
malam itu di jalanan kota Randall yang sepi, seorang pria berjalan menyusuri kota Randall. dia menengok ke kanan, kiri, dan atas untuk memastikan agar tidak ada yang mengikutinya. setelah dia pikir sudah aman, dia melanjutkan perjalanannya.
tujuannya kali ini adalah membuang barang bukti. misi telah gagal. jika sampai ditemukan bukti bahwa Pangeran Lewis berusaha mencelakai putri Aurellia, maka posisi pangeran Lewis dan fraksinya akan berada dalam bahaya.
dia dengan lihai mengendap-endap menghindari para prajurit yang berpatroli. sebenarnya dia bisa saja membunuh beberapa prajurit yang berjaga. tapi jika ada yang memahami bahwa ada yang janggal, itu akan merepotkan.
akhirnya dia sampai ke gerbang keluar kota. dia melihat ada penjaga yang tertidur. sebenarnya dia ingin menghabisi penjaga itu. tapi entah kenapa instingnya mengatakan untuk tidak menyentuh penjaga yang tertidur itu.
dengan segera orang itu langsung pergi keluar dari kota Romeon. dia memasuki hutan yang agak jauh dari tembok kota lalu membuang sesuatu ke hutan itu.
misi selesai. dengan ini tidak ada barang bukti yang mengarah pada Pangeran Lewis dan Fraksinya.
atau itulah yang setidaknya dia pikirkan sebelum tiba-tiba sebuah panah melesat ke arahnya.
untungnya ia berhasil menghindari serangan itu tapi...
"kenapa aku tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka? siapa sebenarnya orang-orang ini?"
dia kuat. bahkan dalam kelompok ksatria tempat ia bertugas, tidak banyak Ksatria lain yang dapat mengalahkannya. itulah kenapa dia menduduki posisi sebagai seorang wakil komandan.
namun orang-orang ini.... sepertinya memiliki kekuatan yang sama dengannya. dia langsung menghunuskan pedangnya. bersiap untuk kemungkinan terburuk.
"kau yakin ingin mengarahkan pedang itu ke arah kami?" salah satu dari mereka bertanya kepada dia.
"kenapa tidak? kau adalah ancaman bagi tujuanku. tidak, lebih tepatnya tujuan kami. sial, jika saja rencana ini berhasil dan putri Aurellia dapat tersingkir, aku pasti akan mendapatkan hadiah yang layak dari Pangeran Lewis."
__ADS_1
dari balik topengnya orang itu menyeringai. "heh, kau terlalu banyak bicara bukan? apa kau yakin dapat lolos dari kami?"
"cih, bajingan! memangnya sehebat apa kalian?! bahkan aku yakin semua dari kalian tidak akan bisa menggores tubuh ku."
walaupun dia berkata seperti itu, tetap saja dia melempar bom asap lalu kabur. kelima orang yang mengepung dia, sejujurnya, tercengang.
"kalian bertiga, segera cari orang itu. bawa dia dalam keadaan hidup-hidup. akan merepotkan jika dia ternyata sudah mati. kali ini kita tidak bisa membiarkannya lolos."
tanpa banyak cakap, mereka mengangguk dan langsung pergi dari hadapan orang itu.
orang yang memberi perintah tadi membuka topeng yang menutupi wajahnya. cahaya bulan yang keemasan menyinari wajahnya yang tampan serta rambutnya yang hitam. tentu dia adalah Issac.
sementara orang yang disebelah nya juga membuka topengnya. wajah cantiknya juga sangat indah disinari oleh cahaya bulan. dia adalah Putri Aurellia.
"bagaimana putri, apakah anda sudah percaya padaku? bahwa ada orang yang ingin dirimu tersingkir. sepertinya untuk kedepan, anda harus semakin berhati-hati."
"nah sekarang apa yang ingin anda lakukan itu terserah anda tuan putri. kesampingkan hal itu. mari kita cari sesuatu yang dia buang tadi untuk dijadikan alat bukti. kau tidak lupa merekam orang tadi kan?"
"tentu saja tidak. aku harus menggunakan banyak mana untuk menggunakan artefak ini tahu. akan sia-sia jika aku tida merekamnya tadi."
Issac tertawa. "kalau begitu mari tuan putri."
Putri Aurellia mengikuti Issac dari belakang. di dalam hatinya dia bertanya-tanya. siapa sebenarnya kau, tuan Issac?
****
__ADS_1
hari ini hari Sabtu. aku bersama tuan putri Aurellia memutuskan untuk berkeliling ke berbagai jaringan bisnis yang dibangun oleh La-Sa Guild.
karena kami sedang dalam mode kerja, kami menggunakan bahasa dan pakaian yang formal. Via juga ikut bersama kami. tentu saja karena dia secara resmi telah menjadi sekretaris ku.
walaupun usianya masih sebelas tahun, tapi kemampuan serta kematangan berpikirnya sudah di akui tidak hanya oleh para pegawai La-Sa Guild tapi juga oleh kedua orang tua ku.
aku curiga apa sebenarnya dia juga reinkarnator seperti ku?
(nah kenapa kau tidak mencari tahu sendiri saja Issac?)
Haish, kenapa dewa ini begitu berisik akhir-akhir ini? apakah dia bosan duduk diam di istananya yang indah itu?
eh tidak ada jawaban? sudah kuduga kalau itu masalahnya.
yahh, mari kesampingkan pembicaraan yang tidak berguna antara aku dan Hades-sama.
aku, Via, dan putri Aurellia memasuki satu demi satu kantor bisnis La-Sa guild. tentunya bersama tim investigasi yang lain. pada intinya mereka hanya mengecek laporan keuangan kami.
entah itu sumber pemasukan atau keluaran, aliran dana, hingga pajak yang dibayarkan oleh kami kepada Marquis Randall. yah karena aku memang tidak melakukan hal-hal seperti penyuapan, setidaknya sekarang, jadi tidak ada hal janggal yang ditemukan.
aku juga mengajak tim investigasi ke panti asuhan yang aku bangun. kurang lebih jumlahnya ada tiga panti asuhan. disitulah anak-anak terlantar ditampung. bahkan mereka juga di ajari baca tulis serta menghitung.
kami juga mengajari mereka berbagai keterampilan untuk bertahan hidup. entah itu menjahit, bercocok tanam, memasak, dan lain-lain. syukurlah mereka anak-anak yang kuat dan tidak manja. Putri Aurellia juga senang dengan mereka.
pada akhirnya kami mengakhiri perjalanan kami di restoran Akasia. kami dengan lahap menikmati makanan kami.
__ADS_1
tentunya walaupun dalam rangka pekerjaan, ternyata bersama Putri Aurellia seharian sama sekali tidak buruk bagiku.