Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bajingan Mesum!


__ADS_3

Issac melihat daftar nama orang yang hilang dan memulai penyelidikannya. Dia bertanya kepada orang-orang yang melaporkan kasus kehilangan itu. Dia berusaha untuk mengetahui kegiatan terakhir yang mereka lakukan sebelum hilang. Barangkali dia bisa mendapatkan petunjuk dari situ.


Tapi sia-sia. Itu semua terjadi secara acak. Ada orang yang hilang setelah dia pulang dari sawah, saat bermain, ataupun saat bekerja. Tidak ada pola atau kecenderungan khusus. Ia juga mencari tahu apakah mereka yang diculik memiliki kemampuan khusus seperti energi sihir yang kuat atau tidak. Tapi ternyata tidak juga.


Margareth dan yang lainnya juga berusaha mencari. Mereka menanyai setiap warga yang mungkin saja melihat orang atau pendatang dari luar yang mencurigakan. Tapi hasilnya nihil.


Issac memang bisa mencari orang-orang itu menggunakan sihir pencariannya dan itu sudah ia lakukan. Sayangnya, orang-orang yang telah hilang itu mungkin sudah tidak ada lagi di sekitar sini. Entah kenapa ia memiliki firasat buruk.


"Percuma. Kita sama sekali tidak bisa menemukan mereka. Bahkan sihir pencarianku tidak dapat mendeteksi mereka sama sekali."


Dia kali ini pergi dengan Agatha dan Angelica. Sementara Margareth, Lilianne, dan Carolina bertugas untuk melakukan hal yang lain. Tapi berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, tidak ada kemajuan sama sekali.


"Kalau begitu, kita harus mempersiapkan kemungkinan terburuk."


Agatha menggenggam kuat dua pedang pemberian Issac yang masih tergantung di pinggangnya. Angelica panik. Mau bagaimana-pun yang hilang adalah orang-orang yang tinggal di Mariendolf.


Tunggu! Satu-satunya alasan manusia diculik tidak hanya untuk dijadikan budak. Banyak kasus dimana orang-orang diculik untuk digunakan sebagai pengorbanan. Biasanya para penyihir menggunakan mereka untuk mengaktifkan sihir terlarang.


Itu berarti ada kemungkinan....Issac menyalakan sihir pencariannya lagi. Dan ketemu! Dia mendeteksi kehadiran iblis di wilayah ini. Ia ingat salah satu Vampire yang mengatakan bahwa mereka berniat menggunakan orang-orang sebagai pengorbanan untuk membuka portal pemisah dunia dan memberikan jalan bagi iblis untuk masuk ke dunia manusia.


"Angie, Agatha, penculikan ini sama sekali bukan ulah manusia. Mereka adalah makhluk yang jauh lebih kuat daripada manusia dan tujuan mereka juga jauh lebih besar."


Angelica terlihat bingung. Tetapi dia akhirnya segera sadar dan teringat apa yang terjadi dengan Agatha dulu.

__ADS_1


"I-itu berarti....Iblis!?"


"Ya, itu adalah kemungkinan yang paling tinggi. Jika kita tidak menemukan mereka secepat mungkin, kitalah yang akan kalah dari mereka."


"Apa kau tahu posisi mereka!? Karena orang-orang itu kakakku..."


Bahu Agatha bergetar. Itu tidak seperti dia biasanya yang tenang. Air matanya mulai mengalir tetapi Issac menyentuh bahunya. Sedikit demi sedikit Agatha mulai tenang. Itu adalah hal yang wajar jika ia kehilangan ketenangannya. Karena bujuk rayu iblis itu, kakaknya jatuh ke dalam jurang dendam yang tidak berujung.


Agatha menyandarkan kepalanya ke dada Issac dan mengusap kepalanya. Issac meresponnya dengan mengelus rambut Agatha yang lembut. Tapi dia merasakan kecemburuan yang sangat besar dari samping kanannya. Dia adalah Angelica yang sedang membuang muka karena kesal.


"Jangan seperti itu Angelica. Kau juga kesini."


Issac menarik pinggangnya dan memeluk Angelica juga. Dua gadis berpelukan dalam satu tubuh. Tapi yang tidak mereka sangka, Issac mencium bibir Angelica dengan dalam dan intens. Setelah melepas dari Angelica, ia juga mencium Agatha.


"Puahh!! Bajingan kurang ajar!!"


Kedua gadis itu marah! Wajah mereka sangat merah karena menerima ciuman Issac. Nah kata marah kurang tepat. Sebenarnya mereka hanya malu. Kalau mereka pikir-pikir, Agatha dan Angelica bahagia menerima ciuman pertamanya dari lelaki yang mereka cintai.


Jadi setelah mereka marah dan mencubit pinggang Issac, mereka hanya bisa menggeliat malu. Mereka menggemaskan! Tapi ini bukan saat yang tepat. Pikir Issac.


"Kalian berdua, aku tahu kalian sangat malu. Tetapi ini bukan saatnya. Ayo berkumpul dengan Margareth dan yang lainnya. Kita perlu mereka sekarang."


Issac menjentikkan jarinya dan portal teleportasi terbuka. Dia tidak merasa harus Menyembunyikan ini lagi dari mereka. Issac juga memberikan sebuah pedang untuk Angelica. Meskipun tidak sebaik Agatha, Angelica memiliki kemampuan yang baik dalam berpedang.

__ADS_1


Tidak ada waktu untuk tertegun. Mereka langsung masuk ke dalam portal itu dan muncul di hadapan Margareth, Lilianne, dan Carolina. Mereka sudah standby di dekat hutan yang menjadi tempat pengorbanan dilakukan.


Sebelum mereka pergi ke tempat yang telah Issac tandai....


"Hei, Issac. Jangan menatapku dengan mata seperti i....Hummmpphh!!!"


Issac mencium Carolina! Meskipun dia dapat merasakan empat iblis berdiri di belakangnya, Issac tidak peduli dan tetap menciumi Carolina dengan liar!


"Chuuu...nhhh, Chuppaa...Ahhh!! Kenapa kau menciumku se-seperti itu!"


Tubuh Carolina terasa panas dan bagian tubuh bawahnya terasa aneh. Wajahnya sangat merah dan matanya berkaca-kaca.


Dan sebelum Issac bisa menjawab, wajahnya sudah dicengkeram oleh Margareth! sementara Lilianne telah menjadikan Issac samsak tinju! Agatha dan Angelica memandangi Issac seolah-olah dia adalah sampah!


""""Apa yang Kau lakukan bocah bodoh. Bajingan mesum!!!""""


"Aduh! Aduh! H-hei tunggu kalian berempat! Aku bisa menjelaskan ini! Jadi tolong jangan pukul aku!!"


Percuma, mereka tidak mendengarkan sama sekali. Akhirnya Issac mengaktifkan sihir teleportasinya dan menyedot kelima gadis itu ke lubang teleportasi.


Ya ampun... mereka sangat liar. Tapi tidak buruk. Aku akan menghukum mereka semua nanti. Tapi untuk sekarang....


Issac menatap ke langit. Apa yang akan terjadi nanti, ya?

__ADS_1


__ADS_2