
keesokan harinya, Issac dan beberapa orang kepercayaannya berangkat menuju kuil. bukan pertama kalinya dia pergi kesini, tapi memang sudah lama dia tidak menginjak kaki di tempat suci bagi para penganut kepercayaan 12 belas Dewi suci. dia bukan penganut mereka. secara teknis, dia sering berdoa pada dewa Hades. dan tujuan dia jelas bukan untuk bertaubat atau apapun.
tujuan dia, menemui keluarga Sanders. lebih tepatnya Leon Sanders. sekalian, dia juga telah punya hadiah istimewa untuk Leon Sanders. kereta kuda mereka akhirnya mencapai gerbang masuk kuil. beberapa Ksatria milik kuil menghadang iringan kereta kuda.
"Siapa kalian dan apa tujuan kalian kemari!?"
"Kau begitu kasar ya pada seorang bangsawan." dengan wajah datar Issac memberikan lencana bangsawan yang ia miliki pada Ksatria itu. dia sempat pucat tetapi seketika memperbaiki postur tubuhnya.
"Lalu, apa tujuan anda kemari tuan Starfall?" kali ini, nadanya agak lembut.
__ADS_1
"Hei, ayolah! ini adalah kuil dan bukan Istana kerajaan. apakah perlu bagiku untuk memberitahukan tujuan aku dan lainnya kesini?" para Ksatria saling memandang. Issac benar. idealnya mereka tidak menanyakan kedatangan seorang bangsawan di kuil ini. tetapi mau bagaimana-pun ini adalah perintah dari para petinggi kuil jadi tidak ada yang bisa mereka lakukan.
"baik, baik. tujuanku ke sini adalah bertemu dengan salah satu atasan kalian, Leon Sanders, bisakah kalian mengantarkan kami ke sana? yah, walaupun aku berpikir itu tidak..."
"Lewat sini tuan Starfall!" eh? Issac memiringkan kepalanya. oke, dia akan menarik kembali kata-katanya. itu seperti Leon Sanders telah menunggu kedatangannya.
"Silahkan tunggu di ruangan ini, Tuan Leon akan segera menemui anda." lima menit kemudian, seorang lelaki dengan pakaian yang mentereng dan badan cukup gemuk memasuki ruangan yang dia tempati. itu pasti Leon Sanders. salah satu bishop dari kuil Dewi suci.
"Selamat datang di kuil suci, Tuan Starfall. tumben sekali untuk orang yang tidak pernah mengunjungi kuil selama hidupnya untuk datang kemari. apakah anda berniat untuk meminta ampun kepada para Dewi? tenang saja, masih belum terlambat untuk melakukan itu."
__ADS_1
Issac tidak memiliki pilihan lain selain tersenyum kecut. apakah orang ini sama sekali tidak bercermin dari tindakan yang selama ini ia lakukan?
"Tidak perlu pak bishop. sejujurnya saya tidak memerlukan ampunan dari Dewi atau apapun itu. saya percaya akan kebersihan mereka tetapi itu tidak cukup untuk membuat saya tunduk pada mereka. oke lupakan itu. saya rasa anda juga tidak religius.
kehadiran saya disini untuk mengingatkan anda tentang ini." Issac menyodorkan beberapa file yang dari tadi dia bawa. Leon Sanders dengan acuh tak acuh mengambil file itu tetapi setelah membaca isinya, raut wajahnya berubah. sejenak dia pucat tetapi setelahnya, wajahnya sangat merah karena marah.
"kau sendiri sudah tahu apa maksudku kan? aku akan mengampuni mu atas rumor dan Berita buruk yang kau sebarkan tentang putri Aurellia. tetapi jika sekali lagi kau Ikut campur dalam urusan ini, aku bersumpah akan menghancurkanmu. entah itu keluarga atau reputasimu. ingat, aku masih punya banyak dokumen yang menunjukkan kebobrokan mu saat menjabat sebagai bishop. kalau begitu, selamat tinggal, tuan Andreas."
Issac sudah menyelesaikan urusannya. dia yakin Leon akan mengambil tindakan lain tapi untuk sekarang, ultimatum yang dia berikan telah lebih dari cukup untuk membuat Leon Sanders menahan diri.
__ADS_1