
"Musuh berjumlah 10.000 dan mereka dalam kondisi kelelahan. Nona Marina, apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita membiarkan mereka menyerah?"
Rena sangat khawatir ketika mendengar kabar bahwa tentara Boabdil telah sampai di gerbang Pesa. Mereka terlihat sangat kelelahan dan tidak siap untuk berperang sama sekali. Di pandang dari sudut manapun, mereka pasti akan kalah.
"Kalau bisa, aku ingin mereka hanya menyerah dan memberikan kepala Boabdil dan Hans sebagai gantinya. Tetapi kau sendiri mengetahuinya, Rena. Mereka adalah fanatik yang akan melakukan apapun untuk Boabdil hingga titik darah penghabisan.
"Aku sudah membujuk komandan militer untuk memberikan mereka ultimatum untuk menyerah dan menjamin keselamatan dan hak mereka berdasarkan undang-undang kerajaan Heinz. Mereka sudah memberikan hal itu. Tapi lihat, mereka bahkan sama sekali tidak bergerak."
Kalau bisa, Marian dan Rena tidak ingin melihat ras mereka kehilangan hidup mereka apalagi di tangan kerajaan Heinz. Tetapi ini adalah tugas yang harus mereka lakukan.
Dari atas tembok Pesa, mereka menyaksikan betapa gilanya pertempuran dan keganasan perang, tidak, pembantaian yang musuh alami.
Mereka menjadi sasaran empuk dari meriam sihir, senapan sihir, dan sihir itu sendiri yang dilepaskan oleh tentara kerajaan Heinz. Potongan tubuh, darah, dan organ dalam, berserakan di atas tanah.
Setelah bombardir selesai, infanteri yang terdiri dari para beastmen yang dipersenjatai oleh gauntlet akhirnya berhadapan dengan pasukan Boabdil. Sama seperti musuh, mereka juga Tentara elit yang dilatih dengan keras dan disiplin.
Tapi tidak seperti pergerakan musuh yang sporadis, mereka sangat disiplin dan teratur. Bentrok antara dua pasukan besar terjadi. Tentara Boabdil yang kelelahan tidak bisa menandingi tentara kerajaan Heinz yang sangat segar.
Suara tinju dari gauntlet, teriakan kesakitan, dan tangisan memenuhi langit. Dalam waktu yang singkat, tentara Boabdil mulai terdesak. Dengan cepat, mereka berhasil dihabisi.
__ADS_1
Arah peperangan sempat berubah ketik Boabdil turun tangan. Tetapi tidak peduli sekuat apapun dirinya, mustahil untuk berhadapan dengan ribuan beastmen yang terlatih dan disiplin. Pada akhirnya, ia terluka parah dan pingsan.
"Nona Marina, komandan musuh telah pingsan dan sebagian besar tentara musuh juga telah tewas. Sisanya, mereka menyerah dan dijadikan sebagai tahanan perang."
"Bagus, Rena. Akhirnya pertempuran selesai. Lebih dari ini, kita hanya akan menimbulkan korban yang tidak diperlukan. Sekarang, tolong berikan surat ini pada komandan. Setelah itu, ikut aku ke istana Pesa. Mulai dari sekarang, banyak yang harus kita lakukan."
Rena bergegas mengirim pesan yang Marina tulis kepada komandan perang yang memimpin operasi penyerangan ini. Sementara itu, alat komunikasi milik Rena yang sedang dipinjam oleh Marina berkedip beberapa kali. Issac berusaha untuk menghubunginya.
"Selamat atas capaian yang telah kau lakukan, Marina. Karena ini adalah operasi rahasia, aku tidak bisa memberikan medali penghargaan kepadamu. Tapi tenang saja, ratusan Tong berisi bir dan susu, ratusan kotak yang terdiri dari daging, roti, keju, dan makanan lainnya sedang dikirim melalui Versailles.
"Silahkan berpesta sesuka hati kalian. Tidak perlu khawatir dengan pasukan yang tersisa di Chrom. Tentara kerajaan Heinz akan menyapu mereka dari tenggara Garlin. Aku akan kesana ketika semua urusan di Venz selesai. Sampai jumpa nanti, Marina."
Marina memutuskan untuk tidak ambil pusing dan memutuskan untuk menulis laporan resmi yang akan ia kirimkan pada Issac. Mungkin Issac tidak membutuhkannya, tetapi Marina merasa bahwa ini diperlukan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan malamnya, pesat besar-besaran digelar di Ibukota kerajaan Garlin, Pesa. Para tentara menyatu dengan penduduk kota dan menari serta bernyanyi bersama. Api unggun besar berkobar di tengah alun-alun kota.
'Hadiah' yang Issac janjikan dari Versailles telah datang. Marina juga mengeluarkan cadangan berlebih dari gudang-gudang di Garlan dan membagikannya ke masyarakat di Pesa.
__ADS_1
Marina dan Rena sendiri sekarang sedang makan malam di istana Pesa. Hanya mereka berdua. Dua botol anggur dengan kualitas terbaik telah tersaji. Bersama dengan keju dan steak panggang mewah yang sangat istimewa.
"Berkat nona Marina, pekerjaan tuan Issac menjadi sedikit lebih ringan. Sebagai staf tuan Issac, saya ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan ini."
Marina menusuk steak panggangnya dengan garpu dan memotongnga dengan pisau lalu memakannya. Rasanya sangat lezat. Saus yang digunakan di steak ini terasa sangat pas dengan tekstur dan tingkat kematangannya.
"Tidak perlu berterimakasih. Sejujurnya, aku menginginkan hal ini juga. Masih ada yang harus diselesaikan antara diriku dengan Boabdil. Karena itulah, meskipun berat, aku dengan senang hati mengambil tugas ini."
Rena tersenyum mendengar hal itu dan melanjutkan makan malamnya. Sudah lama mereka berdua tidak menghabiskan waktu seperti ini. Mereka adalah teman masa kecil. Meskipun mereka berdua berbeda pihak sebelumnya, hubungan mereka kembali pulih ketika menjadi bagian dari kerajaan.
"Tuan Issac memberikan wewenang kepada Nona Marina untuk mengurus Boabdil. Nona Marina dibebaskan untuk melakukan apapun pada orang itu."
Marina menuangkan anggur ke gelas kaca milik mereka berdua dan mengangkat gelasnya.
"Aku bisa mengurusnya nanti. Malam ini, mari kita minum sepuasnya. Bersulang."
"Bersulang, nona Marina."
Ting. Dua gelas bersentuhan dan mereka minum bersama. Malam ini, mereka memutuskan untuk bernostalgia. Besok, revitalisasi di Garlin akan segera dimulai.
__ADS_1