dalam sejarah akademi dimana seorang murid mencoba untuk membunuh seorang bangsawan secara terang-terangan.


masalah ini bahkan terbawa hingga fraksi bangsawan.


"Jadi, apakah mungkin bagi bocah itu untuk membunuh kesepuluh murid tahun kelima dengan kekuatannya sendiri?"


Gustave bersama dengan para kroninya sedang berkumpul di markasnya seperti biasa. Ada Bernard, Geitz, Gustave, beberapa bangsawan lain, dan yang cukup mencolok adalah Alex Clifford. dia sudah sembuh dari luka-lukanya walaupun belum pulih total. jejak amarah dan dendam kepada Issac masih terlihat di matanya.


Sementara itu, di depan mereka, Anna menggeleng dengan tegas.


"Saya rasa itu jelas tidak mungkin, Tuan Gustave. Saya sudah dekat dengan bocah itu selama satu tahun terakhir. melihat perkembangannya, kekuatan bocah itu mungkin lumayan. tetapi yang aku dengar dari rumor yang beredar, salah satu diantara mereka adalah murid paling kuat di tahun kelima. jadi, bahkan dengan kekuatan yang bocah itu miliki....gap diantara mereka masih sangat jauh."


"Sudah ku duga Anak itu tidak sekuat yang dibayangkan! ternyata Waktu itu dia hanya mengekor guild Romeon untuk menolong tuan putri!" Geitz yang kesal menggebrak mejanya.


Para bangsawan mengangguk. mereka semua tahu bahwa Anna ditugaskan oleh Gustave untuk dekat dengan Issac dan mengawasinya. penilaian mereka terhadap Anna sangat tinggi, jadi mereka mempercayai apa yang dikatakan oleh Anna. tentu saja kecuali satu orang. dan kita semua tahu siapa dia.


"Woahh... ternyata kau sudah menyuruh Anna untuk dekat dengan Issac sejak awal Tuan Gustave. Luar Biasa! seperti yang diharapkan dari pewaris selanjutnya keluarga Conrad!"


Yah... sementara Alex, tentu saja dia mencoba menjilat Gustave. sebenarnya dia sangat kesal ketika tahu bahwa Anna ternyata sudah bertunangan dengan anak Conrad ini. tetapi demi mempertahankan posisi dan martabatnya, dia bersedia melakukan hal semacam ini.


mendengar pujian Alex, Gustave memasang wajah pongah. aku memang hebat! itulah kata hatinya. bangsawan lain, termasuk Louis Sera dan Maurice Schazar, juga ikut memuji kepintaran Gustave.


sementara Bernard, dia dengan pasrah hanya menatap Anna. dia melepas kacamata yang biasa dia pakai dan sekilas menatap mata Anna dan menggelengkan kepalanya. dia pernah mengatakan bahwa Anna kemungkinan telah menjadi kaki tangan Issac tetapi segera di tepis oleh Gustave dan Louis, kakaknya.

__ADS_1


penilaian mereka terhadap Anna sungguh simpel. Anna adalah anak yang polos dan tidak mengerti apa-apa. dia juga sangat patuh. tidak mungkin bagi Anna untuk berpaling ke pihak Issac. lagipula Issac tidak bisa memberikan apapun pada Anna.


Gustave maju ke depan Anna dan mengelus kepalanya. yang disambut malu-malu oleh Anna. Bernard hanya menggelengkan kepalanya dan memakai lagi kacamatanya. kata-kata yang Issac ucapkan saat di Bar terngiang kembali di kepalanya.


'ketika waktunya telah tiba, jangan memilih pijakan yang salah untuk berdiri.'


Bernard menghembuskan nafasnya. sepertinya dia harus menambah dosis obat penenang nya hari ini.


****


kehebohan soal ini juga sampai ke pihak Anti Bangsawan. Theodore memanggil James untuk menanyakan hal yang sebenarnya terjadi.


"Saya rasa, itu murni kebodohan mereka sendiri, Kak Theo. Issac tidak sekuat itu. tidak mungkin dia bisa mengalahkan mereka. sepertinya mereka saling membunuh karena uang yang dibawa oleh Issac."


saat orang-orang datang, mereka melihat Issac yang pingsan dan sembilan orang tewas serta satu orang terluka parah. diantara mereka, terdapat sebuah kantong dengan isi berupa puluhan koin emas dan satu koin platinum. belum lagi ada beberapa permata di dalamnya (Issac menambahkan beberapa koin sebelum dia melanjutkan pingsannya).


"Baiklah, terus awasi orang ini. membiarkan dia hidup lebih lama lagi akan membawa masalah lebih banyak lagi. kita memang tidak boleh membiarkan bangsawan yang menindas orang-orang seperti kita untuk terus berjalan di muka bumi tetapi kita jauh lebih benci ketika Bangsawan munafik terus hidup."


James mengangguk mendengar perintah Theo. dia akan melaksanakan misi ini sebaik mungkin.


****


"Ternyata, itulah pandangan mereka tentang ku?"


kali ini, Issac sedang berada di bar yang sering dia kunjungi (itu adalah satelit VIESTA di kota Akademi). bersama dengan kedua Sabahat sekaligus partnernya. James dan Anna. Evelyn tidak ikut. Issac sudah berjanji pada James untuk tidak melibatkan Evelyn.

__ADS_1


lagipula mereka juga keluar secara ilegal. kalau Evelyn ikut dan ketahuan, mereka bisa kena masalah nanti.


"Yeah...para bangsawan menganggap mu sebagai parasit karena kau selalu saja bertindak diluar kebiasaan mereka. kau dianggap sebagai penghalang tahu!?"


"Umu. begitu juga dengan fraksi anti bangsawan. mereka menganggap mu orang Munafik. berbaik hati dengan mereka lalu perlahan demi perlahan menjebak mereka dalam penindasan. seperti itulah mereka memandang mu."


Issac menyenderkan punggungnya di sandaran kursi bar. merepotkan ya dimusuhi oleh dua fraksi besar sekaligus di akademi. Issac dengan getir menyeruput teh hangatnya. rencana dia adalah mengadu domba Fraksi bangsawan dan anti bangsawan. mendapat permusuhan dari salah satu fraksi, utamanya Fraksi Anti Bangsawan, itu sedikit di luar rencananya. walaupun dia telah memperkirakan hal ini sebelumnya.


"Lalu, apa yang selanjutnya akan kita lakukan?"


Pertanyaan dari James membubarkan lamunan Issac. James mungkin tidak menyadarinya, tetapi Anna yang peka terhadap sesuatu melihat sedikit ekspresi kelelahan di wajah Issac. itu hanya sekelebat saja, tetapi Anna tahu bahwa Issac kelelahan dengan semua ini.


"Lakukan seperti yang biasa kalian lakukan, tentu saja. terus awasi pergerakan mereka. untuk cari muka kepada mereka, kau boleh merancang satu atau dua rencana untuk membunuh atau meneror ku. tapi jangan terlalu mencolok.


Fraksi Anti Bangsawan sudah mulai solid tetapi Fraksi Bangsawan juga masih memiliki ikatan yang kuat antara sesama anggotanya. aku akan memikirkan rencana untuk memperlemah posisi Fraksi bangsawan dan di saat yang sama menyatukan lawannya. sampai saat itu tiba, tolong lakukan pekerjaan kalian dengan baik."


Issac telah menyelesaikan instruksinya. setalah menerima perintah darinya, James memutuskan untuk pergi duluan karena dia berjanji untuk makan malam dengan Evelyn. Issac memberikan dia sebuah jubah yang berfungsi untuk menyembunyikan keberadaan James. bahkan penyihir atau ksatria grade satu tidak akan menyadari kehadirannya.


setelah sepuluh menit leha-leha di bar, Issac dan Anna memutuskan untuk kembali ke akademi. di luar, petang telah tiba. semburat jingga terlihat dari ufuk barat kota akademi. semilir angin dingin menerpa seluruh tubuh Issac.


dengan gusar, Issac mengadahkan wajahnya Ke langit. 'Apa yang harus aku lakukan setelah ini dan bagaimana masa depan yang akan menghampiri ku' berjejal di dalam kepalanya. namun, semua pikiran itu hilang ketika sesuatu yang hangat menyentuh telapak tangannya.


itu adalah telapak tangan sahabatnya, Anna. dengan senyum manis yang indah dia berbisik pada Issac.


"Tenang saja Issac. tidak peduli kemana pun kamu pergi, aku tetap selalu berada di pihak mu. aku akan terus bertarung di sisi mu."

__ADS_1


mendengar itu separuh bebannya terasa menghilang. bibir nya mengeluarkan senyum yang indah. sama indahnya seperti langit sore. keduanya berjalan sambil bergandengan tangan, hingga sampai di akademi.


__ADS_2