Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bersih-Bersih


__ADS_3

"Jadi para tentara sudah berangkat ya? Itu Bagus. Idealnya akan menghabiskan waktu dua minggu dari ibukota menuju Marquisdom Savoy. Tetapi mungkin akan memakan hingga satu bulan ditengah musim dingin yang panjang ini. Tidak masalah."


Di sebuah Villa yang ada di bukit tertentu di dunia lain, Issac sedang bermesraan dengan seorang wanita. Yah, sebenarnya ada dua wanita, tapi dia telah tertidur karena kelelahan.


Nah, yang tertidur itu adalah Marina. Ini baru pertama kalinya ia bercinta dengan Issac. Karena terlalu kelelahan, ia jatuh tertikam begitu jus hangat milik Issac memenuhi rahimnya.


Sekarang, giliran istrinya, Chris, yang telah begitu sabar untuk menunggu gilirannya.


"Ngomong-ngomong, ini tidak seperti dirimu yang biasanya ya? Kamu selalu ikut dengan ratu untuk membantunya. Menyusun strategi, memperkirakan langkah musuh, dan lain-lain. Anehnya, kamu tidak hadir dalam rapat kemarin."


Chris berbaring di samping Issac tanpa sehelai pakaian pun yang menempel di tubuhnya.


"Yah, kau tahu kan? Aku sedang mengerjakan sesuatu yang lain. Sesuatu yang akan mendukung langkah kalian. Ini adalah tugasku sebagai Kepala staf Aurellia, kan?"


Chris tertawa kecil. Selalu saja seperti ini ya?


Singkat cerita, mereka berdua bercinta lagi, lalu jatuh tertidur ketika mereka sudah puas.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Maju!!! Serang para bandit itu! Pastikan tidak ada satupun dari mereka yang lolos! Bunuh tanpa menyisakan satu orang pun!"


Di sebuah pedesaan yang telah masuk dalam teritorial Marquisdom Savoy, Tentara kerajaan berhenti sejenak dan membangun sebuah perkemahan. Tenda didirikan dan dapur lapangan sedang menyiapkan makan malam untuk para tentara.


Kalau bisa, mereka lebih memilih untuk membangun kemah di desa saja. Tetapi masalahnya, desa-desa yang ada di sekitar sana telah menjadi target utama para tentara bayaran yang perilakunya tidak lebih baik daripada para bandit.


Hasilnya, sebagian tentara diutus untuk 'membersihkan desa itu dari kotoran yang menempel'. Dan yang terjadi sekarang adalah pembantaian satu sisi.


"Jadi itu kah, kemampuan dari kavaleri kerajaan yang dipimpin oleh komandan James? Mengerikan. 2000 orang mampu membasmi 10.000 tentara bayaran. Pelatihan seperti apa yang mereka jalani selama ini?"


"Entahlah. Tapi aku dengar, komandan James adalah instruktur yang sangat ganas. Ia membawa prajuritnya ke hutan dan membiarkan mereka melawan monster hingga kehabisan tenaga. Selain itu, mereka juga dilatih untuk berkuda tanpa suara dan berkuda Di tepi jurang yang berisi bebatuan tajam."


James sendiri menjadi perbincangan hangat di kalangan para tentara. Berita bahwa dirinya dan 200 ratus tentara kecilnya berhasil menerobos kemah utama musuh dan menawan pemimpin musuh membuat dirinya dipromosikan sebagai seorang komandan resimen di pangkalan militer yang baru dibuat.


"Berhenti bicara yang aneh-aneh, kalian berdua. Ayo, sebentar lagi waktu kita akan segera tiba. Makan dan bersiap setelah itu."

__ADS_1


Eugene memotong pembicaraan kedua rekannya, yang hanya bisa nyengir. Eugene adalah prajurit terbaik di kesatuannya. Ia dihormati oleh rekannya dan disegani oleh rivalnya.


"Prajurit, Berkumpul!"


Pluit telah berbunyi. Eugene dan rekannya segera berkumpul di depan komandan mereka.


"Setelah ini, kalian akan dikirim untuk membersihkan sampah-sampah yang masih tersisa. Pastikan untuk tidak menyisakan sedikit pun dari mereka. Sekarang, bersiap dan segera berangkat ketika sinyal telah tiba! Bubar, Jalan!"


Para prajurit segera bubar dan langsung bersiap di posisi mereka masing-masing. Begitu sinyal tiba, mereka semua langsung berangkat ke desa yang berada tidak begitu jauh dari kemah mereka.


Begitu mereka sampai di sana, yang mereka lihat hanya pemandangan tubuh manusia tanpa kepala. Kalaupun mereka ada yang selamat, para prajurit enggan mengambil tawanan dan langsung membunuh mereka.


"Aku tidak ingin menghina profesi tentara bayaran. Tetapi mereka yang berada di sini tidak lebih dari sekelompok perampok. Mungkin terdengar kejam, tapi entah kenapa, aku tidak merasa bersalah ketika menghabisi mereka."


Sambil mengatakan itu dalam hati, Eugen menebas para tentara bayaran yang awalnya bersembunyi dan kini berusaha menyergap dirinya dan para rekannya.


Eugene dan kawan-kawannya terus menyapu bersih sampah yang masih tersisa, hingga tidak ada satupun dari mereka yang keluar hidup-hidup.

__ADS_1


__ADS_2