
Seperti yang Issac perkirakan, Pangeran Nicholas langsung kembali ke Kiev dengan kecepatan penuh. Dia membawa puluhan ribu kavalerinya dan membiarkan ribuan infanteri lainnya berjalan di belakang mereka.
Tapi satu hal yang tidak Issac perkirakan adalah pangeran Nicholas meninggalkan 15.000 tentara Teokrasi Dea. Untung Issac sudah tahu informasi ini dari awal. Kalau tidak, mungkin rencananya akan tersendat.
Sejujurnya, mengurus tentara Teokrasi Dea adalah hal yang lebih merepotkan daripada melawan tentara kekaisaran. Pasukan dari Teokrasi Dea terdiri dari prajurit yang fanatik. Mereka bertempur atas nama Tuhan. Bagi mereka, mati dalam Medan perang adalah kemuliaan tertinggi dan menurut yang tercatat dalam kitab mereka, kedua belas Dewi akan memanjakan mereka kelak.
Well, Issac tidak punya urusan dengan kandungan dari agama dua belas Dewi suci. Lagipula doktrin mati dalam Medan perang adalah kemuliaan tertinggi juga bukan hal buruk. Satu-satunya yang buruk adalah ketika mereka salah memilih musuh. Itu saja.
Jika harus dibandingkan, para prajurit kerajaan Heinz juga sama militannya dengan mereka. Hanya bedanya, doktrin yang dianut oleh prajuritnya adalah bahwa ketika satu dari mereka mati, pada dasarnya mereka telah menyelamatkan seribu nyawa lainnya. Mereka berkorban untuk masa depan anak-anak mereka, istri mereka, dan negara mereka.
Dengan kata lain, mereka mati bukan untuk diri mereka sendiri. Yah, bahkan jika mereka mati, Issac tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan mereka. Issac tidak tahu bagaimana dengan Teokrasi Dea. Yang jelas di kerajaan, Keluarga dari prajurit yang tewas akan diberikan kompensasi dan anak mereka akan disekolahkan hingga jenjang tertinggi.
Atau jika ternyata anak itu adalah yatim piatu, Issac akan menunjuk salah seorang keluarga dari kalangan prajurit dan meminjamkan mereka uang untuk merawat anak tadi.
__ADS_1
Oke, mari kembali ke jalan cerita lagi. Issac segera menuliskan instruksi selanjutnya kepada para jenderal yang bertanggung jawab dalam peperangan ini. Misi mereka adalah terus maju ke dalam wilayah kekaisaran Moskov.
'Akhirnya tidak lama lagi peperangan ini akan selesai. Hahhh....aku ingin bertemu dengan istri-istriku dan bersenang-senang dengan mereka lagi.'
Tapi untuk sekarang, mari kesampingkan itu dulu. Musim dingin akan datang tiga bulan lagi. Aurellia ingin agar perang selesai paling lama ketika musim dingin datang.
Beberapa hari kemudian, Issac mendapat kabar bahwa tentara kerajaan berhasil masuk jauh ke dalam wilayah kekaisaran Moskov. Perlwanan dari penduduk lokal relatif lebih kecil. Tetapi melawan tentara Teokrasi Dea memang bukan hal yang mudah. Terbukti, korban yang jatuh di pihaknya lebih banyak daripada sebelumnya.
Yang lebih gila lagi, mereka benar-benar bertarung hingga tetes darah terakhir. Menurut salah satu informasi dari seorang prajurit, bagi mereka untuk menjadi tawanan musuh tuhan adalah kehinaan terendah. Tidak ada yang lebih mulia bagi mereka kecuali mati di tangan musuh.
Pada akhirnya, semua tentara Teokrasi Dea yang bertempur dengan tentara kerajaan telah musnah. Dengan begini, Issac bisa terus maju dan mengejar pangeran Nicholas. Kalau bisa, dia ingin menghabisi pasukan utama kekaisaran dan mencacah kekuatan perang mereka.
Sebenarnya, ada satu hal lagi mengapa Issac ingin perang ini segera selesai. Itu adalah ancaman para iblis. Modus operandi mereka di kerajaan Heinz mungkin telah diintersepsi dan digagalkan, tetapi tidak dengan negara lain.
__ADS_1
Kemungkinan besar, para iblis yang berhasil melewati pembatas dunia telah berhasil mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk membawa sebagian besar dari mereka ke dunia atas. Merepotkan.
Bukan berarti Issac tidak melakukan tindak pencegahan di negara lain. Sebaliknya, lewat RIS, dia berusaha untuk menyelidiki jejak para iblis namun karena berbagai alasan, penyelidikan itu tersendat.
Dia tidak tahu apakah Teokrasi Dea telah menyadari ancaman ini atau tidak. Seharusnya mereka sudah. Biasanya, jika hal seserius ini terjadi, para Dewi akan menurunkan oralith mereka dan memberikan semacam nubuwat kepada paus.
Issac menghembuskan nafasnya. Jika Teokrasi Dea sudah memahami bahaya ini, mereka pasti telah menyiapkan antisipasinya. Salah satunya pemanggilan pahlawan.
Issac mengadahkan wajahnya ke langit-langit. Ancaman baru ya....bahkan dengan kekuatannya yang luar biasa, Issac tidak tahu akan kemana masa depan kerajaan Heinz dan benua Lantos.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kesannya memang terburu-buru, Tetapi Author berencana untuk mengakhiri perang ini di chapter selanjutnya. Juga, Author mungkin akan menamatkan novel ini dan menciptakan buku keduanya. Isinya adalah tentang Issac dan keluarganya dalam menahan pengaruh iblis. Juga tentang petualang dirinya ke benua-benua baru.
__ADS_1
Mereka mungkin akan bertemu tempat, kerajaan, dan segalanya yang baru. Tentu, akan ada musuh dan mungkin....Harem baru. *ehem*
Terimakasih karena telah mengikuti cerita sejauh ini. Semoga hari para readers selalu dipenuhi kegembiraan. Aamiin