
"Issac, apakah kamu ingin tetap di kelas?"
Karena Issac, Angelica, Agatha, dan Margareth berada di kelas yang sama, mereka hampir selalu bersama. Issac dan Margareth adalah satu-satunya pelajar asing yang berada di kelas S. sisanya, entah itu pelajar dari Kerajaan Heinz, Federasi Minsk, dan lainnya, mereka berada di kelas yang lebih rendah. paling tinggi di kelas A. sekarang, Angelica mengajaknya ke kafetaria.
"Boleh saja. ayo kita kesana."
Issac bangkit dari kursinya dan keluar kelas. Kafetaria berada di lantai paling atas. sepanjang jalan, Issac mengobrol dengan Angelica tentang ujian yang akan datang di akhir musim gugur. berbeda dengan kerajaan, di akademi kekaisaran Issac tidak bisa seenaknya.
dia tidak bisa bolos kelas tanpa alasan ataupun memandang ke arah jendela sambil mengabaikan penjelasan guru. dia harus menjaga nama baiknya di sini. kalau namanya dari awal sudah buruk, akan sulit bagi dia untuk melakukan hal-hal yang ia inginkan nantinya.
bicara soal menjaga nama baik...Issac merasakan energi sihir yang cukup kuat di depannya. ada lima orang. semuanya menunjukkan hawa permusuhan. dia tidak tahu dan tidak mau tahu siapa mereka. tapi sepertinya, kelima orang itu ingin mencari masalah dengannya.
"Berhenti di sana, anak baru!"
salah satu di antara mereka menghadang Issac yang berjalan dengan Angelica. dia berbadan besar. otot ditubuhnya terlihat jelas menyembul dari baju seragamnya yang kekecilan. dia pasti punya tenaga fisik yang besar. kekuatan sihirnya juga lumayan.
__ADS_1
selain dia, keempat orang lainnya muncul. wajah mereka lumayan tampan. aksesoris seragam mereka juga terlihat mahal. tapi attitude mereka sangat buruk. bahkan Angelica yang berada di belakang Issac terlihat jijik pada mereka.
"Hei anak baru! kau dengan sengaja mengancam dan memaksa Nona Angelica untuk berpacaran denganmu, kan!? dasar anak baru bajingan! orang dari kerajaan yang lemah sepertimu tidak pantas untuk berdiri bersama nona Angelica!"
sekarang Issac mengerti kenapa masalah yang ditimbulkan oleh bangsawan pelajar dari kerajaan Heinz tidak sepenuhnya salah mereka. siapa yang tidak marah dengan provokasi seperti itu? Issac adalah kasus berbeda karena dia tidak peduli dengan kerajaan. tapi yang lain?
jangankan mereka. bahkan Angelica yang bukan dari kerajaan Heinz sangat murka dengan provokasi Mereka. meskipun dia marah untuk alasan yang berbeda. Issac hanya dengan santai melihat mereka. dia tidak terprovokasi sedikitpun.
"Diam kalian dasar bajingan tolol! aku sama sekali tidak dipaksa ataupun diancam olehnya! satu-satunya orang yang pernah memaksa, mengancamku, dan mencoba untuk melecehkanku adalah dirimu, Bangsat!"
Tidak biasanya Issac melihat Angelica seperti ini. tidak, ini adalah pertama kalinya melihat Angelica sangat murka. sepertinya berhadapan dengan geng pria ini membuat kenangan buruk miliknya bangkit dari dasar hati terjauhnya.
Issac meraih tangan gadis itu. Angelica memerah karena malu! tapi bukan saatnya memikirkan hal itu. semakin lama dia di sini, keadaannya akan semakin memburuk. tapi pria berbadan besar itu sama sekali tidak membiarkan Issac dan Angelica pergi.
dia dengan cepat menghalau Issac sementara keempat temannya telah siap untuk menembakkan sihir. Issac menoleh ke belakang lalu mengalihkan pandangannya ke depan lagi. pria besar itu sudah memasang sihir penguatan di seluruh tubuhnya. wajahnya memerah campuran karena marah, benci, dan malu.
__ADS_1
tanpa ampun, dia melayangkan sebuah pukulan yang sangat keras ke wajah Issac dan keempat orang lainnya menembakkan sihir api dan angin dengan Issac sebagai sasaran utama. entah itu pukulan maupun sihir semuanya dengan telak mengenai Issac. sihir itu menyebabkan ledakan dan kepulan asap memenuhi koridor kelas. beberapa murid yang lewat terkena imbasnya.
"Hahaha! Mampus kau bajingan! dan kau, Angelica! meskipun ayahmu adalah seorang Margrave, jangan harap kau bisa lolos hari ini setelah berani menghinaku! meskipun ayahku seorang Viscount, dia adalah anggota dari Fraksi terkuat di kekaisaran, Duke Manstein!"
tapi sebelum anak itu berhasil menyentuh Angelica, sebuah tangan menyembul dari kepulan asap dan menjentik dahi si badan besar itu. sedetik kemudian, dirinya terpental jauh dan berguling-guling di lantai. sementara itu untuk keempat orang yang berdiri di belakang Issac, mereka lari terbirit-birit karena bosnya sudah kalah.
"Issac! kamu tidak apa-apa?! apakah kamu terluka?!"
"Tidak masalah. aku baik-baik saja. yang seharusnya dikhawatirkan adalah anak itu. jika dia tidak segera diobati, kemungkinan besar dia akan segera mati."
tapi Issac tidak peduli bahkan jika dia mati sekalipun. dialah yang pertama kali mencari masalah. yang terpenting, jika dia dituntut sesuatu oleh keluarga anak ini, dia punya bukti dan saksi kunci.
Issac pergi ke kafetaria sebelum jam istirahat siang berakhir. beberapa Priest langsung menghampiri tubuh terluka anak itu dan berusaha menyembuhkan mereka. Issac yakin dengan luka separah itu, dia tidak mungkin lolos dari masalah. Issac pasti akan berhadapan dengan keluarga Viscount ini. karena itulah dia memiliki permintaan pada Angelica.
"Hei, Angelica. aku punya permintaan untukmu."
__ADS_1
"hmmm? permintaan macam apa itu?"
Issac memberitahukan rencana yang dia miliki pada Angelica. awalnya dia kaget. tapi Angelica pikir itu rencana yang bagus. kebetulan dia punya dendam dengan Bangsawan itu. ada perasaan aneh dalam diri Angelica. perasaan yang asing dan belum pernah dia rasakan sebelumnya.