Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 46: Di Balik Panggung Turnamen


__ADS_3

Turnamen musim gugur tinggal menghitung hari lagi. para penyelenggara sepertinya sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk turnamen ini dan memastikan kelancaran serta keamanan saat turnamen berlangsung.


yah, para peserta lain juga nampaknya sedang mempersiapkan diri mereka. ada yang berlatih sihir di arena ujian, ada yang berlatih pedagang di Dojo Akademi, dan berbagai macam kegiatan yang lain.


aku sendiri tidak berniat memenangkan pertandingan, jadi tidak perlu banyak persiapan. paling-paling aku akan kalah setelah tiga kali bertanding.


sekolah juga sedang libur agar murid dapat mempersiapkan diri dengan maksimal. benar-benar Minggu yang meriah!


sekarang aku sedang berkumpul dengan kakakku, Anna, dan putri Aurellia untuk latihan. aku tidak ikut latihan sih. hanya menonton mereka saja. seperti yang aku duga kedua kakakku memang sudah berkembang dan menjadi semakin kuat!


"Hei Issac, kau tidak berlatih?" Anna yang baru saja menyelesaikan sesi latihan sihirnya menghampiri ku. disusul oleh Sasha nee-san dan Misha nee-san.


"Tidak. sejujurnya aku malas. kan aku juga tidak berniat menang dari awal." kedutan muncul di sudut bibir Anna. ehhh aku juga bisa melihat urat nadi muncul di dahi kakakku.


"Biarlah Anna. adik kami memang seperti itu. dia bahkan tidak memiliki motivasi untuk melanjutkan hidupnya." Oi! ini sindiran atau ancaman pembunuhan. oke Misha nee-san, turunkan pedang mu!!


benar juga, Anna dan kedua kakakku sudah saling mengenal Ternyata. aku tidak tahu bagaimana detailnya mereka bisa berkenalan. mungkin saja kedua kakakku pernah menghadiri suatu pesta dan bertemu dengannya.


yahh, syukurlah kalau mereka bisa akrab. aku jadi senang melihat mereka bercanda dan tertawa satu sama lain. maaf ya, hanya saat ini aku bisa bergabung dengan kalian. di masa depan, bisa jadi kita akan berhadapan sebagai seorang lawan.

__ADS_1


nah, selagi aku bisa tertawa bersama mereka, aku akan memanfaatkan momen ini sebaik mungkin.


"Tuan Issac, kau sedang memikirkan sesuatu?" Putri Aurellia tiba-tiba menepuk pundak ku ketika aku sedang menikmati triple gadis cantik yang sedang mengobrol.


"Tidak. tidak ada apa-apa. aku hanya sedang menikmati keindahan mereka!" Tuan putri Aurellia malah mendekatkan wajahnya ke wajahku! Oi hentikan, itu memalukan!


"Begitukah? tapi tatapan mu itu...." Putri terus memandangi wajah ku. Hei, itu memalukan tahu!


"Tidak, lupakan saja. bahkan kau tidak akan menceritakan apapun pada ku kan?" Uwaahh, orang ini menakutkan sekali! apakah dia punya kemampuan membaca pikiran atau sejenisnya.


tapi tidak masalah. aku memang tidak bisa menyembunyikan semua hal. apalagi putri Aurellia yang ku kenal adalah orang yang memiliki insting yang tajam.


****


"Begitu, jadi sekitar lima hari lagi Turnamen musim gugur akan segera di mulai ya."


di sudut terkumuh ibu kota, beberapa orang pria berkumpul mengelilingi seorang wanita yang sepertinya sudah tidak bernyawa. mungkin nyawanya telah pergi karena shock yang begitu hebat setelah 'digilir' oleh mereka.


salah satu dari mereka memutuskan untuk membakar mayat wanita itu hingga menjadi abu karena menggangu pemandangan mereka.

__ADS_1


"yah begitulah. tugas kita adalah mengacaukan turnamen itu dan membunuh beberapa bangsawan diantara mereka bukan? hehh memang sih bayarannya setimpal, tapi resikonya juga mengerikan lho..."


salah satu dari mereka terkekeh, "yah selama bayarannya sesuai kenapa tidak. kita tidak memiliki kemewahan untuk pilih-pilih sih."


"baiklah, kita akan melakukan sesuai yang klien minta. kita tidak punya banyak waktu. maksimal lusa, semua dari kalian sudah harus siap. sekarang bubar!!"


dalam sekejap, mereka menghilang dari tempat itu.


****


Putri Aurellia tiba-tiba merasakan hawa dingin menjalar dari tulang belakangnya. eh? apa ini? akankah sesuatu yang berbahaya akan terjadi? dia sendiri bertanya-tanya soal itu.


Issac yang melihat putri Aurellia bertingkah aneh memutuskan untuk bertanya.


"Ada apa Putri? apakah kau merasakan sesuatu yang aneh?" putri menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"tidak apa-apa, aku rasa hanya kelelahan saja." Issac mengangguk. tentu saja ekspresi wajahnya tidak mengatakan demikian. seperti yang Issac duga, putri mungkin memiliki skill yang membuat mekanisme bertahan hidupnya aktif jika sesuatu mengancamnya.


akan lebih baik jika putri dapat menceritakannya tapi Issac tidak berniat untuk menggali lebih jauh. sebaliknya dia bertanya-tanya, kejadian apa yang akan menimpa putri malang ini selanjutnya?

__ADS_1


haruskah dia menyelidiki sesuatu? sepertinya iya. maka dia akan mengandalkan Charles dan orang itu untuk melakukan penyelidikan. dia akan menulis beberapa instruksi nanti. sekarang, mari tenangkan tuan putri dahulu dengan mengajaknya minum teh dingin di kafetaria. tentu bersama dengan Anna dan kedua kakaknya.


__ADS_2