Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 68: Quest Pertama (Part 2)


__ADS_3

mereka akhirnya sampai di desa tujuan mereka saat matahari hampir tergelincir di ufuk barat. sebenarnya mereka bisa sampai lebih cepat, namun karena James dan Evelyn terlalu banyak menggoda Anna, dia akhirnya menangis. mungkin saking malunya.


melihat itu James dan Evelyn terpaksa berhenti karena panik dan berusaha menenangkan Anna. sementara Issac...yah dia terlalu santai. lebih tepatnya Issac ingin melihat ekspresi nangisnya Anna. bisa dibilang Anna dan Lilianne adalah dua tipe yang sangat kontras. Jika Lilianne sangat berwibawa di depan yang lainnya dan menjadi riang saat bersama Issac, maka Anna adalah sebaliknya. bagi Issac, sifat Anna yang seperti itu punya kehangatannya sendiri.


perlu satu jam bagi mereka berdua untuk menenangkan Anna hingga akhirnya melanjutkan perjalanan. saat petang tiba, barulah mereka tiba di desa.


desa itu tidak besar tapi juga tidak kecil. seluruh bangunannya terbuat dari kayu. ini seperti gambaran mereka berempat soal desa. tapi ada satu yang membuat desa ini terlihat indah. itu adalah bunga yang terhampar luas di desa ini. jenis bunganya bermacam-macam. tapi yang paling menonjol adalah bunga mawar dengan berbagai warna.


warna-warni dari bunga mawar yang terhampar di desa ini membuat pikiran mereka terasa lebih fresh. mereka sedikit menikmati pemandangan ini sampai akhirnya, seorang wanita tua menghampiri mereka. sepertinya dia adalah kepala desa disini.


"Permisi, apakah kalian adalah petualang yang mengambil misi untuk membasmi para goblin?"


"Ya, benar. kami dikirim oleh guild untuk membasmi goblin yang mengganggu desa ini."


"Begitukah? jika demikian, mari ikut dengan ku. ini sudah hampir malam, jadi lebih baik untuk mulai menjalankan misi besok pagi. aku akan menyiapkan makan malam dan tempat menginap untuk kalian. ah benar juga, aku adalah kepala desa di sini namaku Mervouw


"Terimakasih Bibi Mervouw." Mewakili mereka, Issac membungkukkan badannya. awalnya Mervouw terlihat kaget, tapi segera tersenyum. mungkin jarang baginya untuk diperlakukan seperti ini.


mereka berempat mengikuti kepala desa hingga mencapai tepat didepan rumah Mervouw. tempatnya besar. mungkin bisa dibilang ini adalah bangunan terbesar di desa ini. rumah ini terdiri dari dua tingkat. di lantai pertama terdiri dari ruang tamu yang menyatu dengan dapur dan meja makan. ada beberapa kamar. mungkin dikhususkan untuk dia dan keluarganya.


sementara di lantai atas, itu terdiri dari beberapa kamar. mungkin kamar untuk tamu atau yang lainnya. jumlahnya cukup banyak. ada lima kamar. sementara untuk isi dari kamar itu cukup sederhana. Hanya satu ranjang dengan satu kasur diatasnya. dan ada jendela yang berfungsi sebagai ventilasi juga.


mereka meletakkan barang-barang mereka terlebih dahulu sekaligus istirahat sebentar. hingga satu jam kemudian, Mervouw memanggil menyambangi kamar mereka satu persatu. mengingat kan kalau makan malam untuk mereka telah siap.


"Bibi Mervouw, apakah anda selama ini tinggal sendirian? aku melihat ada banyak kamar tetapi sepertinya itu tidak terisi."


Karena Anna punya kepribadian yang supel, jadi dia berani saja untuk bertanya ke Mervouw. tapi mereka memang penasaran. rumah ini besar tapi sepi sekali.


"Ufufu, saya mempunyai empat orang anak. dua laki-laki dan dua perempuan. dua anak laki-laki saya memutuskan untuk pergi ke wilayah lain untuk mencari pekerjaan sementara itu dua perempuan lainnya juga sama. tetapi sepertinya berbeda wilayah dengan kakak laki-lakinya. saya juga punya seorang suami tetapi sayangnya, dia sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu."


"Be-begitu...maaf telah menanyakan hal yang tidak semestinya!" dengan ekspresi menyesal Anna menundukkan kepala dan badannya. tetapi Mervouw tidak terlihat keberatan sama sekali dengan hal itu.


"Tidak masalah Nona, lagipula itu sudah sepuluh tahun. tapi tetap saja, mau bagaimana-pun saya agak kesepian. melihat kalian berempat terasa seperti melihat anak-anak ku kembali ke rumah. sejujurnya saya merasa lebih muda sepuluh tahun."


mereka berempat tersenyum. kalau kehadiran mereka ternyata membuat kepala desa senang, mereka tidak bisa tidak bahagia mendengar hal itu. ternyata dalam batas tertentu, untuk bahagia itu sederhana.

__ADS_1


15 menit kemudian makan malam selesai. mereka, kecuali Issac, memutuskan untuk pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat. ini adalah misi pertama untuk mereka, wajar saja jika mereka ingin memberikan yang terbaik. dan untuk itu, mereka butuh istirahat agar badan mereka fit dan segar saat menjalani misi besok.


sementara Issac, karena kekuatannya, dia bisa tidak tidur selama satu Minggu dan itu tidak akan berpengaruh buruk bagi kesehatannya. itu juga tidak mempengaruhi kondisi otaknya. karena itulah dia memutuskan untuk nongkrong sebentar di teras rumah kepala desa untuk menikmati bunga mawar warna-warni, yang secara Tidak terduga, bersinar di malam hari.


"Sepertinya kau menikmati malam mu ya, Nak Issac."


Bibi Mervouw keluar dari rumahnya dan membawa nampan yang berisi dua piring biskuit dan dua cangkir teh panas. melihat kepulan asap dari cangkir itu menggugah selera Issac. kelihatannya enak.


"Terimakasih Bibi Mervouw."


Issac mengatakan itu saat dia menerima secangkir teh hangatnya dan segera menyeruputnya. ini enak. sepertinya ini bukan daun melainkan kelopak bunga yang dikeringkan.


Issac juga mencoba biskuit yang dibuat oleh Mervouw. rasanya enak. dia baru pertamakali nya merasakan biskuit asli dunia ini yang lezat. sayangnya, tekstur dari biskuit ini kasar. mungkin karena bahan untuk membuat biskuit ini berkualitas rendah. tapi terlepas dari itu, rasanya tetap sedap.


sambil menikmati keindahan malam, Mervouw mulai membuka mulutnya,


"Bunga mawar ini indah bukan? Kami menyebutnya bunga ini sebagai mawar pelangi karena warnanya yang beragam. bunga ini hanya dapat mekar di musim panas. kau memilih waktu yang tepat untuk datang kesini."


Issac tertawa kecil mendengar penuturan Mervouw.


"Kami hanya kebetulan menerima Quest ini saat Mawar pelangi sedang mekar. sayangnya mereka mungkin kelelahan hingga tidak sempat menikmati indahnya pemandangan malam di desa ini."


"yah, kami semua berusia 14 tahun sekarang. kami memang pemula, tapi setidaknya kami memiliki kekuatan yang cukup kalau hanya untuk mengatasi para goblin."


kalimat itu dia katakan untuk meyakinkan Mervouw. yah, Mervouw juga percaya mereka sejak awal tapi setidaknya Issac masih ingin meyakinkan dia.


"Benar juga Bibi Mervouw. aku lihat desa ini sepi sekali. aku pikir ini wajar kalau sudah malam tetapi agak aneh ketika aku tidak mendengar suara gelak tawa ataupun kesibukan lainnya dari rumah yang lain."


Mervouw mengeluarkan senyum pahitnya. dia jelas menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin hal ini bocor ke para petualang muda ini. tapi dia melihat Isaac sedikit berbeda dari mereka karena sadar ada yang aneh di desa ini.


"Yang tersisa di desa ini hanyalah anak-anak dan orang tua. para pemuda dan wanita serta banyak pria dewasa pergi merantau ke wilayah lain untuk mencari uang. atau itulah cerita yang aku buat jika ada orang luar yang bertanya seperti itu padaku."


"Tapi nyatanya, mereka diambil paksa oleh orang-orang yang diutus bangsawan untuk menjadi budak mereka dan dipekerjakan tanpa bayaran bukan?"


mendengar itu dari Issac membuat Mervouw membelalakan matanya. kenapa dia tahu tentang itu? jangan-jangan....

__ADS_1


"Benar, seperti yang anda pikirkan bibi Mervouw, sama seperti mereka, saya adalah seorang bangsawan. ah, tidak perlu bersikap hormat seperti itu. sejujurnya aku tidak suka berlebihan seperti itu."


setelah tahu bahwa Issac adalah seorang bangsawan, Mervouw hampir saja turun dari kursinya dan bersujud kepada Issac, yang langsung dihentikan olehnya.


"Kalau diizinkan, aku ingin mendengar keluhan Bibi Mervouw tentang apa yang terjadi di desa ini. tentu saja bibi tidak perlu menahan diri."


awalnya Mervouw terlihat sedikit ragu. tapi dia memutuskan untuk menguatkan tekadnya dan mengeluarkan semua keluh kesahnya.


Dia bercerita bahwa setiap kurang lebih tiga kali dalam setahun, utusan para bangsawan akan mendatangi desanya dan menarik pajak dengan jumlah yang tidak masuk akal. entah perorangan maupun yang berasal dari kas desa sehingga desa ini selalu mengalami kesulitan keuangan yang sangat serius.


Selain memungut pajak, mereka juga dengan paksa mengambil para pemuda dan wanita untuk dipekerjakan tanpa upah. sementara untuk wanita, entah digunakan untuk apa. ini terjadi terus-menerus setiap tahunnya.


Desa ini sempat menikmati perlindungan dari seorang bangsawan yang baik hati selama beberapa tahun sehingga mereka bisa pulih dan bangkit. tapi, semenjak dia diangkat menjadi kepala keluarga selanjutnya, hak itu menjadi hilang dan mereka mengalami hal buruk lagi.


saat Issac bertanya kira-kira bangsawan dari wilayah mana yang secara sewenang-wenang melakukan hal itu, Mervouw tidak punya petunjuk. ini membuat Issac berpikir bahwa itu mungkin bangsawan yang tidak memiliki wilayah sendiri untuk di kelola. alias, mereka adalah bangsawan yang bertugas untuk menjabat berbagai jabatan fungsional di pemerintahan.


selain itu, desa ini juga menghadapi masalah lain yang tidak kalah peliknya. itu adalah para pedagang yang datang ke desa ini dan memaksa penduduknya untuk menjual bunga mawar pelangi dan bunga lainnnya dengan harga yang sangat murah. untuk mengelola bunga-bunga yang ada di desa ini, mulai dari pembibitan hingga panennya, membutuhkan biaya yang mahal dan perawatan yang sulit.


sementara itu harga beli para pedagang sama sekali tidak menutup modal yang mereka keluarkan. mereka melakukan semua ini bukan karena merek dibodohi atau apapun. mereka hanya tidak punya pilihan. itulah yang diperkirakan Issac.


orang-orang di desa ini tidak punya kemerdekaan untuk mengakses atau membuat pasar mereka sendiri. mau tidak mau mereka harus mengandalkan para pedagang yang telah memiliki pasar yang mapan serta banyak pelanggan. lagipula, para pedagang memiliki orang yang ahli dalam mengolah hasil panen penduduk desa ini sehingga menghasilkan banyak produk turunan seperti parfum dan lain-lain.


setelah mendengar banyak sekali keluhan dari Mervouw, Issac sudah paham apa masalahnya. dia kasihan. tapi rasa kasihan jelas tidak akan membantu banyak. tentu saja sudah cukup banyak ide yang berjubel di kepalanya.


Mervouw menangis saat menceritakan itu semua. itu adalah beban dan rasa bersalahnya selama dia menjadi kepala desa. semua keluhan yang dia keluarkan malam ini menjadi salah satu hal yang meringankan dirinya. Issac tahu itu dan dia senang menjadi orang yang bisa diandalkan.


"Bibi, aku punya cara untuk menolong mu dan desa ini dari keterpurukan. sayang sekali jika desa yang indah ini pada akhirnya dirusak oleh bajingan seperti mereka. tetapi, mari kita bicarakan itu besok, setelah kami menyelesaikan misi yang diberikan."


Mervouw senang mendengar hal itu walaupun dia sendiri tidak menganggap terlalu serius omongan Issac. dia sudah tidak menangis lagi.


"Ah benar juga Bibi. aku penasaran, siapa bangsawan yang berbaik hati memberikan perlindungan bagi desa ini. tapi jika anda lupa sama sekali tidak masalah."


Mervouw menggeleng. dia masih ingat betul siapa bangsawan yang baik hati itu dan sampai sekarang dia tidak pernah melupakan wajahnya.


"tidak aku masih mengingat para bangsawan itu beserta nama dan wajah mereka. mereka adalah Arthur Randall, Maya Balzaac, dan Luna Albatros."

__ADS_1


Issac langsung menyemburkan tehnya ketika ketiga nama itu disebutkan.


EH?! EHHHH!!!


__ADS_2