
kurang lebih sudah dua bulan berlalu sejak Issac mengikat kontrak dengan Raja Serigala Ilahi dari neraka yang dia beri nama Chaca. semuanya berjalan baik-baik saja.
tentang berlatih bersama Lilianne dan Olivia setiap akhir pekan, Issac tidak bisa melakukan hal itu. dia baru tahu kalau siswa tahun pertama tidak mendapatkan jatah libur akhir pekan sebagaimana para seniornya. terpaksa, Issac mengirim surat permintaan maaf mereka berdua.
"Aku minta maaf Lili-chan, via!!" seperti itulah isi suratnya. mereka kecewa sih, tapi mau bagaimana lagi kan? ini adalah aturan akademi. Issac bersyukur karena kedua gadis ini paham dengan situasinya.
kelasnya juga berjalan lancar saja. walaupun begitu Issac tidak terlalu mencolok saat di kelas. dia hanya memperhatikan secukupnya dan menjawab seperlunya jika ditanya oleh guru.
hubungan dia dengan teman-temannya juga baik-baik saja. bahkan semakin akrab. Issac, James, dan Evelyn sering makan siang dan main bersama. hubungan dia dan Anna juga semakin Bagus. bahkan Anna sendiri menganggap bahwa Issac memiliki tempat khusus dihatinya. Walaupun Issac tidak tahu soal ini. dasar, lagi-lagi anak ini tidak peka!!
yah, selama semua berjalan lancar, itu artinya baik-baik saja. walaupun dia sendiri tidak tahu sampai kapan ketenangan ini akan terus berlanjut.
Sekarang, Issac sedang menemani kedua bidadari nya, Sasha dan Misha, makan siang di kafetaria bangsawan. James dan Evelyn sedang ada kegiatan lain hari ini, jadi mereka tidak bisa makan siang bersama.
"Hei Is-chan, kau tahu, satu bulan lagi turnamen musim gugur di Akademi akan digelar. kau tidak mau ikut?" Sasha akhirnya membahas soal turnamen.
"Ah aku lupa memberitahu mu Is. turnamen ini diadakan setiap satu tahun sekali. semuanya boleh ikut. termasuk tahun pertama. hadiahnya mungkin tidak seberapa, tapi jika kau masuk dalam lima besar, kau akan memiliki kesempatan emas untuk mengikuti Pertandingan yang lebih bergengsi di kekaisaran Grand Aria." Misha menambahkan sambil menyuap makanannya.
"Eh aku baru tahu. ternyata ada yang seperti itu juga ya. apakah kalian tidak mendaftarkan diri?" Issac malah balik bertanya.
"Aku berencana untuk daftar tahun ini. dua tahun ini kami tidak ikut karena merasa belum cukup kuat. tapi sekarang, kami sudah cukup kuat untuk masuk ke lima besar. iya kan Misha?"
Misha mengangguk, "unn, tentu saja, kami sudah lebih kuat daripada sebelumnya." Misha mengepalkan tinjunya.
Issac tertawa kecil melihat kedua tingkah si kembar yang kompak. yah mau bagaimana pun mereka adalah anak dari salah satu mage dan ahli pedang terkuat yang dimiliki oleh kerajaan Heinz. selama mereka terus berlatih, mereka pasti bisa setara dengan ibu mereka. bahkan melampauinya.
aku mungkin akan ikut. begitu pikiran Issac. tapi dia tidak berencana untuk menang. mau bagaimana pun pergerakan nya sedang diawasi oleh kuil dan para guru. jika dia salah langkah, mungkin kuil akan mengambil tindakan yang tidak dia inginkan.
__ADS_1
"Omong-omong Issac, siapa anjing ini? dia terlihat sangat imut!!" Sasha mengambil Chaca yang daritadi menempel di kepala Issac.
hati-hati!! dia bahkan jauh lebih kuat dibanding hewan sihir milik Joseph-sensei!
"A-ahhh, dia adalah hewan sihir yang aku panggil saat praktek sihir pemanggilan. dia ku beri nama Cacha. bagaimana, imut bukan?"
"D-dia imut sekaliii!" Misha juga ikut mengelus bulu Cacha yang lembut. Issac menahan tawa saja meski Cacha meminta bantuan lewat tatapan matanya. nah demi mereka berdua, berjuanglah Cacha!!
"Ara, kalau bukan Baron Starfall yang ada disini bersama dengan kedua kakaknya. kalian akur seperti biasa ya."
Putri Aurellia tiba-tiba ikut nimbrung. Issac dan si kembar berdiri dan menundukkan kepala mereka. Putri Aurellia menggembungkan pipinya.
"Mou, kalian tidak perlu seperti itu! kita kan teman!" wahh ekspresi putri Aurellia sangat lucu!
"Ah putri, kenapa kau menyebut Baron Starfall sambil melihat ke arah Is-chan? jangan-jangan..." Issac mendapatkan tatapan tajam dari kedua kakaknya.
****
Sementara itu di waktu yang sama namun tempat yang berbeda....
terlihat ada beberapa bocah yang sedang asyik mengobrol sambil minum teh. itu yang terlihat dari kejauhan. kalau dilihat dari dekat....
mereka memang sedang minum teh, tetapi menggunakan punggung bawahan mereka sebagai tempat untuk duduk. dipangkuan mereka ada wanita berpakaian erotis.
ya, mereka Adalah para murid akademi yang akan meneruskan gelar bangsawan dari ayah mereka. yah, tidak semua sebenarnya. ada beberapa yang berasal dari anak kedua atau ketiga, tapi mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk menggeser lawan mereka.
"Yoh Alex, sepertinya kau terkena masalah lagi. hahahaha." Yang memulainya pembicaraan adalah Gustave Conrad. anak laki-laki pertama dari istri sah Duke Conrad.
__ADS_1
"Ya. Lagi-lagi anak itu mempermalukan ku! si sialan itu, bisakah dia menyingkir saja!" Alex Clifford menggebrak meja dengan frustasi.
Jalannya selalu saja terhalangi oleh si Issac bajingan itu! kalau bisa dia harus menghancurkannya dengan tangannya sendiri.
"Hehh, sepertinya Alex terlalu dendam dengan Adikmu Geitz."
Geitz, anak pertama dari Arthur Randall, membuang mukanya dan meludahi bumi. "Cih, jangan menyebut anak dari pelacur itu sebagai adikku!"
Gustave Conrad menyeringai. "Terserahlah. lalu apa yang kau inginkan kali ini Alex?"
"Aku harus menyingkirkannya. itu mutlak!! Bulan depan akan diadakan turnamen musim gugur kan? disitu. disitulah aku akan menghabisinya dan membalaskan dendam ku!"
"ehhh, tapi kan kau lebih lemah darinya."
"itulah kenapa aku ke sini, Gustave-senpai. aku meminta bantuan mu untuk itu!"
Gustave menyeringai. bagus sekali! dia mengeluarkan sebuah pil dari balik jas seragamnya.
"Minumlah ini. Pil ini akan meningkatkan stamina mu berkali-kali lipat. obat ini juga akan menghilangkan rasa sakit. kapasitas mana mu juga akan bertambah sementara waktu. tapi ingat, ada efek samping dari pil ini."
mendengar penjelasan dari Gustave, Alex tertawa puas. "Terimakasih Senpai. dengan ini, aku bisa menyingkirkan Si bajingan itu!"
Gustave tersenyum. sebenarnya di hatinya dia menyeringai keji. "Tidak perlu berterimakasih. kau adalah kelinci percobaan pertama ku, Alex. nah. semoga berhasil!" gumamnya dalam hati.
akhirnya para bangsawan yang hadir melanjutkan pesta teh mereka, yang diikuti oleh pesta penyiksaan dan ****.
Tanpa mereka sadari, disudut kegelapan ruang itu, ada yang mengawasi setiap gerak-gerik mereka.
__ADS_1