
Ibukota kekaisaran Moskov, Kiev.
Ini adalah sebuah kota besar dengan populasi dan luas yang menyamai ibukota kekaisaran Grand Aria, Reichstaag. Semenjak perang sipil pecah di kekaisaran Grand Aria dan kekuatan mereka terkuras habis karena perang dalam negeri, Kekaisaran Moskov menjelma menjadi satu-satunya kekaisaran paling dominan di Lantos.
Mereka punya ambisi yang tidak berbeda jauh. Saling mengklaim sebagai pewaris sah kekaisaran Lantos yang berdiri lebih dari satu milenium yang lalu. Tapi tidak seperti saingannya yang malu-malu kucing, kekaisaran Moskov benar-benar serius dalam mewujudkan ambisi mereka.
Selain ikut campur dalam peperangan sipil di kekaisaran, Moskov telah melakukan ekspansi ke kerajaan tetangga. Satu demi satu negara yang berada di sekitarnya jatuh dan berada dalam kekuasaan Moskov.
Dan yang paling merepotkan, Kekaisaran Moskov di dukung oleh Teokrasi Dea. Sebuah kerajaan yang menjadi pusat bagi penganut agama dua belas dewa suci. Letaknya bersebelahan dengan Moskov di bagian timur. Dipimpin oleh seorang paus, Teokrasi Dea memberikan dukungan moril bagi Moskov untuk menyatukan benua di bawah hegemoni mereka.
Tetapi kenikmatan yang mereka dapatkan tidak berlangsung lama. Itu karena sebuah kerajaan yang awalnya terseok-seok karena perang saudara tiba-tiba menjelma menjadi sebuah kekuatan yang cukup besar di Benua Lantos.
Kebetulan, kerajaan itu berbatasan langsung dengan mereka di sebelah selatan. Tentu, itu adalah kerajaan Heinz yang dipimpin oleh seorang ratu yang sangat hebat.
Dalam waktu kurang dari lima tahun, kerajaan Heinz berhasil menciptakan stabilitas nasional yang damai dan teratur. Menciptakan Sistem pemerintahan terpusat dan militer yang bersatu. Kekuatan ekonomi mereka bahkan nyaris menyaingi kekuatan kekaisaran Moskov.
Hal ini jelas menjadi ancaman bagi Moskov. Itulah kenapa, kaisar mengumpulkan para punggawa serta bangsawan. Termasuk juga Archbishop dari kuil dua belas Dewi suci di kekaisaran Moskov.
"Sebuah kekuatan baru telah muncul dari selatan kekaisaran. Dalam waktu kurang dari Lima tahun, mereka berhasil menyatukan fraksi yang terpecah dan membentuk sebuah kekuatan yang luar biasa."
__ADS_1
Kaisar Romanov III. Ia menyadari bahwa kekuatan itu mengancam ambisinya. Tidak hanya dirinya. Semua pendukungnya paham akan hal itu. Mereka semua sedang mencari cara untuk membendung pengaruh kerajaan Heinz.
"Yang mulia kaisar nan agung. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi. Jika didiamkan, mereka pasti akan menggeser pengaruh yang telah kita sebarkan di seluruh benua!"
Mendengar pernyataan dari salah satu pendukungnya, kaisar Romanov III mengangguk. Para pendukungnya yang lain juga sepakat. Mereka tidak bisa membiarkan hal ini terjadi bagaimana pun caranya.
"Yang mulia kaisar nan agung. Kebijakan apapun yang anda ambil kelak, kuil dua belas Dewi suci akan terus mendukung semua langkah anda. Kerajaan Heinz adalah kerajaan bidah yang tidak mendengarkan firman dari para Dewi. Mereka memandang rendah kuil dan meragukan keagungan Dewi suci. Mereka harus mendapatkan hukuman yang pantas untuk itu."
Archbishop juga menyampaikan pendapatnya. Itu adalah dukungan moril yang sangat tinggi. Kaisar Romanov III lagi-lagi mengangguk. Dukungan dari bawahan dan kuil. Ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
Hari itu, kaisar dan para pendukungnya bersemangat untuk menyusun rencana terkait dengan melemahkan pengaruh kerajaan Heinz.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Karena itulah kepercayaan masyarakat pada kuil telah menurun dan wewenang kuil perlahan demi perlahan dilucuti. Orang-orang masih menyembah b12 Dewi suci tetapi mereka tidak percaya lagi dengan perkataan para petinggi.
Alhasil, pengaruh mereka semakin menurun dan tidak bisa lagi ikut campur dalam urusan kerajaan. Mereka fokus memperbaiki nama mereka dan berdiam diri di kuil. Pelan-pelan, kerajaan Heinz menjadi kerajaan yang menganut paham sekuler.
"Aku secara khusus tidak membenci sebuah agama. Tetapi jika mereka terlibat terlalu jauh dalam urusan politik, itu merepotkan. Mereka pasti akan menghalangi kita. Itulah kenapa kita perlu menekan pengaruh kuil."
__ADS_1
Itu yang Issac katakan pada Aurellia.
Leon Sanders ditangkap dan dieksekusi di depan umum atas berbagai kejahatan yang ia lakukan. Tentu saja ini adalah bentuk penghinaan bagi Teokrasi Dea. Tetapi ini adalah provokasi sekaligus peringatan.
Bahkan jika ia adalah seorang pemuka kuil sekalipun, Kerajaan tidak akan ragu untuk menghabisi mereka yang berbuat seenaknya di kerajaan. Teokrasi jelas tidak akan hanya diam. Tapi memang itu yang ia harapkan.
Di masa depan, kerajaan akan menjadi tempat bagi ideal untuk siapapun. Tidak peduli apa ras mereka dan apa keyakinan mereka Entah itu beastmen, demi-human atau bahkan demonkin sekalipun. Membiarkan sebuah kelompok menegakkan supremasi mereka di atas yang lain akan menimbulkan konflik yang tidak diperlukan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Provinsi timur dipimpin oleh seorang Duke. Sama seperti provinsi lain. Tetapi ada sedikit pengecualian. Seluruh wilayah timur, termasuk wilayah perbatasan, berada di bawah wewenang Duke. Tentu saja, yang menjadi Duke adalah salah satu tokoh yang sangat berjasa pada perang saudara. Issac Starfall.
Berkat kontribusinya, ratu Aurellia memberikan gelar Duke padanya dan menyerahkan urusan provinsi timur dalam kewenangan Issac. Termasuk perbatasan antara kerajaan Heinz dan federasi Garlin.
Di perbatasan, terdapat sebuah pos militer berukuran cukup besar yang menjadi markas operasi resimen perbatasan timur. Di dalam markas itu, Issac sedang berhadapan dengan salah satu beastmen yang masuk ke wilayahnya. Perwakilan dari suku serigala perak.
Ia adalah seorang gadis yang berusia tiga tahun lebih muda darinya. Cantik dan imut. Tapi bukan itu yang ia pikirkan sekarang. Sebelumnya ia telah mengutus seorang guru sekaligus agen VIESTA bernama John untuk mendapatkan keterangan. Jawaban darinya cukup memuaskan.
Tapi Issac merasa belum cukup. Karena itulah ia berniat untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan kondisi internal federasi Garlin dari gadis yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Atmosfer ketegangan memenuhi ruangan. Bahkan para penjaga yang berdiri di luar merasa sangat tegang. Kaki mereka bergetar. Seolah melihat bahwa seekor serigala dan harimau bertatapan dan siap memangsa satu sama lain.
Begitulah, dan Interogasi dimulai.