
"Cih! dasar pelacur sialan itu! selalu saja mendapatkan tempat untuk mendulang popularitasnya. jika ini terus dibiarkan, ayah akan percaya padanya dan memilih pelacur itu sebagai pengganti tahtanya nanti. oi Maximilian! apa yang menurutmu harus kita lakukan!?"
Maximilian hanya bisa menggeleng. dalam hatinya. sudah diduga dia sama sekali tidak ingin bekerja dengan pangeran bodoh yang sekarang sedang duduk sambil memasang ekspresi yang menjijikkan dan mengigiti kukunya. tidak bisa dipercaya kalau anak ini adalah kandidat pewaris mahkota raja dengan posisi paling kuat.
tetapi memang, kedudukan pangeran Lewis sama sekali tidak berada dalam posisi yang bagus sekarang. kepercayaan para bangsawan terutama bangsawan birokrat, para pedagang kelas menengah, dan bahkan raja sekalipun meningkat pada Aurellia.
hal sebaliknya terjadi ke pangeran Lewis. besarnya konflik kepentingan dalam tubuh fraksi pangeran Lewis membuat para bangsawan yang bekerja di istana menjaga jarak dengannya. memastikan bahwa mereka tidak terlibat dengan konflik merepotkan dan tidak perlu tersebut.
memang, jika Aurellia ingin menjadi penguasa selanjutnya, jalan yang harus dia tempuh masih sangat panjang dan terjal. para bangsawan birokrat dan pedagang menengah memang mempercayainya tetapi bukan sebagai calon penguasa yang bisa diandalkan, melainkan sebagai partner bekerja yang dapat diandalkan.
tetapi jika itu terus dibiarkan terjadi, putri Aurellia akan semakin banyak mendapatkan dukungan. dia sudah mendengar banyak hal. salah satunya adalah para pedagang yang stuck di kelas menengah kini mulai memanjat tebing untuk menaikkan status sosialnya. dan salah satu penyebabnya adalah kemudahan yang diberikan oleh putri Aurellia dalam membuka usaha di wilayah kekuasaannya sekarang. pajak yang tidak terlalu tinggi dan pinjaman dana segar yang cukup banyak. itu saja sudah cukup bagi mereka untuk sujud dihadapan tuan putri.
Maximilian mengkhawatirkan potensi terbentuknya fraksi keempat. tidak, kalau mau hanya dibilang dia tidak benar-benar khawatir. Maximilian tidak peduli sama sekali dengan kemunculan fraksi keempat yang mendukung tuan putri. kalau ingin jujur, lebih baik putri Aurellia saja yang mewarisi tahta dari raja Leonidas.
tetapi jika dia tidak mengambil tindakan dan Duke Conrad mencium bau itu, ibunya akan berada dalam kondisi yang berbahaya dan sebagai anak semata wayangnya, dia tidak bisa membiarkan itu terjadi.
__ADS_1
"Oi Maximilian! kenapa kau malah melamun! katakanlah sesuatu dasar penasihat tidak berguna!"
"maafkan saya yang mulia. sebenarnya saya sedang memikirkan sesuatu yang bisa saya lakukan untuk mengatasi masalah ini."
pangeran Lewis mendecakkan lidahnya dengan gusar. dia bersandar di kursinya dan mulai bergumam sesuatu yang tidak jelas. mungkin sedang berpikir? tetapi Maximilian menampik hal itu. mana mungkin kan, pangeran yang bahkan tidak mengerti tentang tugas-tugas seorang raja untuk berpikir dalam seperti ini?
"bagaimana kalau kita bunuh dia sebelum pengaruhnya makin menguat. setelah itu, kita palsukan bukti kematiannya dan umumkan bahwa dia telah bunuh diri karena stres yang berasal dari tekanan yang dia dapat saat mengurus wilayah barunya?"
Maximilian menggeleng dengan tegas. dia tidak akan menggunakan cara seperti itu. bukan karena alasan tidak manusiawi atau apapun. tetapi cara yang sama telah dipakai dan disaat yang sama juga gagal. tidak ada yang tahu pasti kenapa itu gagal tapi Maximilian berpikir bahwa Issac selalu terlibat dalam hal ini.
****
Sekarang sudah Musim panas. jangan ditanya, kalau siang hari, suhu bisa mencapai 35 derajat Celcius. cukup panas setidaknya cukup untuk membuat kulitmu gosong.
aku memutuskan untuk cuti sekarang. Anna juga. penyebabnya satu hal. Lia jatuh sakit karena terlalu memforsir pekerjaannya. aku, Anna, dan kedua kakakku sekarang berada di ruang kesehatan Akademi dan menemani Lia disini.
__ADS_1
"Yahh...aku tidak menyangka kalau aku akan tumbang seperti ini. maafkan aku semuanya, Karena telah membuat kalian menjadi khawatir."
"tenang saja Lia. cepat sembuh oke. fokus saja untuk istirahat dan memulihkan diri. jadi kau bisa bersel lagi." Kak Sasha dengan riang menasihati Lia agar beristirahat.. tentu saja kami semua mengangguk dengan setuju untuk itu.
"Benar juga, aku masih ada beberapa urusan. pamit dulu ya. aku akan menjengukmu di waktu yang lain tuan putri, permisi."
sebelum mendapatkan persetujuan dari yang lain, aku sudah kabur begitu saja. diluar, seseorang sudah menungguku. dia adalah salah satu guru di akademi. tidak usah ditanya, dia adalah salah satu bawahanku.
"Tuan, kami sudah menemukan hasilnya. seperti yang anda pikirkan, Tuan putri jatuh sakit bukan karena kebanyakan kerja, tapi ada racun yang dia konsumsi. jejak racun itu tertinggal di gelas dan piring yang dia gunakan pada saat makan di kafetaria."
aku mengangguk. ternyata dugaan ku tidak meleset. ada beberapa kalangan yang berusaha menyingkirkan Lia. aku tidak tahu siapa tapi setidaknya aku bisa mendapatkan orang dari pelaku yang meletakkan racun di makanannya.
"Cari dan seret orang itu ke hadapanku. pastikan bahwa dia ditangkap hidup-hidup. aku tidak akan main-main jika salah satu dari keluargaku diperlukan seperti ini."
"Sesuai kehendakmu, tuanku!" setelah mengatakan itu, guru itu menghilang dari pandangan ku.
__ADS_1